Gilead Siap Memenuhi Permintaan Global akan Remdesivir
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Gilead Siap Memenuhi Permintaan Global akan Remdesivir

Jumat, 7 Agustus 2020 | 06:54 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

California, Beritasatu.com - Perusahaan bioteknologi Gilead Sciences mengatakan pihaknya siap memproduksi obat antivirus remdesivir untuk memenuhi permintaan global di bulan Oktober.

Gilead berencana untuk memproduksi lebih dari 2 juta paket pengobatan Covid-19 di akhir tahun dan menambah beberapa juta lagi tahun 2021.

Hingga saat ini belum ada obat Covid-19 yang mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, termasuk remdesivir. Covid-19 telah menjangkiti lebih dari 18 juta orang dan menewaskan 710.316 orang dalam tujuh bulan terakhir, menurut data Johns Hopkins University.

Selama ini dokter-dokter menggunakan remdesivir, yang juga digunakan untuk mengobati HIV, sebagai obat darurat. Riset menunjukkan remdesivir membantu mempercepat pemulihan pasien virus corona. FDA memberikan izin darurat untuk remdesivir, tetapi ini bukan berarti remdesivir adalah obat yang ampuh untuk Covid-19.

Kelompok bipartisan jaksa agung, Selasa (4/8/2020), mendesak Pemerintah AS agar mengizinkan perusahaan lain untuk membuat perawatan Covid-19 dari Gilead Science, yaitu remdesivir, untuk ditingkatkan ketersediaannya dan obat antivirus itu diberi harga lebih rendah.

Gilead memberi harga mayoritas pasien AS sebesar US$ 3.120 (Rp 45,4 juta) setiap periode pengobatan atau US$ 520 (Rp 7,5 juta) per botol remdesivir.



Sumber: CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

9 WNI di Uzbekistan Terinfeksi Covid-19

WNI yang terkonfirmasi Covid-19 bertambah 12 orang dibandingkan data Kemlu pada Rabu (5/8) sebanyak 1.264 orang.

DUNIA | 6 Agustus 2020

Banjir dan Longsor di Korsel, 14 Tewas

Para korban termasuk tiga warga Selandia Baru dari keluarga yang sama, yang ditemukan tewas pada Senin (3/8).

DUNIA | 6 Agustus 2020

Generasi Terakhir Korban Bom Jepang Serukan Abolisi Senjata Nuklir

“Apa yang kita hibakusha katakan adalah kita tidak bisa mengulangi (serangan nuklir)."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Satu Orang Meninggal Tiap 15 Detik karena Covid-19

Mengacu pada data penghitungan Reuters dalam dua pekan terakhir, rata-rata hampir 5.900 orang meninggal dunia tiap 24 jam akibat Covid-19.

DUNIA | 6 Agustus 2020

WHO Desak Rusia Ikuti Pedoman untuk Vaksin Covid-19

“Kami sangat mengandalkan untuk memulai produksi massal pada bulan September."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Tiongkok Tentang Intimidasi AS Terkait Penjualan TikTok

"AS telah memperluas konsep keamanan nasional dan menyalahgunakan kekuasaannya untuk menjatuhkan perusahaan non-AS."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Pendiri TikTok Bela Rencana Penjualan ke Microsoft

“Sebagai perusahaan, kita harus mematuhi hukum pasar tempat kita beroperasi. Rasanya seperti tujuannya tidak harus penjualan paksa."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Koalisi Jaksa AS Protes Harga Remdesivir

“Gilead seharusnya tidak mendapatkan untung dari pandemi dan seharusnya harus didorong untuk berbuat lebih banyak untuk membantu lebih banyak orang."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Trump: Wabah Covid-19 AS Masih Terkendali

“Mereka sekarat, itu benar. Memang begitu. Tapi itu tidak berarti kita tidak melakukan apa pun yang kita bisa."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Israel dan Hezbollah Bantah Keterlibatan

Kelompok Hezbollah juga mengeluarkan bantahan sama bahwa ledakan itu adalah hasil dari serangan roket.

DUNIA | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS