Logo BeritaSatu

Biden Tolak Aturan Trump untuk Cabut Larangan Perjalanan Covid-19

Rabu, 20 Januari 2021 | 05:07 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WBP

Washington, Beritasatu.com - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden menolak dekrit terbaru dari Gedung Putih atas aturan perjalanan Covid-19 yang dikeluarkan Presiden Donald Trump pada hari-hari terakhirnya di Gedung Putih. Dalam salah satu perintah terakhirnya, Trump berusaha mengakhiri larangan perjalanan untuk para pendatang dari sebagian besar Eropa dan Brasil.

Juru bicara Biden mengatakan saat ini bukan waktunya untuk melonggarkan langkah perjalanan. Biden akan dilantik sekitar pertengahan Rabu (20/1/2021), meskipun sebagian besar sorotan kepada langkah terakhir Trump termasuk pengampunan presiden.

Keamanan dijaga dengan sangat ketat di Washington DC menjelang upacara pelantikan Biden. Ribuan Garda Nasional telah dikerahkan setelah penyerbuan ke Gedung Capitol oleh para pendukung pro-Trump pada 6 Januari sehingga lima orang meninggal.

FBI telah memperingatkan kemungkinan aksi protes bersenjata di seluruh negara oleh ekstrimis sayap kanan yang diperkuat oleh insiden Capitol tersebut. Biden bersama istrinya, Jill, akan pergi ke Washington dari kediamannya di Wilmington, Delaware, Selasa (19/1/2021).

Pada Maret, AS menerapkan pembatasan perjalanan kepada Eropa, serta melarang masuk orang dari Brasil pada Mei. Namun, dekrit Gedung Putih yang dikeluarkan Senin (18/1/2021) menyatakan larangan masuk tersebut akan berakhir pada 26 Januari atau enam hari setelah Biden menjabat presiden.

Tidak lama setelah itu, juru bicara Biden, Jen Psaki, menyatakan penolakannya. “Atas saran dari tim medis kami, pemerintah tidak bermaksud mencabut pembatasan ini pada 26 Januari. Faktanya, kami berencana memperkuat langkah kesehatan publik pada sekitar perjalanan internasional dengan tujuan memitigasi lebih lanjut penularan Covid-19,” kata Psaki.

Menurutnya, kemunculan varian virus corona yang lebih menular di seluruh dunia menjadi alasan bahwa bukan saat yang tepat untuk mencabut pembatasan atas perjalanan internasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jika Gunakan Senjata Nuklir, Rusia Ditinggalkan Iran dan Tiongkok

Rusia akan ditinggalkan Iran dan Tiongkok jika Presiden Vladimir Putin menggunakan senjata nuklir.

NEWS | 27 September 2022

4.400 Personel Amankan Aksi Demo di Depan Gedung DPR/MPR

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI, Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak yang bakal menggelar aksi demo di depan Gedung DPR/MPR.

NEWS | 27 September 2022

Seleksi Guru ASN P3K Dibuka, Pemda Diminta Optimalkan Usulan Formasi

Kemendikbudristek mendorong pemda mengajukan formasi guru ASN P3K secara optimal dalam seleksi guru ASN P3K 2022. 

NEWS | 27 September 2022

Volodymyr Zelensky Dapat Gelar Tokoh Yahudi Paling Berpengaruh 2022

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendapat gelar sebagai Tokoh Yahudi Paling Berpengaruh Tahun 2022.

NEWS | 27 September 2022

Swiss Musnahkan 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna

Swiss terpaksa memusnahkan 10,3 juta dosis vaksin Moderna untuk melawan Covid-19, setelah habis masa berlakunya minggu ini.

NEWS | 27 September 2022

5 Warga Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Kota Baru Kalsel

Sebanyak lima warga meninggal dunia dalam bencana tanah longsor yang melanda Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sei Durian, Kabupaten Kota Baru, Kalsel.

NEWS | 27 September 2022

Global Forum AMM G-20 Akan Bahas Pertanian Digital

AMM G-20 akan dibuka dengan sesi Global Forum yang secara khusus akan membahas pertanian digital.

NEWS | 26 September 2022

BNPP Susun Rencana Aksi Eks OBP Sungai Simantipal

Menurut BNPP, OBP untuk wilayah/segmen batas negara RI-Malaysia di Sungai Simantipal dan C500-C600 dinyatakan berakhir.

NEWS | 26 September 2022

Kasus Brigadir J, AKBP Raindra Ramadhan Syah Jalani Sidang Etik Hari Ini

Eks Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah menjalani sidang etik terkait kasus Brigadir J pada hari ini, Selasa (27/9/2022).

NEWS | 27 September 2022

Lukas Enembe Klaim Hanya Kelola 20% Dana Otsus Papua

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyatakan, pihak Pemprov Papua hanya mengelola 20% dari total dana otsus yang diberikan.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jika Gunakan Senjata Nuklir, Rusia Ditinggalkan Iran dan Tiongkok

Jika Gunakan Senjata Nuklir, Rusia Ditinggalkan Iran dan Tiongkok

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings