Spekulasi Pemenang Nobel Perdamaian
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

 Antara WHO, Greta Thunberg atau Pengawas Pers

Spekulasi Pemenang Nobel Perdamaian

Kamis, 8 Oktober 2020 | 08:40 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Oslo, Beritasatu.com – Pengumuman pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang akan disampaikan 9 Oktober telah memicu spekulasi luas mengenai siapa yang layak menerima hadiah paling bergengsi itu. Selain Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang difavoritkan untuk memenangkan Nobel Perdamaian, para ahli juga menyebutkan bahwa aktivis iklim remaja Greta Thunberg atau kelompok kebebasan pers bakal menjadi pesaing yang kuat dalam nominasi.

Pengumuman Nobel Perdamaian – sebagai puncak musim penyerahan Nobel dan satu-satunya dari enam Nobel yang diberikan di Oslo – selalu memicu spekulasi bola liar yang dirumitkan oleh fakta, bahwa daftar nominasinya sudah sangat dirahasiakan selama setidaknya 50 tahun. Bahkan tidak ada yang tahu pasti yang dinominasikan, selain jumlah nominasinya saja.

Menurut Institusi Nobel, pada tahun ini tercatat ada 318 nominasi, termasuk 211 individu dan 107 organisasi, yang bakal memicu dugaan luas di kalangan para ahli.

“Dengan tidak adanya pelopor yang sangat jelas. Saya pikir kita bisa dan harus melihat penyerahan hadiah kepada organisasi payung untuk jurnalis atau jurnalis individu yang bekerja di lapangan,” demikian saran Direktur Peace Research Institute Henrik Urdal, di Oslo, Norwegia, seperti dikutip AFP.

Urdal menjelaskan alasannya bahwa selama terjadi konflik, para jurnalis memiliki peran penting berkontribusi memberikan informasi tentang apa yang terjadi, baik untuk meminta pertanggungjawaban pihak yang berkonflik atas tindakan mereka, serta memberikan informasi kepada dunia luar yang memungkinkan pemerintah memiliki kesempatan untuk menilai situasi dan tindakan yang mungkin dilakukan.

Dikatakan, bahwa baik Reporters Without Borders (RSF) dan Komite Perlindungan Jurnalis atau Committee to Protect Journalists yang berbasis di Amerika Serikat (AS) memiliki kesempatan.

Aktivis iklim remaja Greta Thunberg pun disebut-sebut oleh para ahli sebagai sosok yang layak menerima Nobel Perdamaian baik untuk seorang sendiri atau dengan aktivis lainnya.

Tahun lalu, Greta difavoritkan menang Nobel Perdamaian walau faktanya hadiah itu diberikan kepada Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed karena dinilai telah membantu mengakhiri kebuntuan selama 20 tahun pascaperang dengan Eritrea.

Menurut ahli sejarah Nobel Asle Sveen, meskipun RSF adalah pilihan pertamanya, Greta adalah calon yang memungkin, secara mutlak. Apabila terpilih maka Greta akan menjadi pemenang termuda kedua dalam hampir 120 tahun sejarah Hadiah Nobel, setelah Malala Yousafzai – yang memperjuangkan hak asasi untuk pendidikan anak perempuan di Pakistan.

“Bahkan jika Anda mengalami pandemi saat ini, isu perubahan iklim dalam jangka panjang jauh lebih serius,” pungkas Sveen.

Tidak untuk Trump

Di sisi lain, isu pandemi virus corona Covid-19 telah mendorong WHO ke posisi teratas dalam situs pertaruhan daring, tepat di depan Greta. Hal tersebut akan memberi jalan bagi lima anggota Komite Nobel Norwegia untuk menganugerahkan penghargaan atas pendekatan multilateral badan kesehatan dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani virus corona.

Namun, WHO juga mendapat kritikan tajam karena responsnya yang lambat. Ini diperparah dengan komentar Presiden AS Donald Trump yang menuduhnya menyerah pada pengaruh Tiongkok.

Selain itu, tidak diketahui apakah nominasi WHO sudah tepat waktu. Pasalnya virus corona baru ditetapkan sebagai pandemi pada 11 Maret, sementara batas waktu nominasi untuk penerima Hadiah Nobel Perdamaian adalah 31 Januari. Sementara anggota komite Nobel hanya dapat menambahkan saran mereka sendiri pada pertemuan pertama mereka tahun ini, pada Februari.

Di luar WHO, masih banyak nama lain yang beredar termasuk organisasi non-Pemerintah Jerman Transparency International, Program Pangan Dunia (WFP), PBB dan Sekretaris Jenderalnya Antonio Guterres, Kanselir Jerman Angela Merkel, politisi Afghanistan dan aktivis hak-hak asasi perempuan Fawzia Koofi.

Mereka yang memenuhi syarat untuk menominasikan kandidat juga diizinkan mengungkapkan pilihannya. Akibatnya, ada nama-nama lain yang diyakini masuk dalam daftar, termasuk rakyat Hong Kong, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), pemimpin asli Brasil dan ahli lingkungan Raoni Metuktire, trio pelapor (whistleblower) Julian Assange, Edward Snowden dan Chelsea Manning; serta mantan perdana menteri Yunani Alexis Tsipras dan mitranya dari Makedonia Zoran Zaev.

Siapa pun yang menang Nobel Perdamaian, pandemi Covid-19 masih tetap memengaruhi pelaksanaan penyerahan hadiah tahun ini. Mengingat aturan pembatasan yang berlaku maka penyerahan hadiah pada 10 Desember akan digelar secara sederhana di Oslo, dan ditayangkan secara daring.

Terkait soal pencalonan Trump dalam peraih Nobel Perdamaian oleh dua anggota parlemen Skandinavia, belum ada keterangann pasti apakah dia akan menjadi kandidat tahun ini. Meski demikian, Trump tampaknya menikmati gagasan untuk menjadi pemenang Nobel, mengingat jumlah cuitan yang dia tulis tentang kemungkinan itu.

Tetapi para ahli tidak berpikir itu akan terjadi. “Trump lebih mungkin mendapatkan hadiah Nobel Sastra untuk cuitannya daripada mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian. Dan itu bukan karena dia adalah Donald Trump, melainkan karena dia tidak melakukan apa pun yang pantas mendapatkan hadiah itu,” ujar Urdal.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Debat Cawapres AS, Pence Tuding Kampanye Covid-19 Biden Cuma Plagiat

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menuding kampanye pandemi Covid-19 capres Joe Biden hanyalah plagiat yang dilakukan pemerintah.

DUNIA | 8 Oktober 2020

Harris: Rakyat AS Menyaksikan Kegagalan Terbesar Pemerintah Tangani Covid-19

Dia juga mengecam Gedung Putih karena gagal bertindak pada awal pandemi.

DUNIA | 8 Oktober 2020

Susan Page, Moderator Debat yang Sudah Liput 10 Kampanye Pilpres AS

usan Page, kepala biro Washington untuk USA Today, yang menjadi moderator debat cawapres adalah wartawati politik yang sudah meliput 10 kampanye pilpres.

DUNIA | 8 Oktober 2020

Antusias Debat Cawapres AS, Kaum Wanita Gelar Nobar

Kaum wanita menggelar acara nonton bareng debat yang akan menampilkan calon Partai Demokrat Kamala Harris melawan Mike Pence dari Partai Republik.

DUNIA | 8 Oktober 2020

Tiongkok: Isu Xinjiang Tak Berdasar

Perwakilan Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Zhang Jun, membantah tuduhan 39 negara soal isu Xinjiang sebagai "tidak berdasar".

DUNIA | 8 Oktober 2020

Soal Konflik Armenia vs Azerbaijan, Erdogan Pastikan Tak Ubah Dukungan

Dukungan kuat Presiden Tayyip Erdogan untuk Azerbaijan dalam konflik di Nagorno-Karabakh telah membedakan Turki dari negara-negara besar lainnya.

DUNIA | 8 Oktober 2020

Biden Tolak Debat jika Trump Masih Terinfeksi Covid-19

Kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Demokrat, Joe Biden, Selasa (6/10) menolak debat kedua jika Donald Trump masih terinfeksi Covid-19

DUNIA | 8 Oktober 2020

Soal HAM di Xinjiang, 39 Negara Kutuk Tiongkok

Sejumlah 39 negara mengutuk Tiongkok atas kebijakan di Xinjiang dan Hong Kong.

DUNIA | 8 Oktober 2020

Tanpa Gejala Covid-19, Trump Kembali ke Oval Office Pimpin Rapat

Trump telah berada di kediamannya di Gedung Putih sejak keluar dari rumah sakit militer Walter Reed dengan helikopter pada Senin malam.

DUNIA | 8 Oktober 2020

Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui 5 Juta, Ahli Khawatirkan Gelombang Kedua

Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan pada Selasa (7/10/2020) ada 31.553 kasus baru sehingga total menjadi 5.000.694.

DUNIA | 8 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS