Luncurkan Buku tentang Memoar Gedung Putih, Bolton Tuai Banyak Kritikan
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

Luncurkan Buku tentang Memoar Gedung Putih, Bolton Tuai Banyak Kritikan

Jumat, 19 Juni 2020 | 15:57 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com - Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton, menuai banyak kritikan pascameluncurkan buku yang membahas tentang memoar Gedung Putih.

Buku berjudul "The Room Where It Happened: A White House Memoir" karya John Bolton, diluncurkan pada Rabu (17/6/2020), dan diulas oleh Wall Street Journal, New York Times, dan Washington Post.

Dalam bukunya, John Bolton mengungkap beberapa isu sensitif terkait kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, antara lain untuk Tiongkok, Venezuela, Ukraina, dan Korea Utara.

John Bolton juga mengungkapkan bahwa Donald Trump telah meminta Presiden Tiongkok, Xi Jinping, untuk membantunya agar memenangkan kembali pemilihan presiden (pilpres) AS 2020.

Yang mengejutkan, buku itu juga mengungkap ejekan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo, terhadap Donald Trump, terkait perundingan penghentian program nuklir (denukrilisasi) dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

John Bolton mengungkapkan, saat pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di Singapura, pada Juni 2018, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo memberikannya sebuah catatan yang menunjukkan rasa muak dan ejekan kepada Donald Trump.

"Dia (Donald Trump, Red) sangat penuh omong kosong," kata Pompeo, menurut kutipan buku Bolton, dalam laporan Washington Post.

Kutipan buku John Bolton menuai kritik, tak hanya dari Gedung Putih, tetapi juga anggota senat AS. Gedung Putih memperingatkan John Bolton, namun tidak mengomentari pemberitan Wall Street Journal, New York Times, dan Washington Post.

Gedung Putih sebelumnya telah memperingatkan John Bolton untuk tidak menerbitkan bukunya. Presiden Donald Trump bahkan mengancam John Bolton akan berhadapan dengan hukum jika menerbitkan buku itu.

Juru bicara Gedung Putih, Kayleigh McEnany, menyebut John Bolton “Elang yang salah kaprah dalam kebijakan luar negeri, tetapi seekor burung merpati yang lemah sebagai seorang penulis”. Dia kemudian membuat cuitan yang mengutip ucapan John Bolton yang sebelumnya memuji Trump.

Anggota senat AS juga mengkritik John Bolton karena menolak untuk memberikan kesaksian ketika DPR meluncurkan penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump pada tahun lalu.

John Bolton disebut lebih memilih membeberkan hal-hal krusial tentang penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Donald Trump di dalam bukunya, daripada bersaksi di forum formal seperti rapat dengar pendapat di DPR.

“Dia menolak untuk dipanggil DPR AS dengan alasan mengikuti pedoman Gedung Putih. Sebagai gantinya, dia menyimpannya untuk sebuah buku. John Bolton mungkin seorang penulis, tapi dia bukan patriot," kata senator Adam Schiff melalui cuitan di akun Twitter-nya.

Presiden Donald Trump juga membalas Bolton dengan menyebutnya "pembohong" dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal.

Dalam wawancara terpisah, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Bolton telah melanggar hukum dengan memasukkan materi yang sangat rahasia dalam buku itu.

Lawan politik Trump, yakni calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jika kutipan dalam buku itu benar, maka hal itu tidak hanya menjijikkan secara moral, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap tugas suci Donald Trump kepada rakyat Amerika.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiongkok Tak Berniat Intervensi Pilpres AS

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan tak memiliki niat untuk ikut campur atau melakukan intervensi terhadap Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020.

DUNIA | 19 Juni 2020

Pascaserangan Korut, Juru Runding Nuklir Korsel Berkunjung ke Gedung Putih

Juru runcing nuklir Korea Selatan (Korsel), Lee Do-hoon, dilaporkan berkunjung ke Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (18/6/2020).

DUNIA | 19 Juni 2020

Unggah Video Editan, Donald Trump Kembali Diperingatkan Twitter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendapatkan peringatan dari Twitter karena mengunggah video editan tentang rasisme di AS.

DUNIA | 19 Juni 2020

India, Meksiko, Norwegia, dan Irlandia Menangi Kursi DK PBB

Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Rabu (17/6), memilih empat anggota tidak tetap baru di Dewan Keamanan PBB periode 2021-2022.

DUNIA | 19 Juni 2020

Menlu Amerika Sebut Bolton Pengkhianat

Pompeo disebut Bolton pernah diam-diam menghujat Presiden Trump.

DUNIA | 19 Juni 2020

Tiongkok Bebaskan 10 Tentara India Pasca-Pertempuran di Himalaya

Pembebasan ini dilakukan setelah dilakukan sejumlah putaran pembicaraan kedua pihak dalam upaya meredakan ketegangan menyusul pertempuran sengit awal pekan ini.

DUNIA | 19 Juni 2020

Pakar Kesehatan Tiongkok Sebut Covid-19 di Beijing Terkendali

Kemungkinan akan ditemukan kasus baru dalam beberapa hari mendatang, selama proses pengujian, namun bukan transmisi baru.

DUNIA | 19 Juni 2020

Di Dewan HAM, Indonesia Desak Tindakan Tegas atas Kekerasan Rasial

Dalam "urgent debate" di Dewan HAM PBB, Indonesia mendesak adanya tindakan tegas atas kekerasan rasial.

DUNIA | 18 Juni 2020

3.000 Anak Alami Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Prancis

Lebih dari 3.000 anak telah mengalami pelecehan seksual di Gereja Katolik Prancis sejak 1950.

DUNIA | 18 Juni 2020

Korut Beberkan Alasan Meledakkan Kantor Penghubung antar-Korea

Media pemerintah Korea Utara, Rabu (17/6/2020), membeberkan alasan penyerangan kantor penghubung antar-Korea, di Kaesong, yang berbatasan dengan Korea Selatan.

DUNIA | 18 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS