Di Ekuador, Mayat-mayat Korban Virus Corona Dibiarkan di Jalan

Di Ekuador, Mayat-mayat Korban Virus Corona Dibiarkan di Jalan
Sebuah peti jenazah dilapisi plastik dan karton dibiarkan tergeletak begitu saja di Kota Guayaquil, Ekuador, 2 April 2020. Wabah virus corona membuat sistem kesehatan di sana kewalahan hingga tidak mampu menampung jenazah. (Foto: CNN)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 5 April 2020 | 12:39 WIB

Ekuador, Beritasatu.com - Mayat-mayat terbungkus plastik dibiarkan tergeletak di jalanan Kota Guayaquil. Kota terpadat di Ekuador tersebut tidak lagi mampu menampung korban virus corona.

Rumah sakit di sana tidak lagi memiliki tempat tidur untuk merawat yang sakit. Kamar jenazah, tempat pemakaman dan rumah pemakaman sudah mencapai kapasitas penuh. Tanpa ada pilihan lain, warga terpaksa membiarkan jenazah orang-orang terdekat mereka tergeletak begitu saja di jalanan dan di kamar-kamar terisolasi. Tidak jelas berapa jenazah yang terinfeksi corona dan berapa yang meninggal karena sebab lain.

"Kami telah menanti (bantuan memakamkan jenazah) selama lima hari. Kami lelah menelepon 911 dan disuruh menunggu," kata Fernando Espana kepada Reuters, 30 Maret 2020 lalu.

Sebuah video dari CNN menunjukkan sekelompok pengendara motor meninggalkan jenazah di pinggir jalan. Beberapa jam kemudian, orang-orang berpakaian hazmat suit (alat perlindungan diri/APD) mengambil jenazah tersebut dengan mobil. Ada lagi video sekelompok orang sedang "membuang" jenazah di pinggir jalan tetapi dihentikan polisi. Polisi menolak memberikan detail peristiwa tersebut.

Ini adalah kenyataan pahit warga yang berjuang menghadapi wabah corona sementara pemerintahnya kewalahan.

Menurut data Worldometers, hingga saat ini terdapat 3.465 kasus positif corona dan 172 korban jiwa. Pihak yang berwenang di Ekuador mengatakan bahwa mereka telah menjemput 300 jenazah di Guayaquil, tanpa diketahui berapa yang meninggal karena corona dari 300 jenazah tersebut.

Lewat video Twitter, Wali Kota Guayaquil Cynthia Viteri memohon bantuan dari pemerintah pusat. "Apa yang terjadi dengan sistem kesehatan publik? Mereka tidak menjemput jenazah dari rumah-rumah, malah dibiarkan begitu saja di pinggir jalan dan di depan RS".

Presiden Lenin Moreno pada Kamis lalu meminta semua tingkat pemerintahan untuk transparan terkait data-data krisis corona. "Penting untuk menyampaikan kebenaran. Data kasus dan kematian yang dilaporkan tidak mencerminkan data asli di lapangan".

Pemerintah telah mengirimkan kontainer sebagai tempat penampungan sementara jenazah. Otoritas setempat juga mengatakan mereka akan mencari lahan untuk memakamkan jenazah dengan bermartabat.



Sumber: CNN, Reuters