PBB: Puluhan Ribu Orang Masih Hilang Akibat Perang Suriah
Logo BeritaSatu

PBB: Puluhan Ribu Orang Masih Hilang Akibat Perang Suriah

Selasa, 2 Maret 2021 | 14:34 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jenewa, Beritasatu.com- Puluhan ribu warga sipil dilaporkan masih hilang setelah ditahan secara sewenang-wenang selama 10 tahun perang saudara di Suriah. Seperti dilaporkan BBC, Senin (1/3), temuan itu diungkap penyelidik Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Ribuan lainnya telah disiksa atau dibunuh dalam tahanan, “ bunyi satu laporan baru yang merinci dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh semua pihak.

Para korban dan saksi menggambarkan "penderitaan yang tak terbayangkan", termasuk pemerkosaan terhadap anak perempuan dan anak laki-laki berusia 11 tahun.

“Masalahnya adalah trauma nasional yang harus ditangani,” kata laporan itu.

Suriah telah dihancurkan oleh konflik yang meletus setelah pemerintah Presiden Bashar al-Assad menanggapi dengan kekuatan mematikan untuk protes damai anti-pemerintah pada Maret 2011.

Pertempuran itu telah menewaskan sedikitnya 380.000 orang dan menyebabkan separuh penduduk mengungsi dari rumahnya, termasuk hampir enam juta pengungsi di luar negeri.

“Puluhan ribu warga sipil masih hilang setelah ditahan secara sewenang-wenang selama 10 tahun perang saudara di Suriah,” kata penyelidik PBB.

Ribuan orang lainnya telah disiksa atau dibunuh dalam tahanan, menurut satu laporan baru yang merinci dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh semua pihak.

Mantan tahanan menggambarkan tidak melihat siang hari selama berbulan-bulan, dipaksa minum air yang tidak bersih dan makan makanan berjamur. Mereka juga harus berbagi sel yang penuh sesak tanpa toilet dengan ratusan orang lainnya, dan tidak diberikan perawatan medis.

Orang-orang yang diduga disiksa atau menjadi sasaran perlakuan tidak manusiawi di penjara yang dikelola pemerintah mengatakan kepada penyelidik tentang setidaknya 20 metode berbeda yang digunakan oleh petugas keamanan untuk mendapatkan pengakuan palsu.

Metode penyiksaan termasuk memberikan kejutan listrik, pembakaran bagian tubuh, mencabut kuku dan gigi, dan menggantung orang dari satu atau dua anggota tubuh untuk waktu yang lama.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Berharap Pandemi Covid-19 Selesai Akhir 2021, WHO: Itu Tidak Realistis

WHO menyatakan bahwa "tidak realistis" untuk mengharapkan pandemi Covid-19 berakhir pada akhir 2021.

DUNIA | 2 Maret 2021

Buntut Kasus Kematian Siswa, Tiongkok Larang Hukuman Keras di Sekolah

Tiongkok telah melarang para guru sekolah untuk memberikan hukuman apa pun yang dapat menyebabkan trauma fisik atau mental.

DUNIA | 2 Maret 2021

Obat-obatan Senilai Rp 164 Miliar Dicuri dari RS Tanzania

Otoritas kesehatan Tanzania menyatakan obat-obatan senilai 26,7 miliar shilling Tanzania (sekitar US$ 11,5 juta atau Rp 164 miliar) dicuri di rumah sakit umum

DUNIA | 2 Maret 2021

Lebih dari 20 Juta Warga Inggris Dapat Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Lebih dari 20 juta orang di seluruh Inggris sekarang telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

DUNIA | 2 Maret 2021

Menlu ASEAN Gelar Pertemuan Khusus Bahas Krisis Myanmar

Ada kepemimpinan politik dan ada kepemimpinan militer, di pihak lain. Mereka perlu bicara, dan kami perlu membantu menyatukan mereka,

DUNIA | 2 Maret 2021

Jepang Desak Tiongkok untuk Hentikan Tes Covid-19 Anal

Tokyo mendesak Beijing untuk menghentikan tes Covid-19 anal bagi warga negara Jepang di Tiongkok.

DUNIA | 2 Maret 2021

Trump Klaim Diri sebagai Masa Depan Partai Republik

Mantan presiden Donald Trump mengklaim diri sebagai masa depan Partai Republik Amerika Serikat (AS)

DUNIA | 2 Maret 2021

Terancam Demam Babi Afrika, Malaysia Akan Musnahkan 3.000 Ekor Babi

Malaysia berencana memusnahkan 3.000 ekor babi liar dan babi lokal setelah wabah demam babi Afrika di negara bagian Sabah

DUNIA | 2 Maret 2021

Tiongkok Akan Sumbang 400.000 Dosis Vaksin Covid-19 ke Afganistan

Tiongkok telah berjanji untuk mengirimkan 400.000 dosis vaksin Covid-19 Sinopharm ke Afganistan.

DUNIA | 2 Maret 2021

Wapres Zimbabwe Mengundurkan Diri

Wakil Presiden Zimbabwe Kembo Mohadi mengundurkan diri akibat skandal seks.

DUNIA | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS