Untuk Studi, Mossad Bawa Pulang Vaksin Covid-19 dari Tiongkok
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Untuk Studi, Mossad Bawa Pulang Vaksin Covid-19 dari Tiongkok

Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:14 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Tel Aviv, Beritasatu.com- Organisasi dinas rahasia Israel, Mossad, telah memperoleh vaksin Covid-19 Tiongkok untuk "dipelajari”. Israel telah mengembangkan vaksinnya sendiri, yang sedang menjalani uji coba pada manusia.

Pada Senin (26/10), Channel 12 Israel melaporkan Mossad membawa vaksin itu ke Israel dalam beberapa pekan terakhir. Belum jelas bagaimana tepatnya agen intelijen tersebut memperoleh vaksin.

Berbagai sumber pemerintah "secara tidak langsung" telah mengkonfirmasi laporan tersebut ke media lokal. Tujuan pengadaan dikatakan untuk mempelajari senyawa Tiongkok dan mengeksplorasi lebih lanjut opsi vaksinasi. Selain itu, seorang pejabat senior kementerian kesehatan membenarkan bahwa negara tersebut sedang berusaha untuk membeli vaksin Covid-19 dari negara lain.

“Ada beberapa upaya diplomatik yang terjadi di balik layar. Kami mencoba semua yang kami bisa untuk memastikan warga Israel memiliki akses ke vaksin sesegera mungkin," kata pejabat itu kepada Jerusalem Post.

Israel telah mengembangkan vaksin Covid-19 sendiri, namun proses pengujiannya masih dalam tahap awal. Pekan lalu, Institut Penelitian Biologi Israel di Ness Ziona mengumumkan nama vaksinnya, yang dijuluki “Brilife”.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Meskipun Diprotes, PM Thailand Tolak Mundur

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menolak seruan dari partai-partai oposisi untuk mengundurkan diri.

DUNIA | 28 Oktober 2020

Miliarder Muda Tiongkok Manfaatkan Booming Teknologi, Ini Daftar 20 Orang Terkaya

Tiongkok memiliki 60 miliarder di bawah usia 40 tahun pada tahun ini, menurut Daftar Orang Kaya Hurun terbaru.

DUNIA | 28 Oktober 2020

UE: Vaksin Covid-19 Tidak Cukup untuk Semua Eropa Hingga 2022

Peringatan tersebut terlepas dari blok 27 negara dengan populasi 450 juta itu telah mengamankan lebih 1 miliar dosis vaksin Covid-19 dari tiga produsen obat.

DUNIA | 28 Oktober 2020

Erdogan Dukung Boikot Produk Prancis

Presiden Turki Tayyip Erdogan meminta rekan-rekannya untuk berhenti membeli barang-barang Prancis pada Senin (26/10).

DUNIA | 27 Oktober 2020

Serangan Udara Rusia Tewaskan Puluhan Warga Idlib

Serangan udara Rusia di Suriah utara telah menewaskan lebih dari 50 pejuang milisi yang didukung Turki di provinsi Idlib yang sebagian besar dikuasai pemberontak.

DUNIA | 27 Oktober 2020

Senat AS Setujui Amy Barrett sebagai Hakim Agung

Senat Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi penunjukan Amy Coney Barrett sebagai hakim agung AS pada Senin (26/10).

DUNIA | 27 Oktober 2020

Kemlu Pulangkan 503 WNI dari Malaysia

Total telah dipulangkan sebanyak 1.897 WNI sejak Juni 2020.

DUNIA | 27 Oktober 2020

WHO Serukan Solidaritas Global Vaksin Covid-19

WHO menyerukan solidaritas global dalam peluncuran vaksin virus corona di masa depan, karena jumlah kasus infeksi terus melonjak di seluruh dunia.

DUNIA | 27 Oktober 2020

Biden: Trump Bisa Menang dengan Cara Mendelegitimasi Pemilu

Joe Biden, mengatakan Presiden Donald Trump tetap bisa memenangkan pemilu 2020 karena caranya bermain yakni mendelegitimasi hasil pemilu.

DUNIA | 27 Oktober 2020

Oposisi Thailand Desak PM Prayut Mundur

Oposisi meminta Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-ocha untuk berhenti memanfaatkan monarki serta mendesak PM agar mengundurkan diri

DUNIA | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS