Jepang dan Prancis Dukung Kebijakan Tiongkok atas Hong Kong
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Jepang dan Prancis Dukung Kebijakan Tiongkok atas Hong Kong

Senin, 8 Juni 2020 | 12:19 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Tokyo, Beritasatu.com - Jepang dan Prancis mendukung prinsip “satu negara, dua sistem” termasuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Nasional, yang diterapkan Tiongkok terhadap Hong Kong.

Kantor berita Jepang, Kyodo, Minggu (7/6/2020), melaporkan Jepang telah memutuskan tidak bergabung dengan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara lain untuk mengeluarkan pernyataan kecaman kepada Tiongkok atas persetujuan RUU Keamanan Nasional terhadap Hong Kong.

AS, Inggris, Australia, dan Kanada telah mengecam Tiongkok pada 28 Mei karena menerapkan hukum yang dianggap bisa mengancam kebebasan dan merusak kesepakatan Sino-Inggris tahun 1984 tentang otonomi bekas jajahan.

Baik Kementerian Luar Negeri Jepang maupun Kedutaan Besar AS di Tokyo, belum memberikan tanggapan atas sikap terbaru Jepang dalam persoalan Hong Kong seperti dipublikasikan Kyodo.

Sebelumnya pada 28 Mei 2020, hari di saat parlemen Tiongkok menyetujui RUU keamanan tersebut, Pemerintah Jepang mengeluarkan pernyataan sangat khawatir atas langkah itu.

Jepang berada dalam posisi rumit diantara ketegangan antara Tiongkok dan AS terkait Hong Kong. Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jepang pada awal April2020, tapi ditunda karena kedua pemimpin memprioritaskan penanganan virus corona (Covid-19).

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, menyatakan kepada mitranya, Presiden Xi Jinping, bahwa dia mengikuti secara cermat peristiwa di Hong Kong, dan terus mendukung kebijakan “satu negara, dua sistem” yang diterapkan Tiongkok terhadap Hong Kong.

Pernyataan Emmanuel Macron tersebut disampaikan oleh istana kepresidenan Prancis, Elysee, setelah Tiongkok menyetujui rancangan undang-undang (RUU) keamanan baru untuk Hong Kong, pada 28 Mei 2020.

“Presiden mengatakan dirinya mengawasi situasi Hong Kong secara cermat dan menegaskan dukungan Prancis untuk prinsip ‘satu negara, dua sistem’,” sebut pernyataan Elysee, Sabtu (6/6/2020).

Melalui pernyataan tersebut, Prancis menegaskan sikap untuk tidak bergabung dengan Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan beberapa negara lain, yang mengecam RUU Keamanan Nasional atas Hong Kong dan menawarkan kewarganegaraan bagi warga Hong Kong yang hendak berimigrasi jika RUU tersebut diberlakukan.

Persetujuan RUU keamanan dikhawatirkan akan mengikis demokrasi di negara it, serta para diplomat dan pengusaha mengkhawatirkan situasi itu membahayakan posisi kota itu sebagai pusat keuangan global.

RUU itu juga memicu ketegangan antara Washington dan Beijing serta mendorong kekhawatiran dari Uni Eropa (UE) pekan lalu. Pejabat istana Elysee, menyatakan pembicaraan Hong Kong disinggung dalam percakapan telepon selama 1,5 jam antara Emmanuel Macron dan Xi Jinping. Namun, pernyataan resmi Elysee terkait pembicaraan kedua pemimpin tidak menyebutkan soal konflik di Hong Kong.

Komunikasi Emmanuel Macron dan Xi Jinping juga membahas penanganan pandemi Covid-19. Macron menegaskan peran penting Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang dituding AS telah melakukan kesalahan dalam menangani krisis saat ini.



Sumber: Suara Pembaruan, Reuters, The Guardian


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pangeran William Diam-diam Jadi Relawan Covid-19

Pangeran William dari Inggris diam-diam telah menjadi relawan pandemi virus corona (Covid-19) dengan menjadi konselor saluran bantuan krisis.

DUNIA | 8 Juni 2020

12 Hari Demonstrasi, Kasus Covid-19 di AS Bertambah 250.000 Orang

Selama 12 hari aksi demonstrasi Black Lives Matter (BLM) berlangsung, jumlah kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat bertambah sekitar 250.000 orang.

DUNIA | 8 Juni 2020

Tiongkok Bantah Tutupi Informasi Awal Virus Covid-19

Otoritas Tiongkok membantah telah menutupi informasi awal terkait virus corona (Covid-19) dan mengklaim telah menyediakan informasi secara tepat waktu.

DUNIA | 8 Juni 2020

Ribuan Warga Dunia Tuntut Diakhirinya Diskriminasi Rasial

Ribuan warga dunia, Sabtu (6/6), bergabung dalam aksi demonstrasi “Black Lives Matter” (BLM) dan menuntut diakhiriya diskriminasi rasial.

DUNIA | 8 Juni 2020

Jepang Masuk Periode Resesi

Perekonomian Jepang menyusut dua kuartal berturut-turut. Jepang mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2020 menyusut 2,2 persen.

DUNIA | 8 Juni 2020

Covid-19 Tembus 7 Juta Kasus di Seluruh Dunia, Selandia Baru Sudah Bersih

Kabar baik datang dari Selandia Baru yang mengatakan untuk pertama kalinya sejak 28 Februari, tidak ada kasus aktif Covid-19 di negaranya per hari ini.

DUNIA | 8 Juni 2020

Kisah Pekerja Ilegal Indonesia di Inggris, Ada Yang Sekamar Berenam

Ada pula majikan dari para pekerja justru yang kehilangan pekerjaan.

DUNIA | 8 Juni 2020

Tertinggi di Dunia, Kasus Covid-19 di Amerika Tembus 2 Juta

Kasus positif Covid-19 di dunia telah melewati angka 7 juta orang.

DUNIA | 8 Juni 2020

Paus Fransiskus soal Covid-19: Jangan Rayakan Kemenangan Dini

“Berhati-hatilah. Jangan merayakan kemenangan terlalu awal,” kata Paus Fransiskus dalam pidatonya di hadapan ratusan orang di Lapangan Santo Petrus.

DUNIA | 8 Juni 2020

Aksi Black Lives Matter, Patung Tokoh Perbudakan Inggris Dirobohkan

Aksi demonstrasi Black Lives Matter memasuki hari ke-13 pada hari Minggu (7/6/2020). Aksi tidak hanya terjadi di AS, tetapi juga di Eropa hingga Asia.

DUNIA | 8 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS