11.000 Tewas di Italia karena Corona, PM Conte: Kita Sudah Dekati Puncak

11.000 Tewas di Italia karena Corona, PM Conte: Kita Sudah Dekati Puncak
Seorang pekerja medis menggunakan alat pelindung membantu pasien corona (Covid-19) di rumah sakit Casal Palocco dekat Roma, Italia. (Foto: AFP/Alberto Pizzoli)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 31 Maret 2020 | 06:06 WIB

Roma, Beritasatu.com - Wabah virus corona belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan di Italia, di mana angka kematian melampaui 10.000 pada akhir pekan. Italia yang berpenduduk 60 juta, telah menjadi negara yang paling parah dilanda pandemi corona di Eropa, dengan kasus dan jumlah kematian tertinggi.

Negara ini telah berjuang menghadapi corona sejak kasus pertama muncul akhir Februari 2020, dan memaksa lockdown secara nasional pada awal Maret. "Kami berada dalam fase paling akut," kata Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte kepada surat kabar El Pais, Minggu (30/3/2020).

"Para ahli masih berhati-hati, tetapi masuk akal untuk berpikir bahwa kita sudah mendekati puncak," tambah Conte.

Mengutip data worldometers hingga Selasa (31/3/2020) pukul 06.00 WIB, ada 101.739 kasus corona di Italia yang meliputi 14.620 sembuh dan 11.591 meninggal.

Baca juga: 5 Biarawati WNI Terinfeksi Covid-19 di Vatikan

Pemerintah Italia pada Senin (30/3/2020) mengatakan akan memperpanjang lockdown nasional yang berakhir Jumat ini, setidaknya sampai musim Paskah pada April, karena jumlah infeksi baru menurun. “Evaluasi untuk memperpanjang lockdown setidaknya sampai Paskah. Pemerintah akan bergerak ke arah ini,” kata Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan komite yang memberi nasihat kepada pemerintah.

Kementerian Kesehatan tidak memberikan tanggal akhir lockdown itu. Namun dia mengatakan akan ada undang-undang yang diusulkan pemerintah. Minggu Paskah jatuh pada 12 April pada tahun ini. Italia didominasi Katolik Roma dan berisi Vatikan.

Italia telah menerapkan lockdwon selama tiga minggu, dimana sebagian besar toko, bar dan restoran tutup. Warga dilarang meninggalkan rumah kecuali kebutuhan mendesak seperti alasan kesehatan.

Namun kekhawatiran muncul karena di bagian selatan Italia ada lonjakan kasus dalam beberapa hari. Wabah di Italia sejauh ini terkonsentrasi di wilayah utara.

Baca juga: Corona di Dunia 720.117 Kasus, Hubei Nol Infeksi dalam 6 Hari

Gubernur wilayah selatan Campania, Vincenzo de Luca, memperingatkan bahwa ada kemungkinan pandemi menyebar di selatan. Secara umum, bagian selatan negara itu kurang berkembang dan cenderung menghadapi tantangan lebih besar ketika merespons virus.

Kasus pertama Covid-19 muncul di utara Italia. Namun ketika lockdown pertama kali diberlakukan hanya di daerah itu, banyak orang Italia kembali ke daerah asalnya di selatan, sehingga berpotensi menyebarkan virus ke seluruh negeri.



Sumber: CNBC, Reuters