Tiongkok Dikucilkan Akibat Virus Korona

Tiongkok Dikucilkan Akibat Virus Korona
Pasien yang telah sembuh dari virus korona dan boleh meninggalkan rumah sakit. ( Foto: ANTARA/Chinadaily )
Yeremia Sukoyo / FMB Rabu, 19 Februari 2020 | 13:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hingga saat ini Pemerintah Tiongkok masih berupaya keras mengatasi wabah virus korona. Dalam waktu singkat, Tiongkok bahkan telah bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) dan membangun pabrik masker dan rumah sakit khusus pasien terdampak virus.

Peneliti Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman, menilai, wabah virus korona telah menyebabkan Tiongkok mengalami keterkucilan. Semua sebagai akibat dari reaksi berlebihan yang datang dari negara-negara lain di seluruh dunia.

"Saat ini Tiongkok mengalami keterkucilan atau isolasi yang berimbas pada ekonominya karena reaksi dunia yang sangat berlebihan," kata Ferdy Hasiman, di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Dirinya membandingkan, kondisi berbeda terjadi ketika terjadi wabah epidemi virus flu babi di Amerika Serikat tahun 2009 lalu. Ketika itu jumlah infeksi dan kematian yang disebabkan oleh epidemi flu HIN1 di Amerika Serikat sangat banyak. Setidaknya ada 300.000 orang meninggal dan jutaan lain mengalami infeksi di seluruh dunia.

"Jika dibandingkan dengan wabah korona, tentu saja tidak bisa dibandingkan. Tetapi bagaimana respon dunia internasional terhadap Tiongkok hari ini sangat berbeda dengan reaksi dunia internasional terhadap AS pada waktu itu," ucapnya.

Atas kondisi itu Ferdy pun meyakini saat ini ada upaya untuk mendiskreditkan Tiongkok pascamewabahnya virus korona. Semuanya bahkan dilakukan secara sistematis di tengah hembusan perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok belakangan ini.

"Terutama adanya reaksi yang sangat berlebihan yang jika kita bandingkan dengan kasus flu babi di AS tahun 2009 yang sebenarnya jauh lebih dahsyat tetapi tidak ada reaksi yang sangat berlebihan seperti dialami Tiongkok saat ini," ungkapnya.

Dikatakan, dari sisi intelijen sendiri berlaku teori, siapa yang mengambil keuntungan dalam sebuah kasus, maka dialah yang paling berperan. Saat ini dunia internasional pun bisa menilai, siapa yang diuntungkan dari kasus virus korona di Tiongkok.

"Atas kasus ini kita melihat bagaimana reaksi AS. Dia langsung menutup penerbangan dari dan ke Tiongkok, menghentikan sementara barang-barang masuk dari Tiongkok. Amerika juga langsung menarik pulang warganya dari Tiongkok yang diikuti oleh negara-negara lain," ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com