Hindari Dampak Covid-19, Saudi Berlakukan Jam Malam Jelang Idulfitri

Hindari Dampak Covid-19, Saudi Berlakukan Jam Malam Jelang Idulfitri
Suasana Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, saat sterilisasi untuk mengantisipasi wabah virus corona atau Covid-19. (Foto: AFP)
Jeany Aipassa / JAI Senin, 25 Mei 2020 | 13:00 WIB

Riyadh, Beritasatu.com - Otoritas Arab Saudi memberlakukan jam malam menjelang perayaan Idulfitri guna mengantisipasi dampak penyebaran virus corona (Covid-19).

Tidak tanggung-tanggung, otoritas Arab Saudi memberlakukan jam malam selama lima hari, mulai Sabtu (23/5/2020) hingga Rabu (27/5/2020).

Pihak berwenang menyatakan, jam malam diberlakukan untuk menghindari kerumunan warga saat perayaan Idulfitri, yang secara tradisional dirayakan dengan doa bersama di masjid, kunjungan antaranggota keluarga, belanja di pasar dan mall, serta makan di restoran. 

"Setelah melihat kasus infeksi virus (Covid-19, Red) yang meningkat empat kali lipat sejak awal Ramadan menjadi sekitar 68.000 orang, kerajaan memutuskan memberlakukan jam malam selama lima hari, terhitung efektif mulai Sabtu (23/5/2020)," bunyi pernyataan pihak berwenang mengutip Deskrit Kerajaan Arab Saudi.

Otoritas Arab Saudi juga telah melarang pelaksanaan salat Id di masjid-masjid di seluruh wilayah negara itu, kecuali di dua masjid suci di Makkah dan Madinah dan tanpa dihadiri jamaah.

"Doa Idulfitri akan diadakan di dua masjid suci di Mekah dan Madinah, tanpa dihadiri jamaah," demikian pengumuman otoritas Arab Saudi.

Masjid Agung Mekah, Masjidil Haram, tempat kakbah berada, telah ditutup sejak akhir Maret 2020, seiring dengan peyebaran virus Covid-19 di Arab Saudi, yang memaksa otoritas Arab Saudi menghentikan kegiatan ibadah umrah dan ibadah haji, yang dihadiri jutaan jemaah Islam dari seluruh dunia.

Perayaan Idulfitri di kawasan Timur Tengah yang dibayangi kekhawatiran terkait pandemi Covid-19, telah membuat pemerintah melarang kegiatan salat berjamaah bahkan untuk perayaan Idulfitri. Mulai dari Arab Saudi, Palestina, Mesir, Turki, hingga Suriah, telah melarang pertemuan doa massal untuk membatasi penyebaran Covid-19.

Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, situs tersuci ketiga bagi umat Islam, juga ditutup saat perayaan Idul Fitri dan akan dibuka kembali setelah Idulfitri.



Sumber: BBC, Suara Pembaruan