Serikat Pekerja di Turki Tuntut Kenaikan Gaji Pekerja Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Serikat Pekerja di Turki Tuntut Kenaikan Gaji Pekerja Kesehatan

Jumat, 1 Mei 2020 | 14:43 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Ankara, Beritasatu.com - Serikat-serikat pekerja terkemuka Turki menuntut pemerintah menaikan gaji atau memberi honor tambahan kepada pekerja kesehatan yang terus bekerja di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Pernyataan itu, disampaikan gabungan serikat pekerja di Turki, dalam rangka memperingati May Day 2020 atau Hari Buruh Internasional Tahun 2020, di Ankara, Turki, Jumat (1/5/2020).

Mahmut Arslan, Kepala Konfederasi Serikat Buruh Nyata Turki (HAK-İŞ), salah satu serikat pekerja terbesar di Turki, mengatakan bahwa mereka memberi hormat kepada pekerja perawatan kesehatan yang berjuang di garis depan untuk membantu pasien yang terinfeksi virus corona.

Terkait dengan itu, HAK-İŞ mengulangi permintaan serikat pekerja perawatan kesehatan yang menginginkan kenaikan gaji atau honor tambahan karena tetap menjalankan tugas mereka di tengah wabah Covid-19.

Hingga Kamis pagi waktu setempat, Turki telah mendaftarkan total 3.174 kematian akibat virus corona, sementara hampir 49.000 orang telah pulih dari penyakit itu. Saat ini ada 120.204 kasus yang dikonfirmasi di negara ini.

"Kami menuntut kondisi yang lebih baik bagi pekerja perawatan kesehatan dan mendesak pemerintah menaikan gaji atau memberi honor tamabah bagi pegawai negeri sipil di sektor perawatan kesehatan. Kenaikan gaji harus mencakup lebih dari 200.000 pekerja di sektor ini, atas jasa mereka dalam menangani wabah Covid-19," ujar Mahmut Arslan.

Tahun ini, HAK-İŞ tidak menggelar aksi demonstrasi Hari Buruh sehari sebelum 1 Mei 2020, dengan mengeluarkan pernyataan yang kali ini berfokus pada wabah dan pekerja perawatan kesehatan.

Pemerintah Turki telah melarang demonstrasi Hari Buruh dengan menegaskan bahwa semua pihak harus menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran virus corona. Terkait dengan itu, pemerintah Turki menerapkan jam malam selama tiga hari, berlaku mulai 1 Mei 2020.

Hal itu, membuat para buruh di Turki tak dapat mengadakan aksi demonstrasi Hari Buruh seperti biasa. Selama ini, Demonstrasi Hari Buruh di Turki selalu berujung pada aksi anarkis dan ditanggapi pemerintah dengan tindakan keras.

Sebagai gantinya, beberapa perwakilan dari serikat pekerja diizinkan untuk membaca pernyataan pers di setiap provinsi oleh gubernur, dengan syarat mematuhi jarak sosial. Pemimpin serikat buruh juga mengeluarkan pesan video pada kesempatan itu.

Meskipun tidak turun ke jalan, serikat buruh mengumumkan bahwa mereka akan menandai Hari Buruh dengan pertemuan daring. Misalnya serikat buruh logam mendesak anggotanya untuk membacakan lagu kebangsaan dan menggantung spanduk di balkon rumah mereka.



Sumber: CNA, The Guardian


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Hari Buruh, PM Singapura Berterima Kasih untuk Pekerja Kesehatan

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menyampaikan terima kasih kepada pekerja kesehatan yang tetap menjalankan tugas di tengah wabah Covid-19

DUNIA | 1 Mei 2020

Hari Buruh, Erdogan Janji Lindungi Hak Pekerja Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berjanji akan melindungi hak-hak pekerja, dan menyerukan semua pihak bahu-membahu mengatasi dampak wabah corona (Covid-19)

DUNIA | 1 Mei 2020

Perdana Menteri Rusia Positif Covid-19

Mishutin juga untuk sementara waktu mengundurkan diri dalam rangka proses pemulihan.

DUNIA | 1 Mei 2020

Tak Satu pun Negara Bisa Sendirian Atasi Covid-19

Virus Conoa seret semua negara di dunia.

POLITIK | 30 Mei 2020

Tuduhan Trump soal Covid-19 dari Lab Tiongkok Tidak Berdasarkan Bukti

AS telah membayar pendanaan untuk WHO hampir US$ 500 juta per tahun, sementara Tiongkok hanya mendanai US$ 38 juta.

DUNIA | 1 Mei 2020

Donald Trump Tuduh Tiongkok Ingin Dirinya Kalah di Pemilu AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Tiongkok berusaha membuat dirinya kalah dari kandidat Demokrat, Joe Biden, dalam Pilpres AS.

DUNIA | 30 April 2020

WHO Enggan Tanggapi Laporan soal Remdesivir

WHO enggan mengomentari laporan bahwa obat antivirus eksperimental remdesivir produksi Gilead Sciences mungkin membantu pengobatan Covid-19.

DUNIA | 30 April 2020

Trump Ingin Remdesivir Segera Disahkan sebagai Obat Covid-19

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak FDA untuk segera mengesahkan remdesivir buatan Gilead Sciences sebagai pengobatan virus corona atau Covid-19.

DUNIA | 30 April 2020

Kabar Baik, Alat Medis dari Tiongkok, Korsel, UEA Tiba Pekan Ini

Berbagai alat medis akan tiba di Indonesia dari Tiongkok, Korea Selatan dan Uni Emirat Arab pada pekan ini.

DUNIA | 29 April 2020

68.129 WNI dari Malaysia Telah Tiba di Tanah Air

Hingga Selasa (28/4/2020) tercatat telah tiba di tanah air sebanyak 68.129 melalui tiga jalur yaitu laut (69%), darat (18%), dan udara (13%).

DUNIA | 29 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS