2020, Boeing Catat Kerugian Rp 179 Triliun
Logo BeritaSatu

2020, Boeing Catat Kerugian Rp 179 Triliun

Kamis, 28 Januari 2021 | 08:55 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Boeing menutup pembukuan pada tahun terburuknya pada 2020 dengan kerugian operasional hingga US$ 12,8 miliar atau Rp 179 triliun. Boeing membukukan rekor kerugian dan mencatat merosotnya penjualan di belakang krisis ganda yakni pandemi Covid-19 dan masalah pada 737 MAX.

Kerugian perusahaan dari operasi naik menjadi US$ 12,8 miliar, naik dari hampir US$ 2 miliar (Rp 28 triliun) tahun lalu, yang merupakan rekor kerugian Boeing sebelumnya. Rugi bersih perusahaan melonjak menjadi US$ 11,9 miliar (Rp167 triliun), juga meningkat dari rekor tahun sebelumnya yakni sebesar US$ 636 juta (Rp 8,93 triliun).

Kerugian bersih jauh lebih besar sebagian karena keputusan yang diumumkan Rabu (27/1) untuk mendorong pengiriman pertama jet terbarunya, 777X, mundur ke tahun 2023, dari target sebelumnya yaitu peluncuran tahun 2022.

Pesawat jarak jauh berbadan lebar itu dirancang untuk digunakan sebagian besar dalam perjalanan internasional, dan itu merupakan bagian dari perjalanan udara yang diperkirakan akan memakan waktu paling lama untuk pulih dari pandemi. Boeing menanggung biaya US$ 6,5 miliar (Rp 91,3 triliun) sebagai akibat dari penundaan itu.

Saham Boeing (BA) turun 3% dalam perdagangan tengah hari karena kerugian yang jauh lebih besar dari perkiraan.
Perusahaan itu terpukul oleh hampir penghentian perjalanan udara yang disebabkan oleh pandemi, yang menyebabkan maskapai penerbangan di seluruh dunia membatalkan atau menunda pesanan dan jadwal pengiriman pesawat baru. Pendapatan turun 24% menjadi US$ 58,2 miliar (Rp 741 triliun) untuk tahun 2021.

"2020 adalah tahun yang menantang secara historis bagi dunia kita, untuk industri, untuk bisnis dan komunitas kita," kata CEO Dave Calhoun.

Calhoun memperingatkan bahwa pemulihan di sektor penerbangan tidak segera terjadi, jadi enam hingga sembilan bulan ke depan akan tetap sangat menantang bagi pelanggan maskapai Boeing dan seluruh industri penerbangan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dicekal Permanen, TikTok Pecat Karyawan dI India

TikTok terpaksa memecat para karyawannya di India karena aplikasi berbagi video tersebut telah dilarang permanen selama berbulan-bulan.

DUNIA | 28 Januari 2021

Pasokan Habis, Vaksinasi di Madrid Dihentikan Dua Minggu

Kota Madrid di Spanyol menghentikan vaksinasi Covid-19 selama dua minggu, karena pasokan vaksin habis

DUNIA | 28 Januari 2021

Cile Setujui Izin Pakai Darurat Vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca

Cile menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional Astrazeneca dan Universitas Oxford

DUNIA | 28 Januari 2021

Jadi Menhub, Pete Buttigieg Raih Persetujuan Komite Senat AS

Pete Buttigieg memenangkan persetujuan Komite Perdagangan Senat Amerika Serikat (AS), pada Rabu (27/1), untuk mengepalai Departemen Transportasi.

DUNIA | 28 Januari 2021

Dunia Berebut Vaksin

Eropa mengancam akan membatasi ekspor vaksin Covid-19 yang diproduksi di kawasan itu.

DUNIA | 28 Januari 2021

Di WEF, Putin Peringatkan Pandemi Perburuk Ketidakseimbangan Global

Pandemi virus corona telah menjadi tantangan besar bagi umat manusia, dan telah mempercepat perubahan struktural.

DUNIA | 28 Januari 2021

Kasus Positif Covid-19 Dunia Tembus Angka 100 Juta

Jumlah kasus positif Covid-19 di seluruh dunia pada Rabu (27/1/2021) telah melampaui angka 100 juta jiwa, menurut perhitungan yang dilakukan Reuters.

DUNIA | 27 Januari 2021

Myanmar Mulai Program Vaksinasi Covid-19

Myanmar meluncurkan program vaksinasi Covid-19 di seluruh negeri pada Rabu (27/1). Program vaksinasi dimulai dengan staf medis yang bekerja di garis depan

DUNIA | 27 Januari 2021

Total Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Inggris Capai 100.000

Jumlah korban meninggal di Inggris akibat Covid-19 sudah tembus 100.000 orang

DUNIA | 27 Januari 2021

Brasil Laporkan Korban Jiwa Covid-19 Lebih dari 1.000 per Hari

Brasil mencatat 1.214 kematian akibat virus corona baru dan 61.963 kasus baru dalam 24 jam terakhir, pada Selasa (26/1).

DUNIA | 27 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS