Roket Rongsokan Tiongkok 18 Ton Jatuh di Samudera Atlantik
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Roket Rongsokan Tiongkok 18 Ton Jatuh di Samudera Atlantik

Minggu, 17 Mei 2020 | 07:31 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Beritasatu.com - Sejak manusia pertama kali terbang ke luar angkasa pada 1961, sampah rongsokan di antariksa semakin banyak. Pekan lalu, salah satu sampah dengan berat 18 ton jatuh ke Bumi.

Pada 11 Mei, sebuah roket rongsokan Tiongkok terbang melewati Los Angeles dan New York City, sebelum jatuh di Samudera Atlantik.

NASA memperkirakan ada 21.000 rongsokan sebesar atau lebih besar dari bola kasti dan 500.000 serpihan kecil sebesar kelerang mengitari orbit Bumi. Hal ini sangat berbahaya karena mereka terbang dengan kecepatan 17.500 mil per jam dan dapat merusak satelit atau pesawat antariksa.

Sampah antariksa ini diperkirakan seberat 8.800 ton. Kejadian nyaris tabrakan pun semakin sering terjadi. September lalu satelit SpaceX Elon Musk dan satelit Badan Antariksa Eropa hampir tabrakan. Tetapi sejauh ini hanya ada satu insiden tabrakan. Pada 2009, satelit Amerika Iridium 33 bertabrakan dengan satelit Rusia Cosmos 2251 dan menghancurkan keduanya.

Januari lalu, satelit AT&T dinyatakan berpotensi meledak dan harus dipindahkan supaya tidak merusak satelit lainnya. Namun, hingga saat ini, tidak ada tindakan apapun.

Menurut para ahli, masalah ini akan semakin parah. Pada tahun 2025, diperkirakan 1.100 satelit akan diluncukan tiap tahun, dan jumlah satelit di orbit Bumi akan naik empat kali lipat dalam 10 tahun.

Beberapa perusahaan melihat peluang bisnis dari masalah ini. Perusahaan seperti Astroscale dari Jepang dan Northrop Grumman bergerak di bidang membersihkan orbit Bumi dari sampah antariksa. Startup dari Swiss, ClearSpace, memiliki misi yang lebih spesifik: memindahkan Vega Secondary Payload Adapter seberat 100 kg dari orbit.



Sumber: CNBC.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dengan Vaksin atau Tanpa Vaksin, Trump Bersikeras Buka Ekonomi AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan membuka kembali perekonomian negara "dengan atau tanpa vaksin".

DUNIA | 17 Mei 2020

Thailand Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional

Mulai hari Minggu (17/5/2020), pemerintah akan mengizinkan pusat perbelanjaan, mal dan department store untuk dibuka kembali.

DUNIA | 16 Mei 2020

Turis Domestik Padati Kawasan Ha Long Bay

Masyarakat Vietnam memulai kembali perjalanan domestik setelah pelonggaran aturan pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19.

DUNIA | 16 Mei 2020

805 WNI Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri

Kementerian Luar Negeri, Sabtu (16/5/2020), melaporkan sebanyak 805 warga negara Indonesia (WNI) telah terinfeksi Covid-19 di luar negeri.

DUNIA | 16 Mei 2020

Para Pakar AS Ragukan Target Vaksin Covid-19 dari Trump

Para pakar Amerika Serikat meragukan target vaksin Covid-19 dari pemerintahan Donald Trump yang menyatakan bahwa vaksin bisa tersedia pada akhir 2020.

DUNIA | 16 Mei 2020

Nol Kasus Baru Covid-19, Thailand Longgarkan Pembatasan pada Minggu

Thailand pada Sabtu (16/5/2020) mencatat nol kasus maupun kematian baru akibat Covid-19, sehari sebelum negara itu mulai membuka kembali usaha.

DUNIA | 16 Mei 2020

Slovenia Nyatakan Epidemi Covid-19 Berakhir

Slovenia menjadi negara Eropa pertama yang menyatakan wabah virus corona (Covid-19) telah berakhir di negaranya.

DUNIA | 16 Mei 2020

Belum Sebulan, Menkes Brasil Mengundurkan Diri

Belum sebulan bertugas, Menteri Kesehatan Brasil Nelson Teich mengundurkan diri dari jabatannya karena perbedaan pandangan dengan Presiden Jair Bolsonaro.

DUNIA | 16 Mei 2020

Negara-Negara Maju Teliti 100 Kandidat Vaksin Covid-19

Lebih dari 100 kandidat vaksin virus corona (Covid-19) sedang diteliti dan dikembangkan di negara-negara maju.

DUNIA | 15 Mei 2020

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Social Distancing Harus Berlaku Sampai 2022

Dengan belum ditemukannya vaksin virus corona (Covid-19), para ahli menyarankan pembatasan jarak sosial harus diberlakukan berulang sampai Tahun 2022.

DUNIA | 15 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS