Uji Coba Vaksin Covid-19 Moderna Sukses

Uji Coba Vaksin Covid-19 Moderna Sukses
Seorang pria berdiri di luar markas Moderna di Cambridge, Massachusetts, Senin (18/5). Perusahaan bioteknologi AS Moderna melaporkan hasil awal yang menjanjikan dari tes klinis pertama dari vaksin eksperimental untuk melawan Covid-19 yang dilakukan pada sejumlah kecil sukarelawan. (Foto: AFP / Joseph Prezioso)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 15 Juli 2020 | 06:33 WIB

Beritasatu.com - Perusahaan bioteknologi Moderna mengatakan, dalam uji coba vaksin Covid-19 terhadap manusia, semua 45 pasien berhasil mengembangkan antibodi penetralisir.

Laporan ini dirilis Selasa malam (14/7/2020) di New England Journal of Medicine. Saham Moderna langsung naik 16 persen dalam perdagangan berjangka setelah penutupan.

Menurut para ilmuwan, antibodi penetralisir sangat penting dalam membangun imunitas dan memberikan data bahwa vaksin ini mampu memberikan semacam perlindungan terhadap virus corona.

Dalam uji klinis, setiap pasien mendapatkan dosis 25, 100, 250 microgram, di mana ada 15 orang di tiap kelompok dosis. Partisipan mendapatkan dua dosis vaksin.

Setelah dua kali vaksinasi, pasien terlihat mengembangkan respons imun yang kuat di semua kelompok dosis. Tingkat antibodi penetralisir di kelompok dosis tinggi ternyata empat kali lebih lebih kuat dari pasien yang sudah sembuh dari Covid-19.

Chief medical officer Moderna Tal Zaks mengatakan vaksinasi mRNA-1273 berhasil menunjukkan respons imun yang kuat di semua kelompok dosis, tetapi yang menjadi pilihan optimal adalah dosis 100 microgram.

"Kami menantikan uji klinis tahap tiga mRNA-1273 bulan ini untuk mendemonstrasikan kemampuan vaksin kami dalam mengurangi risiko Covid-19," kata dia.

Pasien masih harus dipantau selama setahun untuk melihat perkembangan antibodi. Sejauh ini tidak ada efek samping yang berbahaya, hanya kelelahan dan nyeri otot.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan perusahaan farmasi diperkirakan siap untuk mulai memproduksi vaksin virus corona akhir musim panas ini atau sekitar akhir September. Demikian disampaikan seorang pejabat kesehatan AS dalam telekonferensi hari Senin (13/7/2020).

Meskipun tidak ada jaminan vaksin-vaksin yang saat ini tengah dikembangkan akan berhasil, namun AS tetap menargetkan produksi 300 juta dosis hingga awal 2021. Pejabat AS tersebut mengatakan bahwa pemerintah AS telah membeli peralatan, lokasi pembuatan, dan mengamankan sebagian bahan baku untuk pembuatan vaksin.



Sumber: CNBC.com