Pidato Kenegaraan Trump Tak Ungkit Soal Pemakzulan
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Pidato Kenegaraan Trump Tak Ungkit Soal Pemakzulan

Rabu, 5 Februari 2020 | 11:59 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sama sekali tak mengungkit soal dakwaan pemakzulan terhadapnya, dalam pidato kenegaraan di hadapan Senat AS, di Capitol Hill, Washington DC, Selasa (4/2), sekitar pukul 21.00 waktu setempat, atau Rabu (5/2) pagi WIB.

Pidato kenegaraan Donald Trump justru bernuansa kampanye karena mengulas sejumlah isu yang dikampanyekannya saat pemilihan presiden 2016 dan tahun ini, yakni peningkatan ekonomi, imigrasi, jaminan kesehatan, dan perang terhadap terorisme.

Donald Trump menghabiskan sebagian besar isi pidatonya dengan menyombongkan revisi perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA) yang dinegosiasikannya dengan Meksiko dan Kanada, serta perjanjian perdagangan Tahap I dengan Tiongkok untuk mengakhiri perang dagang antarkedua negara.

Mengenai perjanjian baru NAFTA, Donald Trump mengklaim, hal itu akan mengarah pada tingkat keadilan dan timbal balik yang jauh lebih besar" dalam perdagangan dengan Meksiko dan Kanada.

Sedangkan perjanjian perdagangan Tahap I dengan Tiongkok dinilai mengakhiri praktik pengambilan keuntungan dan kekayaan intelektual AS oleh Tiongkok.

"Perdagangan tidak adil mungkin merupakan satu-satunya alasan terbesar yang saya putuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden," kata Donald Trump.

Tak hanya itu, Donald Trump juga mengungkit tingkat pengangguran AS yang menurun selama tiga tahun masa pemerintahannya karena kebijakan ekonomi termasuk perang dagang dengan Tiongkok membuka peluang tumbuhnya industri di dalam negeri yang menyerap tenaga kerja.

"Pekerjaan sedang booming (melonjak, Red). Negara kita berkembang dan sangat dihormati lagi. Ekonomi AS adalah yang terbaik yang pernah ada. Tingkat pengangguran negara kini berada pada 3,5%, level terendah sejak 1960-an," ujar Donald Trump.

Pada kesempatan tersebut, Donald Trump kembali menyindir Presiden AS sebelumnya, Barack Obama, yang dituding mewariskan ekonomi yang lemah pada pemerintahannya. Donald Trump mengklaim AS kini mulai pulih setelah krisis keuangan 2008.

Pernyataan Donald Trump tersebut mendapat cemoohan dari anggota Senat, sebagian besar dari Partai Demokrat, karena pada minggu sebelumnya pemerintah justru melaporkan ekonomi AS 2019 tumbuh pada laju paling lambat dalam tiga tahun terakhir.

Donald Trump melanjutkan pidatonya dengan menyampaikan bahwa visi ekonominya akan terbukti, jika rakyat Amerika kembali memilihnya sebagai presiden dalam pemilihan umum tahun ini.

"Visi yang saya paparkan malam ini menunjukkan bagaimana kita membangun masyarakat paling makmur dan inklusif di dunia, di mana setiap warga negara dapat bergabung dalam keberhasilan Amerika yang tak tertandingi, dan di mana setiap komunitas dapat mengambil bagian dalam kenaikan luar biasa Amerika," kata Donald Trump.

Gaduh

Ketika Donald Trump menyoroti masalah perawatan kesehatan, suasana di ruang sidang berubah menjadi gaduh. Anggota Senat saling melemparkan cemohan, bahkan tertawa mendengar penjelasan presiden.

Donald Trump mengatakan, dia menginginkan sistem perawatan kesehatan baru yang melindungi rakyat Amerika dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya. Ketika Donald Trump mengatakan bahwa dia sedang memerangi perusahaan farmasi, anggota Senat dari Partai Demokrat mulai tertawa keras.

Beberapa diantaranya langsung memotong pidato Donald Trump dengan berteriak dan menyarankannya untuk mengambil sepotong undang-undang yang membahas masalah ini, karena belum dibahas Senat AS sejak tahun lalu.

Sebagian besar anggota senat tertawa, mencemooh, bahkan bangkit dari tempat duduk dan mengangkat tangan tanda protes. Mereka meneriakkan "HR 3", merujuk pada undang-undang kesehatan yang sudah disetujui DPR AS sejak tahun lalu ta[i belum dibahas Senat AS yang dikuasai Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.

Namun Donald Trump tak peduli dan melanjutkan pidatonya dengan menyebutkan bahwa 122 anggota parlemen telah menyetujui undang-undang untuk memaksakan pengambilalihan sosialis dari sistem perawatan kesehatan AS, yang memusnahkan rencana asuransi kesehatan swasta dari 180 juta orang Amerika.

"Kami tidak akan pernah membiarkan sosialisme menghancurkan layanan kesehatan Amerika!" ujar Donald Trump.

Presiden Donald Trump juga sedikit menyinggung tentang wabah virus korona dari Tiongkok yang telah menyebar ke berbagai negara. Menurutnya, berbicara tentang masalah kesehatan juga berarti pemerintah AS harus melindungi rakyat AS dai kemungkinan tertular penyakit berbahaya dan mematikan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pidato Kenegaraan, Trump Banggakan Pertumbuhan Ekonomi

Di tengah-tengah isu yang menerpanya, tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump berada di angka 49 persen, tertinggi sepanjang pemerintahannya.

DUNIA | 5 Februari 2020

Hubei Laporkan Lagi 65 Korban Meninggal Akibat Virus Korona, Total Jadi 479

Angka itu menambah jumlah total di provinsi tersebut menjadi 16.678 kasus.

DUNIA | 5 Februari 2020

Khawatir Terjangkit Virus Korona, 10.000 Warga Hong Kong Antre Masker

11.000 kotak masker akan tersedia untuk 8.000 pelanggan selama dua hari ke depan.

DUNIA | 5 Februari 2020

EMA Percepat Pengembangan Vaksin dan Obat Lawan Virus Korona

"EMA menggiatkan rencananya untuk menghadapi ancaman kesehatan yang ada," kata Direktur Eksekutif EMA Guido Rasi.

DUNIA | 5 Februari 2020

Semakin Banyak Pasien Virus Korona yang Sembuh

Kemarin, Hong Kong juga memastikan satu pasien virus korona meninggal dunia, sehingga korban jiwa di luar Tiongkok menjadi dua orang.

DUNIA | 5 Februari 2020

Tidak Ada Negara Baru Laporkan Kasus Infeksi Korona dalam 3 Hari Terakhir

Jumlah kasus infeksi virus 2019-nCov di luar Tiongkok tercatat 159 kasus dan satu di antaranya mengakibatkan kematian.

DUNIA | 5 Februari 2020

1 WNI Terinfeksi Virus Korona di Singapura

Seorang WNI yang bekerja di Singapura terinfeksi virus korona

NASIONAL | 4 Februari 2020

Perusahaan Farmasi Dunia Berlomba-lomba Temukan Obat Virus Korona

Kemungkinan dibutuhkan waktu satu tahun untuk menemukan obat untuk virus korona Wuhan itu.

DUNIA | 4 Februari 2020

Korban Jiwa Virus Korona Capai 426 Orang, 623 Orang Berhasil Sembuh

Di seluruh dunia, warga yang terjangkit hingga saat ini sebanyak 20.622 orang.

DUNIA | 4 Februari 2020

TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan di Australia

Pemberian bantuan kemanusiaan Indonesia merupakan perwujudan persahabatan dan kemitraan antara Indonesia dan Australia.

DUNIA | 3 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS