Menhan AS Tolak Militer Diterjunkan Atasi Demonstrasi

Menhan AS Tolak Militer Diterjunkan Atasi Demonstrasi
Mark Esper (Foto: AFP)
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 5 Juni 2020 | 12:08 WIB

Washington, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS), Mark Esper, Rabu (3/6/2020), menyatakan penolakannya atas penggunaan kekuatan militer untuk penegakan hukum dalam menertibkan demonstrasi nasional saat ini.

“Pilihan untuk menggunakan satuan tugas aktif dalam peran penegakkan hukum hanya boleh digunakan sebagai pilihan terakhir, dan hanya dalam situasi paling mendesak dan mengerikan. Kita tidak berada dalam salah satu situasi itu sekarang,” kata Mark Esper, kepada wartawan, di Pentagon, Rabu (3/6/2020).

Pernyataan Mark Esper datang setelah Pentagon mendapat kecaman publik terkait rekaman pembiaraan yang bocor, di mana Esper menyebur aksi demonstrasi menuntut keadilan atas meninggalnya George Floyd sebagai “medan pertempuran” karena berujung pada tindak kekerasan dan penjarahan.

Pemberlakuan UU Pemberontakan, yang diberlakukan pada 1807, telah dibahas Preside Donald Trump saat berbicara tentang penggunaan militer untuk memadamkan aksi protes yang kadang berujung kekerasan di kota-kota AS.

Mark Esper telah mengizinkan pergerakan sejumlah unit tentara tugas aktif ke pangkalan militer di luar ibu kota negara, tapi mereka belum diminta untuk bertindak. Mark Esper juga mendapat kecaman karena ikut dalam sesi foto Donald Trump di Gereja St John Episcopal.

Polisi membubarkan massa dengan tindakan keras termasuk menembakkan gas air mata demi memberi jalan bagi Donald Trump dan rombongannya menuju gereja tersebut. Mark Esper mengatakan dirinya sadar akan menuju ke gereja, tapi tidak tahu apa yang terjadi di sana.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, tidak langsung menjawab saat ditanya apakah Donald Trump masih memiliki kepercayaan kepada Esper karena pernyataannya yang bertentangan dengan presiden berusia 73 tahun itu.

“Sampai saat ini, Mark Esper masih tetap Menteri Pertahanan. Terkait dengan apakah presiden masih memiliki kepercayaan, saya akan mengatakan jika beliau kehilangan kepercayaan kepada Menteri Esper, saya yakin Anda semua akan menjadi orang pertama yang tahu,” kata Kayleigh McEnany, Rabu (3/6/2020).



Sumber: Al Jazeera, CNN, Suara Pembaruan