Presiden Duterte Setujui Vaksin Pfizer dan Sinovac
Logo BeritaSatu

Presiden Duterte Setujui Vaksin Pfizer dan Sinovac

Rabu, 20 Januari 2021 | 08:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Manila, Beritasatu.com- Pada Senin (18/1), Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan tidak akan menghentikan warga Filipina untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech. Meskipun demikian, dia juga mendukung vaksin buatan Sinovac Tiongkok.

Persetujuan kepada Pfizer itu diberikan meskipun ada laporan di Norwegia tentang kematian di antara orang tua yang lemah setelah diinokulasi.

“Hampir semua orang yang saya kenal berebut untuk membeli (vaksin) Pfizer ini. Bagi saya, saya pikir itu bagus. Jika Anda ingin mengikuti pengalaman Norwegia, silakan. Tidak ada yang akan menghentikanmu,” katanya dalam pidato televisi larut malam.

Pada Senin, Norwegia menyatakan tidak mengubah kebijakannya tentang penggunaan vaksin Pfizer dan BioNTech, menyusul laporan kematian di antara penerima yang sangat lemah setelah inokulasi diberikan.

Dalam pidato, Duterte juga menegaskan pembelaannya atas kesepakatan pasokan pemerintah yang melibatkan CoronaVac, vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Tiongkok.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Filipina (FDA) telah mengesahkan penggunaan darurat vaksin Pfizer, yang pertama kali disetujui di negara Asia Tenggara, yang memiliki jumlah kasus virus korona tertinggi di Asia.

Pemerintah menargetkan untuk memulai imunisasi bulan depan, berharap dapat menyuntik 70 juta orang, atau dua pertiga dari populasinya, tahun 2021.

Duterte mengatakan vaksin Sinovac sekarang digunakan di Thailand, Malaysia, Indonesia, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Brasil, dan sejauh ini belum ada laporan kematian.

“Filipina juga telah memperkuat kesepakatan pasokan dengan Novavax, Moderna, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Institut Gamaleya Rusia,” tambah Carlito Galvez, mantan panglima militer yang menangani pengadaan vaksin pemerintah.

Duterte meyakinkan publik tentang kesepakatan pasokan vaksin bebas korupsi, setelah Senat meluncurkan penyelidikan atas transaksi pemerintah di tengah pertanyaan tentang transparansi dan kemanjuran harga.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

4 Juta Warga Inggris Dapat Dosis Pertama Vaksin Covid-19

Lebih dari empat juta orang di Inggris telah menerima dosis pertama vaksin virus corona.

DUNIA | 20 Januari 2021

Investigasi Awal Pandemi Covid-19, Panel Pakar Kritik Tiongkok dan Negara Lain

Panel pakar yang ditugaskan oleh WHO telah mengkritik Tiongkok dan negara lain karena tidak bergerak cepat untuk membendung wabah awal virus corona.

DUNIA | 20 Januari 2021

Lady Gaga dan JLo Meriahkan Pelantikan Biden

Lady Gaga dan Jennifer Lopez (J.Lo) akan menjadi bagian dari daftar artis teratas yang akan mengambil bagian dalam upacara pelantikan Joe Biden pada Rabu (20/1).

DUNIA | 20 Januari 2021

Gladi Bersih Pelantikan Biden Terganggu Insiden Kebakaran

Aparat melakukan lockdown sementara saat gladi bersih pelantikan presiden terpilih, Joe Biden, Senin (18/1) akibat insiden kebakaran.

DUNIA | 20 Januari 2021

Pemblokiran Channel Youtube Trump Diperpanjang Seminggu Pascapelantikan

YouTube melarang Trump memposting video seminggu lalu karena melanggar kebijakan konten berupa menghasut melakakan kekerasan.

DUNIA | 20 Januari 2021

Berbeda dengan Varian Inggris dan Afsel, Jerman Temukan Mutasi Baru Covid-19

Varian baru teridentifikasi pada sekelompok pasien rumah sakit (RS) di Bavaria, Jerman.

DUNIA | 20 Januari 2021

Biden Tolak Aturan Trump untuk Cabut Larangan Perjalanan Covid-19

Kemunculan varian virus corona yang lebih menular menjadi alasan bahwa bukan saat yang tepat untuk mencabut pembatasan atas perjalanan internasional.

DUNIA | 20 Januari 2021

Petinggi Partai Republik: Perusuh Capitol Diprovokasi Trump

"Para perusuh telah dicekoki dengan kebohongan," kata senator asal Kentucky itu.

DUNIA | 20 Januari 2021

2 Anggota Garda Nasional Dicopot dari Tim Pengamanan Pelantikan Biden

Dua prajurit Angkatan Darat itu dicurigai terafiliasi ke kelompok ekstremis kanan.

DUNIA | 20 Januari 2021

Lima Pelantikan Presiden Paling Tidak Lazim dalam Sejarah Amerika

Ada presiden Amerika yang dilantik di kabin pesawat dan bahkan di dalam rumah orang tuanya sendiri.

DUNIA | 20 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS