Tinggal Benua Antartika yang Belum Terjangkit Virus Korona

Tinggal Benua Antartika yang Belum Terjangkit Virus Korona
Pasien Covid-19 menjalani perawatan. (Foto: AFP)
Asni Ovier / AO Kamis, 27 Februari 2020 | 14:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wabah virus korona jenis baru (Covid-19) telah menjangkiti warga di hampir semua benua di bumi ini. Hingga saat ini, tinggal benua Antartika yang ada di selata Bumi, yang belum terjangkit virus mematikan asal Provinsi Hubei, Tiongkok, itu.

Dikutip dari Johns Hopkins CSSE, hingga Kamis (27/2/2020) pukul 14.15 WIB, jumlah korban jiwa akibat virus korona mencapai 2.801 orang. Dari total 82.164 warga dunia yang terjangkit, sebanyak 32.897 orang dinyatakan sembuh dari penyakit akibat virus tersebut.

Tiongkok masih mencatat rekor terbanyak korban virus korona. Di negeri itu, sebanyak 78.497 orang telah terjangkit virus. Di Provinsi Hubei saja, korban jiwa telah mencapai 2.641 orang. Sementara, korban jiwa terbanyak di luar Tiongkok adalah Iran, dengan 19 orang yang telah dilaporkan meninggal dunia.

Saat Tiongkok melaporkan pelambatan laju wabah virus korona, sejumlah negara justru mulai menunjukkan kekhawatiran yang mendalam atas penyebaran virus tersebut. Di Korea Selatan (Korsel), warga yang terjangkit virus korona telah mencapai 1.595 orang dengan korban jiwa mencapai 13 orang.

Di Eropa, kekhawatiran terhadap penyebaran virus korona juga semakin tinggi. Italia merupakan negara di Eropa yang mencatat jumlah korban tertinggi dengan 447 orang terjangkit dan 12 orang meninggal dunia.

Kekehawatiran yang sama juga terjadi di Prancis. Warga yang terjangkit di negara itu mencapai 18 orang dengan dua korban jiwa.

Negara-negara lain di Eropa yang sudah terjangkit virus mematikan itu adalah Jerman (21 kasus), Inggris (13 kasus), Spanyol (12 kasus), Kroasia (3 kasus), Austria (2 kasus), Finlandia (2 kasus), Rusia (2 kasus), Swedia (2 kasus), serta Belgia, Denmark, Estonia, Georgia, Yunani, Norwegia, Rumania, dan Swiss masing-masing satu kasus.

Di benua Amerika, negara yang warganya paling banyak terjangkit virus korona adalah Amerika Serikat (AS), yakni 60 orang. Sementara, Brasil menjadi negara di Amerika Latin pertama yang melaporkan kasus virus korona setelah seorang warga dinyatakan positif.

Sementara, di Australia, hingga kini tercatat 23 warga yang dinyatakan positif terjangkit virus korona. Mereka tersebar di Brisbane, Sydney, Melbourne, dan Adelaide.



Sumber: BeritaSatu.com