Unggah Video Editan, Donald Trump Kembali Diperingatkan Twitter
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Unggah Video Editan, Donald Trump Kembali Diperingatkan Twitter

Jumat, 19 Juni 2020 | 14:47 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendapatkan peringatan dari Twitter karena mengunggah video editan tentang rasisme di AS.

Dalam video tersebut tampak seorang balita berkulit hitam lari dari balita kulit putih dengan news ticker "CNN" bertuliskan "balita lari ketakutan dari balita rasis". Lalu teks berubah "balita rasis kemungkinan pemilih Trump". Tentu saja CNN tidak pernah membuat berita itu, bahkan ejaan balita pun salah (seharusnya toddler menjadi todler). Video kemudian menunjukkan kejadian asli di mana faktanya adalah sebaliknya. Kedua balita itu berteman dan hanya bermain.

Video itu hendak menunjukkan bahwa pemilih Trump dirugikan dengan fake news atau hoax, dan secara tidak langsung menuduh CNN sebagai penyebar hoax.

Twitter memberikan tanda "manipulated media" pada tweet Trump. Hal ini supaya pembacanya tahu bahwa video yang disebar orang nomor satu di AS itu editan.

Baca juga: Diberi Peringatan Hoax dari Twitter, Donald Trump Meradang

Isu rasisme saat ini menjadi isu yang panas di AS. Berawal dari kematian George Floyd (46), pria kulit hitam, di tangan polisi, yang kemudian menyulut aksi demonstrasi Black Lives Matter di AS. Trump dianggap berada di spektrum yang berlawanan dari gerakan antirasisme karena berusaha membubarkan gerakan tersebut dengan militer. Untungnya, Pentagon menolak keinginan Trump untuk menurunkan militer.

Kedua orangtua balita itu -Michael Cisneros dan Erica Russo McKenna- mengaku terkejut Trump menggunakan video itu untuk menyebarkan propaganda politiknya.

"Sangat terkejut. Trump mengunggah video ini di Twitternya. Bagi semua pendukung Trump, mudah-mudahan cara Trump menggunakan video ini membuat Anda muak. Seharusnya begitu," kata Erica Russo McKenna di akun Facebooknya.

CNN juga merespons dengan mengatakan bahwa mereka selalu melaporkan fakta daripada men-tweet video editan yang mengeksploitasi anak-anak tidak bersalah. CNN memang pernah memberitakan video tersebut pada tahun 2019 dalam framing bahwa anak-anak tidak mengenal rasisme sejak lahir, bahwa rasisme lahir karena diajarkan.

Ini bukan pertama kalinya Trump diberi peringatan Twitter. Twitter memberikan peringatan "Get the facts about mail-in ballots" dalam tweet Trump soal Pilpres AS. Dalam tweetnya, Trump mengatakan pemungutan suara lewat surat adalah bentuk kecurangan dalam pemilu.

Baca juga: Kisruh Twitter, Trump Serang Balik Medsos yang Batasi Kebebasan Berpendapat

Trump menuduh Twitter melakukan "sensor" atas konten penggunanya dan memberikan perintah eksekutif untuk menyisir perusahaan media sosial yang membungkam kebebasan berpendapat.



Sumber: CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

India, Meksiko, Norwegia, dan Irlandia Menangi Kursi DK PBB

Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Rabu (17/6), memilih empat anggota tidak tetap baru di Dewan Keamanan PBB periode 2021-2022.

DUNIA | 19 Juni 2020

Menlu Amerika Sebut Bolton Pengkhianat

Pompeo disebut Bolton pernah diam-diam menghujat Presiden Trump.

DUNIA | 19 Juni 2020

Tiongkok Bebaskan 10 Tentara India Pasca-Pertempuran di Himalaya

Pembebasan ini dilakukan setelah dilakukan sejumlah putaran pembicaraan kedua pihak dalam upaya meredakan ketegangan menyusul pertempuran sengit awal pekan ini.

DUNIA | 19 Juni 2020

Pakar Kesehatan Tiongkok Sebut Covid-19 di Beijing Terkendali

Kemungkinan akan ditemukan kasus baru dalam beberapa hari mendatang, selama proses pengujian, namun bukan transmisi baru.

DUNIA | 19 Juni 2020

Di Dewan HAM, Indonesia Desak Tindakan Tegas atas Kekerasan Rasial

Dalam "urgent debate" di Dewan HAM PBB, Indonesia mendesak adanya tindakan tegas atas kekerasan rasial.

DUNIA | 18 Juni 2020

3.000 Anak Alami Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Prancis

Lebih dari 3.000 anak telah mengalami pelecehan seksual di Gereja Katolik Prancis sejak 1950.

DUNIA | 18 Juni 2020

Korut Beberkan Alasan Meledakkan Kantor Penghubung antar-Korea

Media pemerintah Korea Utara, Rabu (17/6/2020), membeberkan alasan penyerangan kantor penghubung antar-Korea, di Kaesong, yang berbatasan dengan Korea Selatan.

DUNIA | 18 Juni 2020

Peretas Tiongkok Diduga Targetkan Tim Kampanye Biden

Peretas yang disponsori Tiongkok diduga menargetkan tim kampanye calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden.

DUNIA | 18 Juni 2020

Pascaserangan Korut, Menteri Unifikasi Korsel Ajukan Pengunduran Diri

Menteri Unifikasi Korea Selatan, Kim Yeon-chul, mengajukan pengunduran diri pascaserangan kantor penghubung antar-Korea di Kaesong oleh militer Korea Utara.

DUNIA | 18 Juni 2020

Indonesia Terpilih sebagai Anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB

Pemilihan anggota Ecosoc PBB ini diselenggarakan di Markas Besar PBB di New York, AS, pada 17 Juni 2020.

DUNIA | 18 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS