Harimau Tertular Corona oleh Manusia, Bisakah Sebaliknya?

Harimau Tertular Corona oleh Manusia, Bisakah Sebaliknya?
Seekor harimau di lembaga konservasi Amerika Serikat dalam foto tertanggal 5 April 2020. (Foto: AFP)
Heru Andriyanto / HA Senin, 6 April 2020 | 13:26 WIB

New York, Beritasatu.com – Wabah virus corona di New York, Amerika Serikat, begitu parahnya sehingga seekor harimau betina di Kebun Binatang Bronx, ikut tertular. Hal tersebut diumumkan oleh manajemen kebun binatang, Minggu (5/4/2020) waktu setempat.

Ini merupakan kasus pertama penularan Covid-19 pada binatang di Amerika, dan kasus virus corona pertama di dunia yang menjangkiti harimau.

Harimau Malaya betina yang diberi nama Nadia itu berumur empat tahun. Enam harimau dan singa lainnya di kebun binatang tersebut diduga juga terserang virus corona dan sempat jatuh sakit, tetapi tidak dilakukan tes pada mereka.

Tujuh kucing besar itu diyakini tertular oleh seorang petugas kebun binatang yang terinfeksi tetapi belum menunjukkan gejala Covid-19.

Kasus ini terdeteksi pertama kali pada 27 Maret lalu, ketika salah satu kucing besar itu mulai menunjukkan gejala. Sekarang semuanya dalam kondisi stabil dan akan pulih, menurut pernyataan manajemen kebun binatang.

Kebun Binatang Bronx sudah ditutup sejak 16 Maret mengikuti imbauan untuk mencegah kerumunan massa di tengah wabah Covid-19.

“Hari-hari ini memang sangat sulit bagi kita semua, di manapun kita tinggal dan bekerja. Kami akan pastikan pelajaran apa pun yang bisa dipetik dalam situasi ini akan dimanfaatkan untuk lebih memahami penyakit ini dan memeranginya,” kata direktur kebun binatang Jim Breheny.

Departemen Pertanian AS, yang menjalankan tes Covid-19 pada Nadia di laboratorium kedokteran hewan miliknya, mengatakan belum pernah ada kasus penularan virus ini pada binatang di AS sebelumnya.

“Sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa binatang bisa menyebarknan virus ke manusia atau menjadi sumber penularan di Amerika Serikat,” kata pejabat Departemen Pertanian Jane Rooney, yang juga seorang dokter hewan.

Meskipun terjadi kasus ini, Departemen Pertanian tidak merekomendasi tes rutin Covid-19 pada binatang, penghuni kebun binatang dan para staf kebun binatang di manapun. Rooney mengatakan ada sejumlah kecil binatang yang telah dites di Laboratorium Kedokteran Hewan Nasional tetapi semua hasilnya negatif, kecuali Nadia.

Harimau Malaya yang diberi nama Nadia di Kebun Binatang Bronx, New York, AS, yang dinyatakan positif mengidap Covid-19. (AFP)

Para pakar mengatakan pandemik virus corona ini disebabkan oleh penularan antar-manusia.

Di luar Amerika, ada sejumlah berita yang menyebutkan binatang piaraan terinfeksi akibat kontak dekat dengan manusia yang menjadi penderita. Salah satunya seekor anjing di Hong Kong. Otoritas di Hong Kong telah menyimpulkan anjing dan kucing tidak bisa menularkan penyakit itu ke manusia, tetapi mereka bisa positif mengidapnya jika terpapar ke manusia penderita.

Sebelumnya, Asosiasi Kedokteran Hewan AS dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Federal mengimbau agar penderita virus corona membatasi jarak dengan binatang piaraan mereka.

Warga yang baru saja menyentuh binatang juga diminta cuci tangan sebagai tindakan berjaga-jaga.

Selain Nadia, tiga harimau dan tiga singa lainnya juga menunjukkan gejala Covid-19 seperti batuk kering, sementara sejumlah kucing besar lainnya di kebun binatang itu kehilangan selera makan dan terengah-engah, kata Drh Paul Calle di kebun binatang tersebut.

Hanya Nadia yang menjalani tes karena harus dilakukan prosedur anastesia untuk mengambil contoh spesimen dari seekor kucing besar. Ketika dites, suhu tubuhnya normal, kata Calle.

Tujuh kucing besar itu berada di lokasi terpisah dalam area kebun binatang dan telah terjadi kontak dengan petugas yang sama.

Virus corona telah menewaskan hampir 10.000 warga Amerika dengan 335.000 kasus positif, atau yang tertinggi di seluruh dunia. Negara bagian New York adalah yang paling parah terdampak di AS.



Sumber: Guardian