Logo BeritaSatu

Dirjen WHO Sebut Ketidakadilan Distribusi Vaksin sebagai "Kegagalan Moral"

Selasa, 19 Januari 2021 | 21:37 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAS

Jenewa, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa dunia berada di tepi “bencana kegagalan moral” jika negara-negara kaya tidak memastikan distribusi adil dari vaksin untuk memerangi pandemi virus corona. Situasi itu bisa menunda penyaluran skema vaksin multilateral Covax, di mana Indonesia juga ikut bergabung, yang sudah menjadwalkan vaksinasi mulai bulan depan.

“Saya perlu terus terang, dunia berada di tepi bencana kegagalan moral dan harga dari kegagalan ini akan dibayarkan dengan nyawa dan mata pencaharian di negara termiskin dunia,” kata Tedros yang meningkatkan retorikanya dalam sesi dewan eksekutif di Jenewa, Swiss, Senin (18/1/2021).

Tedros telah berulang kali mendesak negara-negara lebih kaya tidak melupakan negara miskin lewat upaya memotong kesepakatan bilateral dengan pemasok vaksin.

Tedros menyebut sekalipun 39 juta dosis vaksin telah disalurkan kepada lebih dari 40 negara berpendapatan tinggi, tapi satu negara miskin hanya mendapatkan 25 juta dosis.

Dia mengatakan 44 kesepakatan bilateral telah ditandatangani pada 2019 dan setidaknya 12 lagi ditandatangani pada 2020.

“Ini bisa menunda pengiriman Covax dan menciptakan skenario Covax yang didesain untuk menghindari penimbunan, pasar yang kacau, respons tidak terkoordinasi dan gangguan sosial dan ekonomi berkelanjutan,” kata Tedros.

Menurutnya, pendekatan me-first membuat negara-negara termiskin dan paling rentan berada dalam risiko. “Pada akhirnya, tindakan ini hanya akan memperpanjang pandemi,” lanjut Tedros.

Covax, yang disebut konsorsium vaksin negara-negara berkembang, adalah skema vaksin yang dipimpin oleh aliansi vaksin Gavi, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI), dan WHO. Tujuannya mempercepat pengembangan dan produksi vaksin Covid-19, serta menjamin akses yang adil dan setara untuk setiap negara di dunia.

WHO telah bermitra dengan sejumlah produsen vaksin untuk menyediakan dua miliar dosis vaksin untuk Covax. Namun, Tedros menyatakan terdapat kekhawatiran bahwa vaksin tidak akan dikirimkan.

“Bahkan saat mereka bicara bahasa akses yang setara, beberapa negara dan perusahaan terus memprioritaskan kesepakatan bilateral, berkeliling sekitar Covax, menaikkan harga, dan berusaha melompat ke depan antrean,” kata Tedros.

Tedros memuji peluncuran vaksin sebagai pencapaian ilmiah luar biasa. Menurutnya, ada pelajaran yang bisa dipelajari dari pandemi global di masa lalu ketika vaksin membutuhkan waktu lama untuk menjangkau negara berkembang.

Menurutnya, krisis saat ini adalah peluang untuk “menulis ulang sejarah” dengan memastikan vaksin terdistribusi secara adil antara negara dan mereka yang paling membutuhkan.

Dia menyerukan negara-negara kaya untuk menunda vaksinasi orang-orang muda dan sehat sehingga warga lanjut usia (lansia) dan pekerja kesehatan garda terdepan di negara berkembang dapat menerima dosis vaksin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Roy Suryo Segera Disidang, Pengacara: Kami Tak Diberi Berkas Lengkap

Roy Suryo, mantan Menpora, segera menjalani sidang pertamanya, terkait kasus stupa Borobudur mirip Jokowi. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Alibi Surat Polisi Minta Pertandingan Mundur, Pengamat Nilai Prematur

Tragedi Kanjuruhan, Pengamat ISESS Khairul Fahmi menilai prematur alibi permintaan surat mundur waktu pertandingan Arema dengan Persebaya dari malam ke sore.

NEWS | 7 Oktober 2022

Menko PMK Minta Kementerian PUPR Perbaiki MTsN 19 Jakarta

Menko PMK, Muhadjir Effendy meminta Kementerian PUPR memperbaiki tembok MtsN 19 Jakarta yang roboh dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Anies Beri Sinyal Bakal Duet dengan AHY di Pilpres 2024

Anies Baswedan memberikan sinyal maju menjadi capres dan bakal berduet dengan  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

NEWS | 7 Oktober 2022

Tembok Sekolah Roboh, 490 Siswa MTsN 19 Diliburkan

Usai peristiwa tembok sekolah yang roboh dan menewaskan 3 siswa, sebanyak 490 siswa MTsN 19 Jakarta diliburkan sementara.

NEWS | 7 Oktober 2022

Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Dirut LIB Belum Ditahan

Enam tersangka tragedi Kanjuruhan pascakericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, belum ditahan, termasuk Dirut Liga Indonesia Baru (LIB) Ahmad Hadian Lukita.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kapolda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadli Imran menyempatkan menggelar doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan saat menggelar laga persahabatan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Ini Kronologi Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh dan Menimpa 3 Siswa hingga Tewas

Saksi mata mengisahkan kronologi tembok MTsN 19 Jakarta roboh. Saksi mata mengatakan kejadian banjir begitu cepat.

NEWS | 7 Oktober 2022

Imbas Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh, Pembelajaran Berlangsung Jarak Jauh

Proses belajar mengajar MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan diberlakukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah tembok MTsN 19 roboh.

NEWS | 7 Oktober 2022

MTsN 19 Jakarta Masih Dipasangi Garis Polisi

Garis Polisi masih terpasang di MtsN 19 Jakarta usai tembok sekolah roboh dan mengakibatkan tiga siswa meninggal dunia. 

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
<em>Holding</em> Tambang MIND ID Gelar Kompetisi Karya Jurnalistik

Holding Tambang MIND ID Gelar Kompetisi Karya Jurnalistik

EKONOMI | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings