Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Agustus 2020, Kematian Akibat Covid-19 di AS Diprediksi Capai 147.000 Jiwa

Kamis, 14 Mei 2020 | 20:44 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com- Para ahli dari John Hopkins University memperkirakan pembukaan kembali negara bagian yang terlalu cepat tanpa memenuhi standar perlindungan diri juga penerapan aturan menjaga jarak sosial, akan membuat 147.000 warga AS meninggal akibat virus corona (Covid-19), pada Agustus 2020.

Hingga Rabu, total kasus korona positif di AS tercatat sebanyak 1.430.348 orang, di mana 21.712 orang diantaranya merupakan kasus Covid-19 baru. Sementara total kematian akibat virus corona di AS tercatat mencapai 85.197 jiwa, dengan 1.772 diantaranya merupakan kasus kematian baru.

Dr Chris Murray dari John Hopkins University mengatakan kekhawatiran itu terlihat dari kecenderungan peningkatan kematian warga AS dalam dua pekan terakhir, seiring dengan mulai dibukanya kegiatan bisnis di beberapa negara bagian sejak pertengahan April 2020.

Dalam sepekan terakhir, terdapat 10.000 kematian akibat virus corona, di mana jumlah tersebut lebih dua kali lipat dari yang diproyeksikan dua minggu lalu.

“Kami awalnya berpikir bahwa orang-orang akan tetap menjaga jarak sosial sampai akhir Mei 2020, meskipun penguncian sudah dilonggarkan. Tapi yang terjadi negara-negara bagian membuka lebih cepat negaranya dan warga dengan santai mengabaikan aturan jarak sosial,” ujar Chris Murray.

Izin pembukaan kembali negara bagian yang diumumkan gubernur disikapi warga dengan berkumpul secara berkelompok di berbagai areal publik dan tanpa menggunakan masker juga menjaga batasan jarak sosial. Hal itu, semakin diperparah dengan kurangnya pengawasan atau penegakkan hukum bagi para pelanggar.

Di Santa Clara County, California, yang menjadi tempat awal pandemi Covid-19 di AS, pihak berwenang mengatakan telah menerima laporan 300 hingga 400 pelanggaran atas perintah tinggal di rumah dan batasan jarak sosial.

“Aparat hukum kesulitan memberikan sanksi tegas karena banyak warga yang berumpul secara berkelompok, padahal aturan menjaga jarak sosial masih diberlakukan,” kata Jaksa Wilayah Santa Clara County, Angela Alvarado.

Menurut Chris Murray, lebih banyak orang berkumpul dalam kelompok, akan meningkatkan percampuran yang membawa kasus baru Covid-19. Hal itu, berisiko membuat gelombang kedua wabah virus korona di AS.

Prematur

Pernyataan serupa disampaikan Penasehat Kesehatan AS dan Ketua Gugus Tugas Virus Korona Gedung Putih, Anthony Fauci, saat memberi penjelasan dalam rapat dengar pendapat dengan Senat AS, Selasa (12/5/2020).

Bersaksi dari kantornya saat karantina pribadi, Fauci mengatakan dia khawatir bahwa beberapa negara bagian terlalu dini atau prematur dalam melonggarkan batasan jarak sosial, bahkan ketika kasus Covid-19 di negara mereka terus meningkat.

Padahal Gedung Putih telah menyusun persyaratan yang memungkinkan bagi negara bagian untuk secara bertahap membuka kembali bisnis lokal dan melonggarkan lockdown, antara lain jika kasus Covid-19 menurun dalam dua minggu berturut-turut.

“Apa yang saya ungkapkan berkali-kali adalah kekhawatiran saya bahwa jika beberapa daerah, kota, negara bagian, melompati berbagai pos pemeriksaan dan membuka secara prematur tanpa memiliki kemampuan untuk dapat merespons secara efektif dan efisien, maka kita akan mulai melihat lonjakan kecil yang bisa berubah menjadi wabah yang lebih besar,” ujar Fauci.

Sebanyak 48 dari 50 negara bagian Amerika Serikat (AS) siap membuka kembali kegiatan bisnis mulai akhir pekan ini, namun para ahli memperingatkan risiko gelombang kedua wabah virus korona (Covid-19). Dua negara bagian yang belum secara penuh membuka kegiatan bisnis adalah New York dan Washington.



Sumber: CNBC, Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

AS Diam-Diam Investasi Penelitian Vaksin Covid-19 di Eropa

Amerika Serikat diam-diam menginvestasikan dana penelitian vaksin virus corona (Covid-19) di lembaga penelitian dan perusahaan farmasi terkemuka di Eropa

DUNIA | 14 Mei 2020

PM Inggris: Vaksin Covid-19 Mungkin Tak Akan Ditemukan

Perdanan Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) mungkin 'tidak akan pernah ditemukan'.

DUNIA | 14 Mei 2020

Uji Vaksin Covid-19, Tiongkok Kerja Sama dengan Kanada

Pemerintah Tiongkok menyatakan telah melakukan kerja sama internasional dengan Kanada secara aktif dalam uji coba dan pengembangan vaksin untuk melawan Covid-19

DUNIA | 14 Mei 2020

Bioskop di Jepang Kembali Dibuka pada Akhir Pekan

Tokyo tidak termasuk dalam bioskop Toho yang dibuka kembali pada akhir minggu ini.

DUNIA | 14 Mei 2020

WHO: Corona Mungkin Tidak Akan Pernah Hilang

Lebih 100 vaksin potensial sedang dikembangkan, termasuk beberapa dalam uji klinis.

DUNIA | 14 Mei 2020

Dubes RI: Tiongkok Akan Tindak Lanjuti Kasus Eksploitasi ABK WNI

Pemerintah Tiongkok menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti kasus dugaan eksploitasi ABK WNI di kapal berbendera Tiongkok.

DUNIA | 13 Mei 2020

Pandemi Covid-19, Jepang Tingkatkan Peringatan Perjalanan untuk 13 Negara

Jepang meningkatkan peringatan perjalanan untuk 13 negara, sebagian besar di Amerika Selatan dan Tengah, menyusul peningkatan kasus pandemi corona (Covid-19).

DUNIA | 13 Mei 2020

Update Covid-19 di Dunia: 4,3 Juta Warga Terinfeksi, 1,6 Juta Sembuh

Di Asia Tenggara, kasus Covid-19 terbanyak masih Singapura dengan 24.671 kasus.

DUNIA | 13 Mei 2020

Jadi Pandemi Baru, Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui Jerman

Brasil juga kemungkinan besar dalam waktu dekat akan melewati kasus di Prancis sebanyak 178.225.

DUNIA | 13 Mei 2020

Tiongkok Yakin Dijadikan Bulan-bulanan untuk Kampanye Trump

HIV/AIDS terdeteksi pertama kali di AS, tetapi dunia tidak pernah menuntut AS bertanggung jawab atau membayar ganti rugi.

DUNIA | 13 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS