Pangeran Harry dan Meghan: Frustrasi di Istana, Bokek di Luar Istana
Logo BeritaSatu

Pangeran Harry dan Meghan: Frustrasi di Istana, Bokek di Luar Istana

Senin, 8 Maret 2021 | 13:00 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Setelah memutuskan untuk meninggalkan tugas-tugas kerajaan Inggris, Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle harus menghadapi fakta pahit bahwa mereka harus menopang hidup mereka sendiri.

Bahkan, Harry mengungkap kalau ia sekarang terpaksa mengandalkan diri pada warisan mendiang ibunya, Putri Diana.

“Saya mendapat warisan dari Ibu, dan tanpa itu kami tidak akan bisa melewati ini semua,” kata Harry dalam wawancara eksklusif dengan pembawa acara talk show Oprah Winfrey yang ditayangkan di Amerika Serikat, Minggu (7/3/2021).

“Ia [Diana] tampaknya sudah menduga hal ini akan terjadi dan saya sangat merasakan kehadirannya saat melewati seluruh proses ini,” imbuhnya.

Diana meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di Paris pada 31 Agustus 1997. Sampai sekarang, penyebab kecelakaan mobil itu masih menjadi kontroversi.

Dalam wawancara tersebut, Meghan ikut hadir dengan mengenakan gelang bertahta berlian milik Diana.

Harry juga mengungkap bahwa ayahnya, Pangeran Charles yang menjadi pewaris kursi kerajaan nomor satu, sempat tidak bersedia menjawab telepon darinya ketika pasangan itu memutuskan pergi dari tugas-tugas kerajaan pada Januari 2020.

Belakangan, Pangeran Charles kembali bersedia menerima telepon dari putra bungsunya itu.

Menurut Harry, ia telah “terjebak dalam sistem kerajaan” tanpa menyadarinya. Kehadiran Meghan, kata Harry, telah menyelamatkannya dari sistem.

“Tidak perlu ditanyakan lagi, ia menyelamatkan saya,” kata Harry.

Pada Juli 2020, pasangan itu pindah dan menetap di Los Angeles, California.

Bulan lalu, Istana Buckhingham mengumumkan bahwa telah ada kesepakatan dengan Harry dan Meghan kalau mereka tidak akan kembali lagi menjadi anggota resmi kerajaan.

Sebagai akibatnya, tugas kehormatan militer dan garis pewaris kerajaan dihapuskan.

Meskipun tunjangan dan fasilitas kerajaan sudah tidak lagi diterima, Harry dan istrinya bisa menikmati kemewahan lain seperti melewatkan waktu bersama putra mereka, Archie.

"Tahun ini memang tahun yang gila bagi semua orang, tetapi kami bisa keluar rumah dengan Archie, jalan-jalan sebagai keluarga, kami bisa mendaki atau pergi ke pantai yang sangat dekat," kata Harry.

"Saya kira momen paling berkesan adalah bersepeda dengan dia duduk di kursi bayi di sadel belakang, hal yang tidak pernah saya alami ketika masih kecil," imbuhnya.

Saat bersepeda itu, Archie yang lahir pada 6 Mei 2019 suka menuding benda-benda dan, seperti ditirukan Harry, menyebutkan namanya: "Pohon palem? Rumah?"



Sumber: CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Di Negara Konflik, AS dan Sekutunya Jatuhkan 46 Bom per hari

Rata-rata 46 bom telah dijatuhkan di negara lain per hari oleh Amerika Serikat dan sekutunya sejak 2001.

DUNIA | 8 Maret 2021

Tragis, Pejabat Partai Myanmar Tewas di Tahanan Polisi

Tindakan aparat kepolisian dan militer Myanmar semakin brutal dan kejam setelah junta militer berkuasa.

DUNIA | 8 Maret 2021

Meghan: Saya Bahkan Belajar Lagu Kebangsaan Inggris dari Google

"Tidak ada kursus tentang bagaimana cara bicara, bagaimana cara duduk menyilangkan kaki dengan benar."

DUNIA | 8 Maret 2021

Referendum Swiss Dukung Pelarangan Burkak di Tempat Umum

Swiss telah memilih mendukung pelarangan penutup wajah di depan umum, termasuk burkak atau niqab yang dikenakan oleh wanita Muslim.

DUNIA | 8 Maret 2021

Swiss Setujui Kesepakatan Perdagangan Bebas dengan Indonesia

Para pemilih Swiss pada Minggu (7/3) secara sempit mendukung kesepakatan perdagangan bebas yang ditandatangani dengan Indonesia.

DUNIA | 8 Maret 2021

Frustrasi di Istana, Meghan Sempat Berniat Bunuh Diri

Salah satu pemicu stresnya menyangkut putra mereka, Archie, yang terancam tidak akan mendapat gelar kerajaan.

DUNIA | 8 Maret 2021

Setelah Kasus Kematian, Austria Tangguhkan Vaksin Covid-19 Astrazeneca

Pihak berwenang Austria telah menangguhkan inokulasi dengan sejumlah vaksin Covid-19 Astrazeneca.

DUNIA | 8 Maret 2021

Serikat Pekerja Myanmar Serukan Mogok Total

Serikat pekerja utama Myanmar meminta anggotanya untuk menutup ekonomi mulai Senin (8/3) untuk mendukung kampanye melawan kudeta militer bulan lalu.

DUNIA | 8 Maret 2021

Pertengahan Maret, WHO Janji Rilis Asal Usul Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan laporan misi ke Tiongkok tentang asal-usul Covid-19 akan dirilis pada pertengahan Maret.

DUNIA | 8 Maret 2021

WHO: Pandemi Covid-19 Perburuk Ketidaksetaraan Gender di Afrika

Covid-19 memperburuk ketidaksetaraan yang terkait dengan gender di beberapa bidang utama kehidupan dan perkembangan di Afrika

DUNIA | 8 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS