Amerika Setujui Vaksin Covid-19 Dosis Tunggal
Logo BeritaSatu

Amerika Setujui Vaksin Covid-19 Dosis Tunggal

Minggu, 28 Februari 2021 | 12:48 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Regulator Amerika Serikat akhirnya menyetujui penggunaan massal vaksin Johnson & Johnson, satu-satunya vaksin Covid-19 sejauh ini yang hanya butuh satu suntikan per orang.

Selain itu, vaksin Johnson & Johnson bisa disimpan dalam kulkas, tidak harus di freezer.

Dengan demikian, sudah tiga merek vaksin yang disahkan penggunaannya di AS, termasuk Pfizer dan Moderna.

Uji klinis Johnson & Johnson menunjukkan proyeksi terhadap penyakit parah Covid-19, meskipun kalau gejala menengah juga dihitung maka tingkat efikasinya turun menjadi 66%.

Vaksin Johnson & Johnson dibuat oleh perusahaan Belgia, Janssen.

Perusahaan telah sepakat untuk memasok 100 juta dosis vaksin ke AS sampai akhir Juni. Pekan depan, vaksinasi Johnson & Johnson sudah bisa dimulai di AS.

Bahkan Presiden Joe Biden ikut menanggapi “kabar gembira” ini.

"Meskipun kita merayakan adanya kabar tersebut, saya tetap menekankan kepada seluruh rakyat Amerika -- tetap rutin cuci tangan, jaga jarak, dan pakai masker," kata presiden dalam pernyataannya, Sabtu (27/2/2021) waktu setempat.

Di awal pandemik atau pada masa pemerintahan Donald Trump, tidak pernah ada pesan seperti ini dari presiden.

"Seperti sudah saya sampaikan berulang kali, situasi bisa kembali memburuk dengan menyebarnya varian-varian baru, dan kemajuan yang terjadi sekarang bisa mundur lagi,” kata Biden.

Dalam uji klinis di AS, Brasil, dan Afrika Selatan, vaksin Johnson & Johnson punya tingkat efikasi 85% untuk mencegah gejala parah, dan 66% jika pasien dengan gejala sedang dimasukkan.

Sebagai catatan tambahan, tidak satu pun dari penerima vaksin Johnson & Johnson yang meninggal karena Covid-19 dan tidak ada yang masuk rumah sakit dalam tempo 28 hari sejak vaksin disuntikkan.

Tingkat proteksi keseluruhan sedikit menurun di Afrika Selatan dan Brasil, di mana varian baru virus corona menjadi tipe yang paling dominan. Namun, perlindungan terhadap gejala parah sama tingginya.

Afrika Selatan sudah mulai menggunakan vaksin Johnson & Johnson kepada tenaga medis awal bulan ini meskipun belum ada persetujuan resmi di sana. Pasalnya, vaksin yang ada sebelumnya yaitu Oxford-AstraZeneca dinilai kurang ampuh melawan gejala ringan yang diakibatkan oleh varian baru Covid-19 di sana.

Bahrain juga menyetuji penggunaan darurat Johnson & Johnson Kamis lalu.

Karena hanya butuh satu dosis, vaksin Johnson & Johnson juga butuh lebih sedikit tenaga dan jam kerja untuk vaksinasi massal.

Selain Amerika, pembeli vaksin Johnson & Johnson dalam jumlah besar lainnya adalah Inggris (30 juta dosis), Uni Eropa (200 juta dosis), Kanada (38 juta dosis), dan negara-negara anggota lembaga multilateral penyumbang vaksin Covax (500 juta dosis).



Sumber: BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Malaysia Terima Pengiriman 300.000 Dosis Vaksin Sinovac

Pemerintah Malaysia menerima pengiriman vaksin Sinovac dari Tiongkok di Bandara KLIA, Sabtu (27/2/2021).

DUNIA | 27 Februari 2021

KBRI Antananarivo Pulangkan 7 ABK WNI yang Alami Perlakuan Tidak Manusiawi

Ketujuh WNI tersebut akan pulang menggunakan pesawat the Emirates dan dijadwalkan tiba pada Sabtu (27/2/2021) malam.

DUNIA | 27 Februari 2021

Menteri Kesehatan Argentina Dinyatakan Positif Covid-19

Menteri Kesehatan Argentina Carla Vizzotti pada Jumat (26/2) mengatakan dia telah dites positif Covid-19 dan harus menjalani karantina.

DUNIA | 27 Februari 2021

AS dan Uni Eropa Nyatakan Krimea Milik Ukraina

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa telah menegaskan kembali sikap bahwa Krimea adalah milik Ukraina.

DUNIA | 27 Februari 2021

Lebih 300 Orang Didakwa Kasus Kerusuhan Capitol AS

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) telah mendakwa lebih dari 300 orang dalam kerusuhan Capitol.

DUNIA | 27 Februari 2021

Alasan Usia, Merkel Tolak Vaksin Covid-19 Astrazeneca

Kanselir Jerman Angela Merkel mengaku tidak akan mengambil vaksin Covid-19 Astrazeneca karena dia sudah terlalu tua.

DUNIA | 27 Februari 2021

Arab Saudi Bantah Laporan Intel AS Soal Khashoggi

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi membantah laporan intel Amerika Serikat (AS) tentang kematian Jamal Khashoggi.

DUNIA | 27 Februari 2021

Milisi Bersenjata Culik 317 Siswi Nigeria

Sejumlah 317 siswi sekolah di Nigeria diculik kelompok milisi bersenjata pada Jumat (26/2) pagi.

DUNIA | 27 Februari 2021

Menkes Israel: 50% Populasi Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Sekitar 50% dari populasi Israel yang berpenduduk 9,3 juta setidaknya telah menerima satu dosis vaksin Covid-19.

DUNIA | 27 Februari 2021

Australia Akan Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max

Regulator penerbangan Australia menyatakan pada Jumat (26/2) akan mencabut larangan terbang Boeing 737 Max.

DUNIA | 27 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS