Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

AS Diam-Diam Investasi Penelitian Vaksin Covid-19 di Eropa

Kamis, 14 Mei 2020 | 15:31 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) diam-diam menginvestasikan dana penelitian vaksin virus corona (Covid-19) di sejumlah lembaga penelitian dan perusahaan farmasi terkemuka di eropa.

Beberapa lembaga dan perusahaan yang didanai AS untuk penelitian vaksin Covid-19 antara lain Sanofi yang merupakan raksasa farmasi di Prancis, dan AstraZeneca Plc yang bekerja sama dengan Universitas Oxford, Inggris.

Dengan investasi tersebut, AS dipastikan menjadi pihak pertama yang akan mendapatkan vaksin Covid-19, jika berhasil ditemukan oleh lembaga penelitian dan perusahaan farmasi yang didanainya.

"Orang Amerika kemungkinan akan mendapatkan vaksin Covid-19 Sanofi, sebelum seluruh dunia mendapatkannya, jika kami berhasil menemukan vaksinnya," kata Kepala Eksekutif Sanofi, Paul Hudson, dalam wawancara dengan Bloomberg, Rabu (13/5/2020).

Menurut Paul Hudson, AS berhak menjadi pihak pertama dalam jalur pasokan vaksin Covid-19 Sanofi, karena telah berinvestasi mendanai penelitian yang dilakukan Sanofi, sejak Februari 2020.

"Pemerintah AS memiliki hak atas pemesanan terbesar karena melakukan investasi tanpa memikirkan risiko (kerugian, Red) dan memperluas kemitraan dengan kami untuk penemuan vaksin Covid-19," ujar Paul Hudson.

Sanofi adalah salah satu raksasa farmasi di antara lusinan perusahaan serupa yang kini gencar melakukan penelitian dan pengujian untuk menemukan vaksin Covid-19.

Sanofi telah telah bermitra dengan BARDA, bahkan dengan saingannya di Inggris, GlaxoSmithKline Plc, pada proyek penelitian vaksin Covid-19 yang didukung AS. Sanofi menyatakan bisa menghasilkan 600 juta dosis vaksin per tahun, bahkan bisa digandakan.

Sementara itu, Pascal Soriot, CEO AstraZeneca Plc, mengatakan pasokan bidikan percobaan vaksin Covid-19 yang mungkin ditemukan Universitas Oxford akan diprioritaskan untuk AS, sebelum didistribusikan bagi negara lain di belahan dunia. Pasalnya, AS telah berinvestasi sejak awal untuk penelitian dan pengembangan vaksin di perusahaan tersebut.

Pemerintah di seluruh dunia kini meluncurkan pendanaan untuk upaya penelitian vaksin, namun nampaknya Eropa sedikit tertinggal dibandingkan AS. Selain mendanai penelitian di dalam negeri yang dilakukan Institut Kesehatan Nasional, AS juga berinvestasi di sejumlah lembaga penelitian dan perusahaan farmasi terkemuka di eropa.

Hal itu, menempatkan AS sebagai negara yang diprioritaskan oleh lembaga-lembaga penelitian dan perusahaan farmasi tersebut, jika vaksin Covid-19 ditemukan oleh mereka.

"Saya telah berkampanye di Eropa untuk mengatakan AS akan mendapatkan vaksin (Covid-19, red)terlebih dahulu, daripada eropa. Begitulah karena AS telah berinvestasi untuk mencoba dan melindungi populasi mereka, untuk memulai kembali ekonomi mereka," ujar Paul Hudson.

Banyak penelitian vaksin Covid-19 bmenargetkan akan menghasilkan vaksin yang dapat diuji coba untuk disuntikan kepada publik, pada awal 2021. Beberapa lembaga menargetkan ketersediaan terbatas untuk pekerja kesehatan dan kelompok rentan lainnya pada awal musim gugur ini.

Pengamat memperkirakan negara mana pun yang berhasil membawa vaksin corona ke pasar untuk pertama kalinya kemungkinan akan mengklaim kepemilikan atas beberapa proses distribusi.

"Kita bahkan tidak bisa berdagang satu sama lain tanpa mempermasalahkan tarif, dan sebagainya. Ketika datang ke vaksin yang menyelamatkan jiwa, "itu tidak akan mudah untuk datang dengan pengaturan," kata Krishna Kumar, ekonom senior dan direktur penelitian internasional di RAND Corp.



Sumber: Bloomberg, Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PM Inggris: Vaksin Covid-19 Mungkin Tak Akan Ditemukan

Perdanan Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) mungkin 'tidak akan pernah ditemukan'.

DUNIA | 14 Mei 2020

Uji Vaksin Covid-19, Tiongkok Kerja Sama dengan Kanada

Pemerintah Tiongkok menyatakan telah melakukan kerja sama internasional dengan Kanada secara aktif dalam uji coba dan pengembangan vaksin untuk melawan Covid-19

DUNIA | 14 Mei 2020

Bioskop di Jepang Kembali Dibuka pada Akhir Pekan

Tokyo tidak termasuk dalam bioskop Toho yang dibuka kembali pada akhir minggu ini.

DUNIA | 14 Mei 2020

WHO: Corona Mungkin Tidak Akan Pernah Hilang

Lebih 100 vaksin potensial sedang dikembangkan, termasuk beberapa dalam uji klinis.

DUNIA | 14 Mei 2020

Dubes RI: Tiongkok Akan Tindak Lanjuti Kasus Eksploitasi ABK WNI

Pemerintah Tiongkok menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti kasus dugaan eksploitasi ABK WNI di kapal berbendera Tiongkok.

DUNIA | 13 Mei 2020

Pandemi Covid-19, Jepang Tingkatkan Peringatan Perjalanan untuk 13 Negara

Jepang meningkatkan peringatan perjalanan untuk 13 negara, sebagian besar di Amerika Selatan dan Tengah, menyusul peningkatan kasus pandemi corona (Covid-19).

DUNIA | 13 Mei 2020

Update Covid-19 di Dunia: 4,3 Juta Warga Terinfeksi, 1,6 Juta Sembuh

Di Asia Tenggara, kasus Covid-19 terbanyak masih Singapura dengan 24.671 kasus.

DUNIA | 13 Mei 2020

Jadi Pandemi Baru, Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui Jerman

Brasil juga kemungkinan besar dalam waktu dekat akan melewati kasus di Prancis sebanyak 178.225.

DUNIA | 13 Mei 2020

Tiongkok Yakin Dijadikan Bulan-bulanan untuk Kampanye Trump

HIV/AIDS terdeteksi pertama kali di AS, tetapi dunia tidak pernah menuntut AS bertanggung jawab atau membayar ganti rugi.

DUNIA | 13 Mei 2020

Tiongkok: Mendiang Dr Li Pahlawan dan Panutan, Bukan Musuh

Dia anggota Partai Komunis Tiongkok, bukan “tokoh anti-kemapanan”.

DUNIA | 13 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS