India dan Pakistan Tarik 50% Staf Komisi Tinggi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

India dan Pakistan Tarik 50% Staf Komisi Tinggi

Kamis, 2 Juli 2020 | 19:15 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

New Delhi, Beritasatu.com - Pemerintah India dan Pakistan menarik sekitar 50% staf di Komisi Tinggi di kedua negara. Hal itu, dipicu ketegangan pascainsiden pengusiran dan penahanan sejumlah staf Komisi Tinggi yang merupakan mediator hubungan kedua negara.

Pada Rabu (1/7/2020), Pakistan menarik 39 staf Komisi Tinggi di New Delhi, India, dan telah mengembalikan mereka beserta anggota keluarganya ke Pakistan melalui perbatasan Wagah.

Sehari sebelumnya, Selasa (30/6/2020), India menarik 28 anggota Komisi Tinggi di Islamabad, Pakistan, dan mengembalikan mereka beserta anggota keluarganya ke India, juga melalui perbatasan Wagah.

Pekan lalu, India telah meminta Pakistan untuk mengurangi jumlah staf Komisi Tinggi di New Delhi dan meminta mereka menarik sekitar setengahnya. India menyatakan akan melakukan hal yang sama pada staf Komisi Tinggi di Islamabad, Pakistan.

Permintaan India dipicu insiden penahanan dua staf Komisi Tinggi India oleh otoritas Pakistan di Islamabad, yang kemudian dilepaskan setelah mendapat protes keras dari India. Bulan lalu, India telah mengusir dua pejabat Komisi Tinggi Pakistan di New Delhi, dengan tuduhan menjadi mata-mata.

Sepuluh bulan yang lalu, Pakistan telah menurunkan hubungan bilateral setelah India mencabut status khusus yang diberikan kepada negara bagian Jammu dan Kashmir. Langkah yang sama juga dilakukan India terhadap Pakistan, pada Selasa (30/6/2020), dan telah resmi disampaikan kepada Pejabat Tinggi Komisi Pakistan dan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Lewat suratnya, Pemerintah India menyatakan menurunkan hubungan diplomatik dengan Pakistan dan meminta mereka menarik anggota atau staf Komisi Tinggi di New Delhi. Berdasarkan kerja sama bilateral, India dan Pakistan masing-masing memiliki 110 diplomat dan staf di Komisi Tinggi di masing-masing negara. Jumlah ini sekarang akan turun menjadi 55, baik di New Delhi maupun Islamabad.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Baru Sehari UU Keamanan Nasional Disahkan, Polisi Hong Kong Tangkap Ratusan Demonstran

Sehari setelah pengesahan Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional, Polisi menangkap ratusan orang di Hong Kong, saat menggelar aksi unjuk rasa, pada Rabu (1/7/202

DUNIA | 2 Juli 2020

106 Miliarder Dukung Kampanye Biden

Sekitar 106 miliarder menjadi penyandang dana yang mendukung kampanye Joe Biden untuk pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020.

DUNIA | 2 Juli 2020

Tertinggi Sejak 2 Mei, Kasus Baru Covid-19 di Tokyo Sentuh Angka 107

Penambahan 107 kasus positif Covid-19 merupakan angka tertinggi dalam dua bulan terakhir, di Ibu Kota Tokyo.

DUNIA | 2 Juli 2020

52 Negara Dukung Pengesahan Undang-Undang Keamanan Hong Kong

Sebanyak 52 negara mendukung pengesahan Undang-Undang Keamaan Nasional di wilayah administrasi khusus Hong Kong.

DUNIA | 2 Juli 2020

Pandemi Covid-19, 121.638 WNI Kembali dari Luar Negeri

Sebagian besar yang kembali adalah WNI dari Malaysia yang berjumlah 87.777 orang.

DUNIA | 2 Juli 2020

Surat Jokowi Agar Mempercepat Penyelesaian Pencemaran Laut Timor

Menjaga hubungan baik bukan berarti mendiamkan persoalan yang ada.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Pemilih "Kerah Putih" Alihkan Dukungan dari Trump

Pemilih dari kelompok berpendidikan tinggi dan bergelar sarjana atau dikenal dengan istilah “kerah putih” mulai mengalihkan dukungan mereka dari Donald Trump.

DUNIA | 1 Juli 2020

Indonesia Tampung 99 Pengungsi Rohingya

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, menyatakan pemerintah Indonesia memutuskan untuk menampung 99 pengungsi asal Rohingya yang masuk ke Aceh, pada 24

DUNIA | 1 Juli 2020

Iran Minta Interpol Tangkap Trump

Pemerintah Iran meminta bantuan Interpol ungtuk menangkap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, karena terlibat dalam pembunuhan Qasem Soleimani.

DUNIA | 1 Juli 2020

Bulan Ini, India Gelar Uji Coba Vaksin pada Manusia

India siap melakukan uji coba vaksin kepada manusia pada bulan Juli ini.

DUNIA | 1 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS