Vaksin AstraZeneca dan Sputnik V Rusia Akan Dicampur untuk Tingkatkan Kemanjuran
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Vaksin AstraZeneca dan Sputnik V Rusia Akan Dicampur untuk Tingkatkan Kemanjuran

Minggu, 13 Desember 2020 | 05:40 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

London, Beritasatu.com - Raksasa farmasi asal Inggris, AstraZeneca pada Jumat (11/12/2020) mengatakan segera bekerja sama dengan Institut Gamaleya Rusia untuk mengembangkan kombinasi dua vaksin virus corona mereka.

Pengumuman tersebut muncul tak lama setelah pengembang vaksin Sputnik V Covid-19 mendekati AstraZeneca melalui Twitter akhir bulan lalu untuk menanyakan soal penggabungaan dua vaksin berbasis virus flu biasa untuk meningkatkan kemanjuran.

The Russian Direct Investment Fund yang mendanai pengembangan Sputnik V mengatakan uji klinis vaksin AstraZeneca yang dikombinasikan dengan vaksinnya akan dimulai pada akhir bulan. “Mampu menggabungkan berbagai vaksin Covid-19 dapat meningkatkan perlindungan dan aksesibilitas vaksin. Inilah mengapa penting untuk mengeksplorasi kombinasi vaksin yang berbeda untuk membuat program imunisasi lebih fleksibel, dengan memberikan pilihan lebih banyak kepada dokter saat memberikan vaksin,” kata AstraZeneca dalam sebuah pernyataan.

“Mungkin juga kombinasi vaksin dapat meningkatkan kekebalan dalam jangka waktu yang lebih lama,” tambahnya.

Vaksin Covid-19 AstraZeneca, yang diproduksi bekerja sama dengan Universitas Oxford, adalah salah satu dari beberapa yang berusaha mendapatkan persetujuan dari regulator obat di tengah meningkatnya harapan bahwa kampanye vaksinasi massal dapat membantu mengakhiri pandemi.

Hingga saat ini, lebih 69 juta orang telah tertular virus corona di seluruh dunia, dengan 1,58 juta kematian menurut data Universitas Johns Hopkins.

Data yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet minggu ini menunjukkan vaksin AstraZeneca memiliki kemanjuran rata-rata 70,4%, berdasarkan pengumpulan data sementara dari uji klinis tahap akhir. Vaksin tersebut juga terbukti aman dan efektif.

Sementara Rusia mengklaim Sputnik V lebih 90% efektif mencegah orang tertular virus, mengutip hasil awal dari uji coba yang sedang berlangsung.

Tahap Kerja Sama Baru
Kerja sama antara AstraZeneca dan lembaga penelitian sains yang didukung negara Rusia kemungkinan akan dilihat sebagai mosi percaya pada vaksin Sputnik V. Moskow. Pada Agustus, Rusia menjadi negara pertama yang mendaftarkan vaksin untuk penggunaan darurat, meskipun ada peringatan dari otoritas dunia tentang hal itu.

“Keputusan AstraZeneca melakukan uji klinis menggunakan salah satu dari dua vektor Sputnik V untuk meningkatkan kemanjuran vaksinnya merupakan langkah penting untuk menyatukan upaya dalam memerangi pandemi,” kata CEO The Russian Direct Investment Fund Kirill Dmitriev dalam sebuah pernyataan.

“Kami menyambut baik dimulainya tahap baru kerja sama di antara produsen vaksin ini. Kami bertekad mengembangkan kemitraan ini di masa depan dan memulai produksi bersama setelah vaksin baru menunjukkan kemanjurannya dalam uji klinis, ”kata Dmitriev.

Pemimpin redaksi The Lancet, Dr. Richard Horton, mengatakan kepada CNBC pada hari Rabu bahwa vaksin AstraZeneca memiliki keunggulan komparatif yang berbeda dibandingkan kandidat terkemuka lainnya. Dia mengklaim bahwa itu adalah salah satu yang mungkin dapat mengimunisasi dunia lebih efektif dan cepat daripada kompetitornya.

Hal itu karena vaksin AstraZeneca lebih mudah disimpan dan didistribusikan dibandingkan vaksin virus corona lainnya. Selain itu, lebih murah daripada yang dikembangkan Pfizer-BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson.

AstraZeneca sebelumnya telah dikritik karena beberapa metode yang digunakan dalam uji coba vaksin fase tiga dan untuk kelompok usia yang diuji. Sebagian besar peserta yang diuji dalam studi AstraZeneca berusia lebih muda 55 tahun, menimbulkan pertanyaan tentang apakah vaksin akan efektif pada orang lanjut usia.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Maskapai Hong Kong Airlines Rumahkan 250 Karyawan

Pihak maskapai Hong Kong Airlines memberikan tawaran berupa paket kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di Hong Kong

DUNIA | 12 Desember 2020

Fasih Mandarin, Utusan Dagang AS yang Baru Tidak Akan Lunak pada Tiongkok

Seorang keturunan Tionghoa, hal ini bukan berarti Katherine Tai akan lebih lunak dalam negosiasi dagang dengan Tiongkok.

DUNIA | 12 Desember 2020

Peru Hentikan Sementara Uji Klinis Vaksin Covid-19 Produksi Sinopharm

Uji klinis vaksin Covid-19 dihentikan sementara, setelah masalah neurologis mendera salah satu relawan.

DUNIA | 12 Desember 2020

FDA Resmi Berikan Izin Darurat untuk Vaksin Pfizer-BioNTech

Dr Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Riset Biologi FDA, mengatakan potensi dan manfaat vaksin ini lebih besar daripada potensi risikonya.

DUNIA | 12 Desember 2020

Mahkamah Agung Tolak Gugatan Trump

Sebelumnya, MA juga menolak gugatan terpisah untuk membatalkan hasil penghitungan suara di Pennsylvania.

DUNIA | 12 Desember 2020

Australia Batalkan Pesanan 51 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Australia membatalkan pesanan atas 51 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh CSL Ltd dan Universitas Queensland setelah uji coba mengalami bermasalah

DUNIA | 11 Desember 2020

Biden Tunjuk Susan Rice sebagai Penasihat Dalam Negeri AS

Presiden terpilih AS Joe Biden, Kamis (10/12) menunjuk mantan penasihat keamanan nasional Susan Rice sebagai penasihat kebijakan dalam negeri

DUNIA | 11 Desember 2020

Venesia Banjir Lagi, Lapangan Santo Markus Terendam

Lapangan Santo Markus di Venesia, Italia telah terendam banjir pada Selasa (8/12) setelah bendungan buatan yang bisa dikendalikan, gagal berfungsi.

DUNIA | 11 Desember 2020

Maroko-Israel Normalisasi Hubungan Diplomatik

Maroko pada Kamis (10/12) menjadi negara Arab keempat pada tahun 2020 yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

DUNIA | 11 Desember 2020

Biden dan Harris Jadi People of the Year Majalah Time

Setelah pilpres AS, Biden dan Harris kembali mengalahkan Trump dalam anugerah gelar "Person of the Year" versi majalah Time untuk tahun 2020.

DUNIA | 11 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS