Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Covid-19 di Militer AS Melonjak 2 Kali Lipat

Jumat, 3 Juli 2020 | 10:51 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com - Jumlah personel militer aktif di Amerika Serikat (AS) yang terinfeksi virus corona (Covid-19) meningkat dua kali lipat dalam tiga minggu terakhir. Lonjakan ini muncul ketika Pentagon mencabut pembatasan perjalanan.

Pada 10 Juni, Pentagon melaporkan 2.807 anggota layanan AS dinyatakan positif virus corona. Namun 20 hari kemudian, angkanya melonjak menjadi 6.493 kasus, menurut data yang diterbitkan Departemen Pertahanan AS dilansir CNBC Jumat (3/7/2020).

Sejak Covid-19 muncul, Pentagon telah melaporkan total 18.071 kasus. Dari total jumlah itu, sebanyak 12.521 adalah militer aktif, 2.644 adalah warga sipil, 1.740 adalah tanggungan dan 1.166 kontraktor. Angka ini termasuk 8.683 dalam proses pemulihan dan 38 kematian di seluruh departemen.

Lonjakan kasus baru ketika Pentagon mencabut pembatasan perjalanan bagi personel Departemen Pertahanan di 48 negara bagian serta delapan negara tuan rumah, termasuk Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.

Pada Rabu (1/7/2020) AS melaporkan lebih dari 50.600 kasus virus corona tambahan, peningkatan satu hari terbesar sejak awal wabah, menurut data Universitas Johns Hopkins. Lonjakan yang memecahkan rekor harian ini di tengah upaya pemerintahan Trump membuka kembali ekonomi AS.

Asisten Sekretaris Pertahanan Urusan Kesehatan, Thomas McCaffery dalam konferensi Pentagon Rabu mengatakan bahwa Departemen Pertahanan AS memantau kasus virus Covid-19 di kalangan militer di Florida, Texas, Arizona dan sejumlah wilayah di California.

"Di saat kita melihat beberapa kenaikan di tempat yang sama kenaikan di sektor sipil, sekali lagi, itu tidak terlalu mengejutkan," kata McCaffery menambahkan bahwa Pentagon telah meningkatkan pengujian anggota yang tidak bergejala.

"Ketika kami mendapatkan data, kami akan melakukan intervensi. Kami akan memastikan jika mereka membutuhkan perawatan, jika mereka perlu diisolasi, mereka akan diisolasi, dan kami akan melakukan pelacakan kontak untuk menahan penyebaran infeksi lebih lanjut," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hakim AS Bakal Bebaskan Tanpa Syarat Penembak Presiden Ronald Reagan

Hakim AS akan memberikan "pembebasan tanpa syarat" kepada John Hinckley, yang menembak Presiden Ronald Reagan pada 1981.

DUNIA | 28 September 2021

Jepang Tuding Tiongkok, Rusia, dan Korut di Balik Ancaman Siber

Jepang untuk pertama kalinya menuding Tiongkok, Rusia dan Korut sebagai negara yang bertanggung jawab atas ancaman siber terhadap negara tersebut.

DUNIA | 28 September 2021

Ngeri, FBI Sebut Kasus Pembunuhan di AS Naik 30%

Lonjakan tersebut sebagian dipicu oleh kesulitan masyarakat selama pandemi Covid-19.

DUNIA | 28 September 2021

Kebijakan Tiga Garis Merah Tiongkok, Apa Maksudnya?

Pemerintah khawatir industri properti akan kolaps jika para pengembang terus menarik utang dan tidak mampu membayar.

DUNIA | 28 September 2021

Ledakan Gedung di Swedia, 25 Orang dirawat

Sekitar 25 orang dibawa ke rumah sakit setelah ledakan merusak sebuah gedung di Kota Gothenburg, Swedia, pada Selasa (28/9/2021) pagi.

DUNIA | 28 September 2021

Pintu Masuk ke Indonesia Dibatasi, Inilah Lokasinya

Pembatasan di pintu kedatangan pelaku perjalanan internasional dilakukan baik di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), pelabuhan, maupun bandara.

DUNIA | 28 September 2021

Bentrok dengan Penentang Junta, Militer Myanmar Lancarkan Serangan Udara

Militer Myanmar akhir pekan lalu melancarkan serangan udara setelah bentrok di wilayah Sagaing dengan para gerilyawan penentang junta.

DUNIA | 28 September 2021

Kasus Evergrande Wajah Buruk Housing Bubble di Tiongkok

Housing bubble yang terjadi di Tiongkok tercermin dalam kasus Evergrande dan siap meletus kapan saja.

DUNIA | 28 September 2021

Kelak, Anak-anak Hadapi Lebih Banyak Bencana Iklim daripada Kakek-Neneknya

Satu penelitian menunjukkan anak-anak menghadapi lebih banyak bencana iklim daripada kakek-nenek mereka.

DUNIA | 28 September 2021

Bahrain Penjarakan Ratusan Anak

Sedikitnya 607 orang anak menjadi sasaran berbagai bentuk penyiksaan oleh otoritas Bahrain.

DUNIA | 28 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Wapres Minta Kepala Daerah Pastikan Keluarga Miskin Ekstrem Terima Bantuan

Wapres Minta Kepala Daerah Pastikan Keluarga Miskin Ekstrem Terima Bantuan

NASIONAL | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings