Infrastruktur Kesehatan di Jerman Mampu Hadapi Pandemi Covid-19

Infrastruktur Kesehatan di Jerman Mampu Hadapi Pandemi Covid-19
Relawan mengenakan pakaian pelindung, masker, sarung tangan dan kacamata membawa sampel pasien COVID-19 di Berlin, Jerman. (Foto: Getty Images / Sean Gallup )
Natasa Christy Wahyuni / WIR Selasa, 9 Juni 2020 | 08:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Kelebihan teknologi yang dimiliki oleh Jerman membuat negara itu terbilang sukses menahan laju infeksi dan kematian Covid-19 bahkan jika dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Di bidang kesehatan, Jerman memiliki kapasitas infrastruktur yang mampu menghadapi pandemi, baik dari segi jumlah rumah sakit (RS) maupun teknologi alat kesehatan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, mengatakan kemampuan Jerman dalam infrastruktur kesehatan sangat tinggi. Jumlah RS di Jerman saat ini lebih dari 2.000 dengan populasi sekitar 83 juta. Rasio ranjang di unit perawatan intensif (ICU) juga paling banyak yaitu 8,2 dibandingkan rasio ranjang ICU di negara tetangganya seperti Italia (3), Belanda (4), dan Spanyol (7).

“Ventilator di Italia hanya 5.000, Prancis 7.000, Inggris yang punya sistem kesehatan nasional (NHS) hanya 7.000, sedangkan Jerman punya 25.000 ventilator,” kata Havas dalam webinar bertema “Pengalaman Jerman dalam Menghadapi Transformasi Digital di Pendidikan, Kesehatan, dan Instansi Pemerintah” yang digelar oleh Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman, Minggu (7/6) malam.

Havas menjelaskan publik Jerman sempat mengalami perdebatan sengit terkait jumlah RS di negara itu yang dianggap pengamat ekonomi terlalu banyak. Pengkritik meminta jumlah RS di Jerman dikurangi menjadi 600, namun perdebatan terhenti karena pandemi memperlihatkan kebutuhan RS sangat besar.

Jumlah RS di Indonesia hampir sama dengan Jerman, yaitu menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 sebanyak 2.813 unit untuk populasi tiga kali lipat Jerman yaitu 267 juta penduduk.

“Inilah suatu kelebihan teknologi di Jerman. Ini sangat membantu kapasitas Jerman dalam menghadapi pandemi di bidang kesehatan yang begitu mendadak dan besar skalanya di seluruh dunia,” kata Havas.

Havas mengatakan Jerman juga sudah menjalankan transformasi kecerdasan intelijen (artificial intelligence/AI) di berbagai bidang, contohnya negara itu kini mengembangkan robotik untuk memindahkan ranjang ICU yang normalnya membutuhkan 3-4 orang menjadi cukup satu orang.



Sumber: Suara Pembaruan