India Mulai Vaksinasi Covid-19 pada 16 Januari
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

India Mulai Vaksinasi Covid-19 pada 16 Januari

Senin, 11 Januari 2021 | 08:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- India akan memulai program vaksinasi Covid-19 pada 16 Januari 2021. Pada Sabtu (9/1), otoritas menyatakan prioritas vaksin diberikan kepada sekitar 30 juta petugas kesehatan dan pekerja garis depan.

Seperti dilaporkan Reuters, Perdana Menteri Narendra Modi meninjau kesiapan untuk program vaksinasi Covid-19 pada hari Sabtu, katanya. India berharap dapat menyuntik 300 juta dari 1,35 miliar penduduknya secara gratis dalam enam hingga delapan bulan pertama tahun ini.

Dengan jumlah infeksi tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat, India sedang mengembangkan dua vaksin Covid-19 asli. Pada Sabtu, otoritas melaporkan 18.222 kasus virus corona baru, sehingga total menjadi 10,43 juta.

Regulator obat India telah menyetujui dua vaksin virus corona untuk penggunaan darurat, Covishield, yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford dan Covaxin oleh perusahaan lokal Bharat Biotech dan sebuah lembaga yang dikelola negara.

Setelah petugas kesehatan dan garis depan, vaksin akan diberikan kepada "mereka yang berusia di atas 50 tahun dan kelompok populasi di bawah 50 tahun dengan penyakit penyerta, berjumlah sekitar 2,7 juta orang.

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan apakah pemerintah federal telah menandatangani kesepakatan pembelian dengan Bharat Biotech dan Serum Institute of India, produsen lokal vaksin AstraZeneca.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rakyat Tiongkok Akan Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

Tiongkok akan memberikan vaksin Covid-19 secara gratis begitu tersedia untuk masyarakat umum.

DUNIA | 11 Januari 2021

Survei: Mayoritas Warga AS Ingin Trump Dicopot

Sejumlah 57% warga Amerika ingin Presiden Donald Trump segera dicopot dari jabatannya setelah dia mendorong aksi protes brutal yang menjadi kerusuhan mematikan

DUNIA | 11 Januari 2021

Filipina Amankan 30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Covovax

Filipina dalam tahap akhir kesepakatan dengan berbagai produsen untuk memvaksinasi setidaknya 60-70% dari populasi.

DUNIA | 11 Januari 2021

Jepang Temukan Varian Baru Covid-19 Berbeda dengan Strain Inggris dan Afsel

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian baru pada warga Brasil memiliki tingkat penularan tinggi.

DUNIA | 11 Januari 2021

Menlu Amerika Bebaskan Kunjungan Resmi ke Taiwan

"Hubungan AS-Taiwan tidak boleh dikekang oleh batasan-batasan yang dibuat oleh birokrasi kita sendiri,” tulis Pompeo.

DUNIA | 10 Januari 2021

Pakar Asing: Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Bukan Akibat Cacat Desain

Meskipun masih dalam investigasi, penerbangan menduga kecelakaan pesawat Sriwijaya Air bukan disebabkan masalah desain yang cacat.

DUNIA | 10 Januari 2021

Pendiri Freeport-McMoRan Jim Bob Moffett Meninggal Dunia

Salah satu pendiri dan mantan CEO Freeport-McMoRan Inc Jim Bob Moffett meninggal dunia akibat komplikasi Covid-19 pada usia 82 tahun.

DUNIA | 10 Januari 2021

PM Netanyahu Terima Dosis Vaksin Kedua Covid-19

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima dosis kedua vaksin Covid-19 di Sheba Medical Center di Tel Aviv pada Sabtu (9/1) malam.

DUNIA | 10 Januari 2021

Siap Terima Vaksinasi Covid-19, Paus Anggap sebagai Pilihan Etis

Paus Fransiskus berencana untuk divaksinasi Covid-19 paling cepat minggu depan sebagai satu pilihan etis.

DUNIA | 10 Januari 2021

WHO: Negara Kaya Jangan Potong Antrean Vaksin Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara kaya untuk tidak memotong antrean vaksin Covid-19

DUNIA | 10 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS