Para Pakar AS Ragukan Target Vaksin Covid-19 dari Trump
Logo BeritaSatu

Para Pakar AS Ragukan Target Vaksin Covid-19 dari Trump

Sabtu, 16 Mei 2020 | 16:24 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YUD

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan klaimnya bahwa vaksin virus corona (Covid-19) akan tersedia pada akhir tahun 2020. Sebaliknya, para pakar di dalam negeri meragukan target waktu itu.

Trump mendesak penemuan vaksin secepatnya agar bisa kembali membuka negara untuk menghindari krisis ekonomi.

“Pilar penting lain dari strategi kami untuk menjaga Amerika tetap terbuka adalah pengembangan perawatan dan vaksin yang efektif secepat mungkin. Saya ingin melihat apakah kita bisa melakukannya dengan sangat cepat,” kata Trump dalam acara untuk menyorot upaya pemerintah mempercepat pengadaan vaksin yang disebut “Operation Warp Speed” (operasi kecepatan luar biasa), Jumat (15/5/2020).

“Saat saya katakan secepatnya, kita ingin mendapatkannya pada akhir tahun jika kami bisa. Mungkin sebelumnya,” lanjut Trump.

Para pakar kesehatan di pemerintahannya sendiri dan para ilmuwan yang sedang mengembangkan vaksin tersebut menyampaikan keraguan atas tenggat waktu itu.

Trump telah menunjuk mantan eksekutif farmasi, Moncef Slaoui, untuk memimpin Operation Warp Speed, sekalipun Slaoui menyebut target itu tangguh.

“Sejujurnya, 12-18 bulan sudah tenggat waktu yang sangat agresif,” kata Slaoui, yang merupakan mantan CEO perusahaan farmasi multinasional GlaxoSmithKline, dalam wawancara dengan The New York Times, Jumat (15/5/2020).

Slaoui masih menganggap produksi massal vaksin pada Januari 2021 sebagai “tujuan kredibel”. Dia menaytakan tidak akan setuju memimpin upaya Gedung Putih untuk penyediaan vaksin jika berpikir tujuan Trump tidak dapat dicapai. Tapi, Slaoui mengakui setuju dengan Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Dr. Anthony Fauci, tentang tantangan target waktu itu.

Sejak awal krisis Covid-19, Fauci sering menyebut jangka waktu 12-18 bulan. Dia menegaskan dalam sesi dengar pendapat di Senat bahwa mendapatkan vaksin pada awal tahun ajaran berikutnya tidak mungkin.

“Sekalipun dengan kecepatan tertinggi, kita tidak melihat vaksin memainkan kemampuan individu untuk mencapai saat kembali ke sekolah,” kata Fauci.

Saat Senator Mitt Romney memastikan pengembangan vaksin dalam 1-2 tahun, Fauci menyatakan tidak sama sekali.

Mantan kepala Otoritas Pengembangan dan Penelitian Biomedis Lanjutan, Dr. Rick Bright, Kamis (14/5), menekankan tenggat waktu semacam itu tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Secara normal membutuhkan lebih dari 10 tahun untuk membuat vaksin. Kita telah melakukanya lebih cepat dalam situasi darurat, ketika kita memiliki bahan awal di freezer untuk Ebola, tapi untuk virus novel (corona), ini belum dilakukan secepat itu,” kata Bright.

“Banyak optimisme berkisar pada kerangka waktu 12-18 bulan. Jika semuanya berjalan sempurna, kita tidak pernah melihat segala sesuatu berjalan sempurna,” tambah Bright.



Sumber: ABC News


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Nol Kasus Baru Covid-19, Thailand Longgarkan Pembatasan pada Minggu

Thailand pada Sabtu (16/5/2020) mencatat nol kasus maupun kematian baru akibat Covid-19, sehari sebelum negara itu mulai membuka kembali usaha.

DUNIA | 16 Mei 2020

Slovenia Nyatakan Epidemi Covid-19 Berakhir

Slovenia menjadi negara Eropa pertama yang menyatakan wabah virus corona (Covid-19) telah berakhir di negaranya.

DUNIA | 16 Mei 2020

Belum Sebulan, Menkes Brasil Mengundurkan Diri

Belum sebulan bertugas, Menteri Kesehatan Brasil Nelson Teich mengundurkan diri dari jabatannya karena perbedaan pandangan dengan Presiden Jair Bolsonaro.

DUNIA | 16 Mei 2020

Negara-Negara Maju Teliti 100 Kandidat Vaksin Covid-19

Lebih dari 100 kandidat vaksin virus corona (Covid-19) sedang diteliti dan dikembangkan di negara-negara maju.

DUNIA | 15 Mei 2020

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Social Distancing Harus Berlaku Sampai 2022

Dengan belum ditemukannya vaksin virus corona (Covid-19), para ahli menyarankan pembatasan jarak sosial harus diberlakukan berulang sampai Tahun 2022.

DUNIA | 15 Mei 2020

Pascaperang Dagang, AS-Tiongkok Kini Bersaing Temukan Vaksin Covid-19

Pascaperang dagang, Amerika Serikat dan Tiongkok kini bersaing untuk menjadi negara pertama yang menemukan vaksin virus corona (Covid-19).

DUNIA | 15 Mei 2020

Ingin Putus Hubungan? Komentar Trump Diejek Media Tiongkok

Komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memutus hubungan diplomatik dengan Tiongkok diejek media Negeri Tirai Bambu.

DUNIA | 15 Mei 2020

Bantah Kajian Medis, Trump Paksa Sekolah Dibuka

Trump pun memaksa para gubernur negara bagian untuk segera membuka kembali sekolah-sekolah yang telah diliburkan terkait pencegahan wabah virus corona

DUNIA | 15 Mei 2020

Akibat Pandemi, 6.000 Anak di Dunia Terancam Meninggal Per Hari

UNICEF memperingatkan, sekitar 6.000 anak di bawah usia 5 tahun dapat meninggal setiap hari selama enam bulan ke depan akibat wabah corona.

DUNIA | 15 Mei 2020

WNI Terinfeksi Bertambah di AS dan Saudi

Penambahan kasus corona terkonfirmasi berasal dari dua WNI di Amerika Serikat (AS) dan empat WNI di Arab Saudi.

DUNIA | 15 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS