Hanya Dua yang Disumpah 4 Kali Sebagai Presiden AS, Termasuk Obama
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-2.17)   |   COMPOSITE 6376.76 (0)   |   DBX 1366.47 (0.58)   |   I-GRADE 184.394 (0)   |   IDX30 516.608 (-2.45)   |   IDX80 138.726 (-0.62)   |   IDXBUMN20 405.249 (-2.57)   |   IDXESGL 142.142 (-0.49)   |   IDXG30 145.757 (-0.84)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-1.19)   |   IDXQ30 148.268 (-0.46)   |   IDXSMC-COM 300.72 (0)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-0.5)   |   IDXV30 136.038 (0)   |   INFOBANK15 1074.63 (-5.41)   |   Investor33 444.938 (-2.19)   |   ISSI 184.203 (0)   |   JII 631.94 (0)   |   JII70 222.617 (0)   |   KOMPAS100 1239.85 (-5.85)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.57 (-6.93)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 328.624 (-0.67)   |   SMInfra18 313.805 (-1.29)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-2.16)   |  

Hanya Dua yang Disumpah 4 Kali Sebagai Presiden AS, Termasuk Obama

Rabu, 20 Januari 2021 | 23:15 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Proses pelantikan presiden Amerika Serikat tidak semudah yang terlihat, terutama dalam pengambilan sumpah seperti yang disyaratkan oleh konstitusi.

Franklin D Roosevelt memegang rekor sebagai presiden yang paling sering diambil sumpahnya karena menjabat selama empat periode (1933-1945) di era Perang Dunia II. Ketika itu, masa jabatan yang melebihi dua periode diperkenankan untuk menjaga kestabilan negara di masa perang.

Namun, tahukah Anda bahwa rekor itu disamai Barack Obama? Bukan soal masa jabatan, tetapi soal jumlah pengambilan sumpah.

Pada 20 Januari 2009, ketika dilantik pertama kali sebagai presiden, Obama salah mengucapkan kalimat yang penting karena kesalahan Ketua Mahkamah Agung John Roberts yang memandunya. Demi memastikan keabsahan sumpah itu, Obama melakukannya lagi hari berikutnya.

Pelantikannya yang kedua pada 2013 tidak terlalu dramatis. Karena 20 Januari tahun itu jatuh hari Minggu, pengambilan sumpah dilakukan secara tertutup di Gedung Putih. Pada Senin berikutnya, dalam acara resepsi yang dihadiri masyarakat, dia kembali melakukan sumpah jabatan untuk melengkapi seremoni.

Sumpah jabatan itu isinya sebetulnya pendek saja:

Saya bersumpah dengan sungguh-sungguh akan dengan setia menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat dan dengan segenap kemampuan akan merawat, melindungi, dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat.

Saat pelantikan Obama 2009, ketua MA mengucapkan terbalik: "... akan menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat dengan setia.”

Obama sempat menunggu Roberts untuk mengoreksi. Si ketua MA memang melakukan koreksi, yaitu: “.. menjalankan tugas dengan setia”, yang lagi-lagi terbalik. Namun, akhirnya Obama mengikuti pembacaan terakhir yang juga salah itu, sehingga kemudian diulang lagi hari berikutnya.

Dan bukan hanya Obama yang pernah salah ucap dalam sumpah jabatan. Sedikitnya ada lima presiden lain yang tidak sempurna membacakan sumpah tersebut.

Pada 1929, seorang remaja putri usia 13 bernama Helen Terwilliger menemukan kesalahan dalam pengucapan sumpah jabatan oleh Presiden Herbert Hoover. Bocah itu sudah lebih dulu menghapal isi sumpah jabatan dan menyimak acara pelantikan lewat radio.

Dia lalu menulis surat kepada Ketua MA William Taft, yang mengakui kesalahannya tetapi menegaskan hal itu tidak membatalkan kepresidenan Hoover.



Sumber: BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Joe Biden Akan Ambil Alih Akun @POTUS

Saat Joe Biden dilantik sebagai presiden AS, peralihan kekuasaan lainnya juga akan terjadi di media sosial. Biden akan ambil alih akun Twitter @POTUS

DUNIA | 20 Januari 2021

Presiden Iran Sambut Gembira Kepergian Trump, Sang Tiran

Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (20/1) menyambut gembira kepergian presiden AS yang dijuluki "tiran", Donald Trump.

DUNIA | 20 Januari 2021

Akibat Covid-19, Menlu Zimbabwe Wafat

Menteri Luar Negeri Zimbabwe Sibusiso Moyo meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19.

DUNIA | 20 Januari 2021

Jelang Lengser, Trump Berikan Pengampunan kepada 73 Orang

Dari 73 orang tersebut termasuk diantaranya mantan ajudannya, Steve Bannon yang didakwa pada Agustus 2016.

DUNIA | 20 Januari 2021

Inggris dan Rusia Ingin Kerja Sama dengan AS Pimpinan Biden

Inggris dan Rusia menyatakan keinginan untuk menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Presiden Joe Biden.

DUNIA | 20 Januari 2021

Sebelum Dilantik, Joe Biden Beribadah di Gereja Katolik

Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menghadiri ibadah Misa di gereja Katolik sebelum pelantikannya, Rabu (20/1).

DUNIA | 20 Januari 2021

Setelah Dilantik, Biden Segera Batalkan Kebijakan Trump

Joe Biden akan menandatangani 15 perintah eksekutif untuk membatalkan kebijakan Donald Trump. setelah dilantik sebagai presiden AS.

DUNIA | 20 Januari 2021

Trump Doakan Pemerintahan Biden "Sukses Besar"

Dia tidak menyebut nama Biden sekali pun dalam pidatonya.

DUNIA | 20 Januari 2021

Lady Gaga dan Foo Fighters Bakal Ramaikan Pelantikan Biden

Musisi papan atas seperti Bruce Springsteen, Foo Fighters, dan John Legend akan menyuguhkan konser dari jarak jauh secara virtual.

DUNIA | 20 Januari 2021

Selesai Sudah! Trump Tinggalkan Washington Terakhir Kali Sebagai Presiden

Di pangkalan udara Andrews, Trump disambut pendukungnya dan sempat berpidato sebelum melanjutkan perjalanan.

DUNIA | 20 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS