Antisipasi Kecurangan Pilpres, Biden Kumpulkan 600 Pengacara
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Antisipasi Kecurangan Pilpres, Biden Kumpulkan 600 Pengacara

Jumat, 3 Juli 2020 | 15:13 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com - Joe Biden mengumpulkan sekitar 600 pengacara dan ribuan relawan untuk mengantisipasi kemungkinan kecurangan dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada 3 November 2020.

“Kami mengumpulkan 600 pengacara dan ribuan relawan yang akan bertugas ke setiap negara bagian untuk mencari tahu apakah ada potensi kecurangan yang akan terjadi menjelang pemilihan,” kata Joe Biden yang merupakan calon presiden (capres) AS dari Partai Demokrat, dalam konferensi pers virtual dengan para pendonor untuk kampanyenya.

Menurut Joe Biden, sekitar 10.000 relawan telah mendaftar ke timnya untuk mengawasi pelaksanaan Pilpres AS 2020. Saat ini, mereka sedang dalam proses pelatihan untuk mengetahui potensi kecurangan dan apa yang harus dilakukan saat berada di tempat pemungutan suara.

Pernyataan Joe Biden tersebut disampaikan terkait dengan informasi tentang upaya-upaya kecurangan yang dilakukan Partai Republik untuk memenangkan pilpres AS pada 3 November mendatang.

Joe Biden mengkritik petahana Presiden AS, Donald Trump, karena merusak kepercayaan dalam penyelenggaraan pemilihan umum di masa pemerintahannya.

Justin Clark, penasihat politik senior dan pengacara top untuk kampanye Trump, mengatakan Joe Biden berbohong dan memicu rasa takut.

Sebaliknya, Justin Clark balas menuding Partai Demokrat sedang mencoba untuk "secara mendasar mengubah" bagaimana proses pemilihan dilakukan, dengan memanfaatkan pandemi virus corona (Covid-19) sebagai alasan.

Partai Demokrat mengusulkan dan mendukung pelaksanaan pemungutan suara melalui surat, untuk mencegah penyebaran Covid-19 jika pemilihan dilakukan secara konvensional di Tempat Pemungutan Suara.

Sedangkan Partai Republik berpendapat bahwa pemungutan suara melalui surat dan perubahan lain yang disarankan oleh Demokrat di tengah-tengah pandemi dapat menciptakan potensi kecurangan.

"Mereka memasukkan kekacauan dan kebingungan ke dalam proses pemungutan suara karena itu adalah satu-satunya cara mereka bisa menang. Presiden Donald Trump berkomitmen untuk pemilihan yang adil dan bebas," kata Justin Clark.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 11 Juta

Kasus infeksi virus corona (Covid-19) dunia menembus angka 11 juta orang , pada Jumat (3/7/2020), sekitar pukul 14.40 WIB.

DUNIA | 3 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Militer AS Melonjak 2 Kali Lipat

Pada 10 Juni, Pentagon melaporkan 2.807 anggota layanan AS dinyatakan positif virus corona. Namun 20 hari kemudian, angkanya melonjak menjadi 6.493 kasus.

DUNIA | 3 Juli 2020

Rusia Beri Kesempatan Putin Berkuasa hingga 2036

Amendemen konstitusi mencakup sejumlah isu mulai upah minimum dan pensiun, hingga memberi Putin hak mencalonkan diri selama dua masa jabatan lagi.

DUNIA | 3 Juli 2020

Perbandingan Paket Stimulus Ekonomi Terkait Covid-19 di ASEAN

Indonesia termasuk salah satu yang paling serius menganggarkan dana mitigasi Covid-19.

DUNIA | 3 Juli 2020

Soal Penanganan Covid-19, Tim Kampanye Trump Sebut Biden Ketinggalan

Tim Kampanye Donald Trump, menyebut capresPartai Demokrat, Joe Biden, ketinggalan dalam kebijakan penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

DUNIA | 2 Juli 2020

India dan Pakistan Tarik 50% Staf Komisi Tinggi

Pemerintah India dan Pakistan menarik sekitar 50% staf di Komisi Tinggi di kedua negara.

DUNIA | 2 Juli 2020

Baru Sehari UU Keamanan Nasional Disahkan, Polisi Hong Kong Tangkap Ratusan Demonstran

Sehari setelah pengesahan Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional, Polisi menangkap ratusan orang di Hong Kong, saat menggelar aksi unjuk rasa, pada Rabu (1/7/202

DUNIA | 2 Juli 2020

106 Miliarder Dukung Kampanye Biden

Sekitar 106 miliarder menjadi penyandang dana yang mendukung kampanye Joe Biden untuk pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020.

DUNIA | 2 Juli 2020

Tertinggi Sejak 2 Mei, Kasus Baru Covid-19 di Tokyo Sentuh Angka 107

Penambahan 107 kasus positif Covid-19 merupakan angka tertinggi dalam dua bulan terakhir, di Ibu Kota Tokyo.

DUNIA | 2 Juli 2020

52 Negara Dukung Pengesahan Undang-Undang Keamanan Hong Kong

Sebanyak 52 negara mendukung pengesahan Undang-Undang Keamaan Nasional di wilayah administrasi khusus Hong Kong.

DUNIA | 2 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS