Polisi Buru Pelaku Penembakan Bar yang Menewaskan 8 Orang di Hanau Jerman

Polisi Buru Pelaku Penembakan Bar yang Menewaskan 8 Orang di Hanau Jerman
Polisi di lokasi penembakan di Hanau, Jerman, Kamis (20/2/2020) ( Foto: AFP )
Dwi Argo Santosa / DAS Kamis, 20 Februari 2020 | 10:46 WIB

Hanau, Beritasatu.com - Setidaknya delapan orang tewas dan lima lainnya cedera dalam peristiwa penembakan di kota Hanau yang berjarak sekitar 12 mil di sebelah timur Frankfurt, Jerman, Rabu malam waktu setempat atau Kamis (20/2/2020) WIB. Polisi memburu pelaku dengan kekuatan penuh.

Penembakan dilaporkan terjadi di dua lokasi. Para penyerang melepaskan tembakan di bar shisha di pusat kota sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Di lokasi pertama di bar shisha Midnight di daerah Heumarkt ini tiga orang tewas. Saksi mata mengatakan ada selusin suara tembakan yang didengarnya.

Menurut informasi kepolisian setempat, sebuah kendaraan gelap terlihat meninggalkan lokasi penembakan pertama, dan penembakan lain dilaporkan di lokasi kedua. Penembak yang digambarkan lebih dari satu melakukan penembakan kedua hingga menewaskan lima orang di Arena Bar dan Cafe di Kurt-Schumacher-Platz.

Para penyerang yang tak dikenali itu masih buron. Aparat keamanan setempat melakukan perburuan dan belum mengetahui motif penembakan. Sekitar 30 mobil polisi meninggalkan kantor polisi Hanau. Petugas polisi dengan senapan mesin dikerahkan.

"Anda tidak bisa membayangkan malam yang lebih buruk. Ini adalah malam yang mengerikan yang pasti akan menduduki kita untuk waktu yang sangat lama dan kita akan mengingatnya dengan sedih," kata walikota Hanau, Claus Kaminsky kepada surat kabar Bild.

Hanau memiliki sekitar 90.000 jiwa dan terletak di negara bagian Hesse. Jerman telah menjadi sasaran serangan ekstremis dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya menewaskan 12 orang di jantung Berlin pada Desember 2016. Penembakan itu terjadi empat hari setelah serangan lain di Berlin, dekat pertunjukan komedi Turki di tempat musik Tempodrom, di mana satu orang tewas.

 



Sumber: The Telegraph