Coca Cola Uji Botol Kertas Pertama
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Coca Cola Uji Botol Kertas Pertama

Sabtu, 13 Februari 2021 | 12:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Atlanta, Beritasatu.com- Coca-Cola akan menguji botol kertas sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menghilangkan plastik dari kemasannya seluruhnya.

Seperti dilaporkan BBC, Sabtu (13/2), purwarupa ini dibuat oleh perusahaan Denmark dari cangkang kertas ekstra kuat yang masih berisi lapisan plastik tipis.

Tetapi tujuan Coca Cola adalah untuk membuat botol bebas plastik yang 100% dapat didaur ulang yang mampu mencegah gas keluar dari minuman berkarbonasi. Penghalang juga harus memastikan tidak ada serat yang mengelupas ke dalam cairan.

Botol kertas akan menimbulkan risiko mengubah rasa minuman atau berpotensi melanggar pemeriksaan kesehatan dan keselamatan.

Tetapi raksasa industri mendukung rencana tersebut. Coca-Cola, misalnya, telah menetapkan tujuan untuk menghasilkan nol limbah pada tahun 2030.

Coca-Cola menduduki peringkat pencemar plastik nomor satu di dunia oleh kelompok amal Break Free From Plastic tahun 2020, diikuti oleh produsen minuman lain Pepsi dan Nestle.

Perusahaan Botol Kertas, atau Paboco, adalah perusahaan Denmark di balik pengembangan wadah berbasis kertas.

Bagian dari tantangan botol kertas adalah menciptakan struktur yang mampu menahan tekanan yang diberikan oleh minuman bersoda - seperti cola dan bir - yang dikemas dalam kemasan di bawah tekanan.

Selain itu, kertas harus dapat dicetak, untuk membuat bentuk dan ukuran botol yang berbeda untuk berbagai merek, dan merekatkan tinta tinta untuk mencetak label mereka.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ekonomi Korut Gagal, Kim Jong-un Salahkan Pejabat

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah mengkritik keras kinerja kabinetnya atas kegagalan ekonomi negara.

DUNIA | 13 Februari 2021

Iran Buka Jalur Pengiriman Langsung ke Suriah

Iran akan meluncurkan jalur pengiriman langsung dari kota pelabuhan selatan Bandar Abbas ke pelabuhan Latakia di Suriah pada 10 Maret 2021.

DUNIA | 13 Februari 2021

WHO: Semua Hipotesis Asal Covid-19 Masih Terbuka

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa semua hipotesis tentang asal-usul Covid-19 masih tetap dibahas, setelah misi investigasi di Tiongkok.

DUNIA | 13 Februari 2021

Milisi Houthi Akan Dicabut dari Daftar Hitam AS

Amerika Serikat (AS) akan mencabut milisi Houthi di Yaman dari daftar hitam

DUNIA | 13 Februari 2021

Ini Bukti Penting Trump Tahu dan Tidak Mau Hentikan Perusuh Capitol

Bukti menunjukkan Trump tahu keselamatan Pence terancam tetapi tidak peduli sama sekali.

DUNIA | 13 Februari 2021

Mario Draghi Dilantik Jadi PM Italia

Mario Draghi secara resmi memangku jabatan perdana menteri Italia berikutnya dan dilantik pada Sabtu (13/2).

DUNIA | 13 Februari 2021

Portugal Perpanjang Lockdown Hingga 1 Maret

Otoritas Portugal akan memperpanjang lockdown atau karantina wilayah hingga 1 Maret 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19.

DUNIA | 13 Februari 2021

Pejabat Tinggi Latvia Divaksinasi Covid-19

Para pejabat tinggi negara Latvia mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, termasuk Presiden Egils Levits dan Perdana Menteri Krisjanis Karins.

DUNIA | 13 Februari 2021

Biden: Gubernur dan Wali Kota AS Butuh Rp 4.895 Triliun untuk Perangi Covid-19

Presiden AS Joe Biden mengatakan para gubernur dan wali kota membutuhkan dana US$ 350 miliar atau sekitar Rp 4.895 triliun.

DUNIA | 13 Februari 2021

Kritikus Serukan Larangan Permanen Facebook untuk Trump

Para akademis dan pendukung hak-hak sipil pada hari Jumat (12/2) mendesak Facebook untuk secara permanen melarang Donald Trump dari platform tersebut.

DUNIA | 13 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS