Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pidato Kenegaraan Trump Tak Ungkit Soal Pemakzulan

Rabu, 5 Februari 2020 | 11:59 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sama sekali tak mengungkit soal dakwaan pemakzulan terhadapnya, dalam pidato kenegaraan di hadapan Senat AS, di Capitol Hill, Washington DC, Selasa (4/2), sekitar pukul 21.00 waktu setempat, atau Rabu (5/2) pagi WIB.

Pidato kenegaraan Donald Trump justru bernuansa kampanye karena mengulas sejumlah isu yang dikampanyekannya saat pemilihan presiden 2016 dan tahun ini, yakni peningkatan ekonomi, imigrasi, jaminan kesehatan, dan perang terhadap terorisme.

Donald Trump menghabiskan sebagian besar isi pidatonya dengan menyombongkan revisi perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA) yang dinegosiasikannya dengan Meksiko dan Kanada, serta perjanjian perdagangan Tahap I dengan Tiongkok untuk mengakhiri perang dagang antarkedua negara.

Mengenai perjanjian baru NAFTA, Donald Trump mengklaim, hal itu akan mengarah pada tingkat keadilan dan timbal balik yang jauh lebih besar" dalam perdagangan dengan Meksiko dan Kanada.

Sedangkan perjanjian perdagangan Tahap I dengan Tiongkok dinilai mengakhiri praktik pengambilan keuntungan dan kekayaan intelektual AS oleh Tiongkok.

"Perdagangan tidak adil mungkin merupakan satu-satunya alasan terbesar yang saya putuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden," kata Donald Trump.

Tak hanya itu, Donald Trump juga mengungkit tingkat pengangguran AS yang menurun selama tiga tahun masa pemerintahannya karena kebijakan ekonomi termasuk perang dagang dengan Tiongkok membuka peluang tumbuhnya industri di dalam negeri yang menyerap tenaga kerja.

"Pekerjaan sedang booming (melonjak, Red). Negara kita berkembang dan sangat dihormati lagi. Ekonomi AS adalah yang terbaik yang pernah ada. Tingkat pengangguran negara kini berada pada 3,5%, level terendah sejak 1960-an," ujar Donald Trump.

Pada kesempatan tersebut, Donald Trump kembali menyindir Presiden AS sebelumnya, Barack Obama, yang dituding mewariskan ekonomi yang lemah pada pemerintahannya. Donald Trump mengklaim AS kini mulai pulih setelah krisis keuangan 2008.

Pernyataan Donald Trump tersebut mendapat cemoohan dari anggota Senat, sebagian besar dari Partai Demokrat, karena pada minggu sebelumnya pemerintah justru melaporkan ekonomi AS 2019 tumbuh pada laju paling lambat dalam tiga tahun terakhir.

Donald Trump melanjutkan pidatonya dengan menyampaikan bahwa visi ekonominya akan terbukti, jika rakyat Amerika kembali memilihnya sebagai presiden dalam pemilihan umum tahun ini.

"Visi yang saya paparkan malam ini menunjukkan bagaimana kita membangun masyarakat paling makmur dan inklusif di dunia, di mana setiap warga negara dapat bergabung dalam keberhasilan Amerika yang tak tertandingi, dan di mana setiap komunitas dapat mengambil bagian dalam kenaikan luar biasa Amerika," kata Donald Trump.

Gaduh

Ketika Donald Trump menyoroti masalah perawatan kesehatan, suasana di ruang sidang berubah menjadi gaduh. Anggota Senat saling melemparkan cemohan, bahkan tertawa mendengar penjelasan presiden.

Donald Trump mengatakan, dia menginginkan sistem perawatan kesehatan baru yang melindungi rakyat Amerika dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya. Ketika Donald Trump mengatakan bahwa dia sedang memerangi perusahaan farmasi, anggota Senat dari Partai Demokrat mulai tertawa keras.

Beberapa diantaranya langsung memotong pidato Donald Trump dengan berteriak dan menyarankannya untuk mengambil sepotong undang-undang yang membahas masalah ini, karena belum dibahas Senat AS sejak tahun lalu.

Sebagian besar anggota senat tertawa, mencemooh, bahkan bangkit dari tempat duduk dan mengangkat tangan tanda protes. Mereka meneriakkan "HR 3", merujuk pada undang-undang kesehatan yang sudah disetujui DPR AS sejak tahun lalu ta[i belum dibahas Senat AS yang dikuasai Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.

Namun Donald Trump tak peduli dan melanjutkan pidatonya dengan menyebutkan bahwa 122 anggota parlemen telah menyetujui undang-undang untuk memaksakan pengambilalihan sosialis dari sistem perawatan kesehatan AS, yang memusnahkan rencana asuransi kesehatan swasta dari 180 juta orang Amerika.

"Kami tidak akan pernah membiarkan sosialisme menghancurkan layanan kesehatan Amerika!" ujar Donald Trump.

Presiden Donald Trump juga sedikit menyinggung tentang wabah virus korona dari Tiongkok yang telah menyebar ke berbagai negara. Menurutnya, berbicara tentang masalah kesehatan juga berarti pemerintah AS harus melindungi rakyat AS dai kemungkinan tertular penyakit berbahaya dan mematikan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

1.600 Petugas Pemadam Perangi Kebakaran Baru di California Utara

Lebih dari 1.600 petugas pemadam memerangi kebakaran hutan baru yang menyebar cepat dan telah meluas hingga lebih dari 6.800 hektare di California, AS

DUNIA | 26 September 2021

Prancis dan Jerman Calonkan Dirjen WHO Tedros untuk Masa Jabatan Kedua

Jerman dan Prancis serta negara-negara Uni Eropa lainnya telah mencalonkan Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Ethiopia untuk masa jabatan kedua di WHO

DUNIA | 26 September 2021

Presiden Sri Lanka Promosikan Solusi Energi Berlanjutan

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mempromosikan solusi energi berkelanjutan yang penting bagi planet bumi.

DUNIA | 26 September 2021

Prancis Akan Gandakan Sumbangan Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

Prancis akan menggandakan jumlah dosis vaksin yang akan dikirim ke negara-negara miskin menjadi 120 juta.

DUNIA | 26 September 2021

Taliban Gantung Mayat di Alun-alun Kota Herat

Taliban menggantung mayat dengan derek yang diparkir di alun-alun kota Herat di Afghanistan pada Sabtu (25/9/2021).

DUNIA | 26 September 2021

Bom Bunuh Diri di Somalia, 8 Orang Tewas

Satu ledakan bom mobil bunuh diri telah menewaskan sedikitnya delapan orang di pos pemeriksaan keamanan dekat istana presiden di Mogadishu, ibu kota Somalia.

DUNIA | 26 September 2021

CDC: AS Sudah Berikan 389,4 Juta Dosis Vaksin Covid

Amerika Serikat (AS) telah memberikan 389.372.689 dosis vaksin Covid-19 di negara itu pada Sabtu (25/9/2021) pagi.

DUNIA | 26 September 2021

Pengungsi Suriah Tewas Setelah Telan Bensin

Seorang pengungsi Suriah di Minieh, Lebanon utara, tewas pada Sabtu (25/9/2021) setelah secara tidak sengaja menelan sejumlah besar bensin

DUNIA | 26 September 2021

Kritik Paspor Vaksin, Menteri Muda Belanda Dipecat

Menteri Muda Urusan Ekonomi Belanda, Mona Keijzer dipecat oleh Perdana Menteri Mark Rutte.

DUNIA | 26 September 2021

Pemimpin Myanmar Tidak Akan Berpidato di Majelis Umum PBB

Tidak ada pemimpin Myanmar yang akan berpidato di Majelis Umum tahunan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada minggu depan

DUNIA | 26 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
1.600 Petugas Pemadam Perangi Kebakaran Baru di California Utara

1.600 Petugas Pemadam Perangi Kebakaran Baru di California Utara

DUNIA | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings