Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Trump Diperkirakan Bebas dari Dakwaan Pemakzulan

Jumat, 31 Januari 2020 | 20:25 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, diperkirakan akan bebas dari dakwaan pemakzulan yang diajukan DPR AS, melalui mekanisme pemungutan suara (voting) yang akan dilakukan Senat AS, pada persidangan Jumat (31/1).

Dalam sidang Jumat ini, Senat AS akan melakukan voting untuk memutuskan apakah menyetujui pemanggilan saksi tambahan ataukah membebaskan Presiden Trump dari dua dakwaan pemakzulan yang diajukan DPR AS, pada 18 Desember 2019.

Partai Demokrat ingin menghadirkan mantan Penasehat Keamanan Nasional AS, John Bolton, yang dilaporkan memiliki kesaksian tentang pernyataan Trump terkait syarat untuk memberikan bantuan anggaran militer kepada Ukraina.

Partai Demokrat membutuhkan empat suara anggota Partai Republik untuk mencapai 51 suara yang menjad kuota minimun untuk meloloskan pemanggilan John Bolton sebagai saksi dalam sidang pemakzulan Presiden Trump. Senat AS dikuasai Partai Republik dengan 53 kursi, sedangkan Partai Demokrat 47 kursi.

Beberapa senator Partai Republik dikabarkan mendukung usulan Partai Demokrat, diantaranya Mitt Romney, Lamar Alexander, Lisa Murkowski dan Susan Collins.

Namun pada sidang pemakzulan Donald Trump, Kamis (30/1), Lamar Alexander menyatakan, tidak perlu memanggil lebih banyak saksi karena bukti-bukti yang diajukan DPR AS sudah cukup menunjukkan bahwa Presiden Trump telah melakukan tindakan yang “tidak pantas”.

“Tidak perlu ada lebih banyak bukti untuk membuktikan sesuatu yang telah terbukti dan tidak memenuhi standar tinggi konstitusi Amerika Serikat untuk pelanggaran yang tidak dapat ditembus,” ujar Lamar Alexander.

Menurut Lamar Alexander, Partai Demokrat sudah dapat membuktikan bahwa tindakan Presiden Donald Trump tidak pantas, sehingga tidak diperlukan lagi banyak saksi, termasuk John Bolton, untuk memberi keterangan.

“Pertanyaannya kini bukan lagi soal apakah presiden melakukannya (penyalahgunaan kekuasaan, red), tetapi apa yang harus dilakukan Senat Amerika Serikat atau rakyat Amerika terkait apa yang dia (presiden Donald Trump, red) lakukan,” kata Lamar Alexander.

Pernyataan Lamar Alexander tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa Partai republik akan dapat memblokir langkah Demokrat untuk memanggil saksi, dan itu berarti persidangan pemakzulan Presiden Trump dengan keputusan pembebasan terhadap presiden AS itu, akan dapat dilakukan.

Pada persidangan Jumat, masing-masing pihak aakan mengajukan argumen penutupan, sebelum Senat AS melakukan voting untuk memutuskan apakah akan mendengarkan keterangan saksi tambahan.

Jika voting berakhir dengan suara seri, berarti mosi yang diajukan Partai Demokrat untuk memanggil saksi telah gagal, kecuali Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts, yang memimpin persidangan memutuskan hal untuk memanggil saksi.

Pentingnya kehadiran John Bolton sebagai saksi dalam sidang pemakzulan Presiden Trump mencuat setelah harian The New York Times membuat laporan mengutip pernyataan John Bolton bahwa dia mendengar secara pribadi Presiden Donald Trump mengatakan mensyaratkan Ukraina harus menyelidiki lawan politiknya jika ingin mendapatkan bantuan anggaran militer.

Buku John Bolton tersebut akan diluncurkan pada 17 Februari 2020, dan Partai Demokrat mendorong untuk memanggil Bolton ke persidangan pemakzulan Trump untuk memberi kesaksian.

Jika John Bolton akhirnya dipanggil sebagai saksi dan memberi kesaksian tentang pernyataan Donald Trump tersebut, maka dia akan menjadi saksi pertama yang secara langsung menghubungkan keputusan AS menunda bantuan militer ke Ukraina karena dilatarbelakangi oleh keinginan Presiden Donald Trump, agar Ukraina menyelidiki Hunter Biden, putra dari Joe Biden, lawan terkuatnya untuk Pemilihan Presiden AS, pada November 2020.

Gedung Putih dikabarkan telah mendorong peninjauan kembali penerbitan buku Bolton, dengan mengutip masalah “keamanan” negara. Dewan Keamanan Nasional (NSC) menuduh bahwa buku itu memiliki detail "sangat rahasia" yang harus dihapus. Namun klaim tersebut ditolak oleh John Bolton.

Pengacara John Bolton, Charles Cooper, menanggapi surat NSC pekan lalu dengan mengatakan buku itu tidak mengandung apa pun yang diklasifikasikan sebagai rahasia besar.

"Kami tidak percaya bahwa informasi itu dapat dianggap rahasia," tulis Cooper dalam email ke Gedung Putih pada 24 Januari, seperti dikutip The Washington Post.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Hikmahanto: Birokrasi AS Anggap Tiongkok Akan Dominasi Kawasan Indo-Pasifik

Hikmahanto Juwana menyebut birokrasi di Amerika Serikat (AS) menganggap Tiongkok akan mendominasi kawasan Indo-Pasifik.

DUNIA | 22 September 2021

Gobel Promosikan Teknologi Dirgantara Indonesia di Turki

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menghadiri pameran teknologi Teknofest Turki di Istanbul.

DUNIA | 22 September 2021

Di PBB, Biden Menyerukan Kemerdekaan untuk Palestina

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan kemerdekaan Palestina. Di hadapan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (21/9/2021)

DUNIA | 22 September 2021

Presiden Brasil Resmi Tolak Paspor Vaksin Covid-19

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menegaskan penolakan terhadap paspor kesehatan, tetapi mendukung upaya untuk memvaksinasi Covid-19.

DUNIA | 22 September 2021

Tingkat Inflasi Lebanon Lebih Buruk dari Zimbabwe dan Venezuela

Tingkat inflasi Lebanon lebih buruk daripada Zimbabwe dan Venezuela.

DUNIA | 22 September 2021

Taliban Minta Kesempatan Pidato di Majelis Umum PBB

Menlu Afghanistan dari pemerintah Taliban Suhail Shaheen telah meminta kesempatan untuk pidato di hadapan para pemimpin dunia pada pertemuan Majelis Umum PBB

DUNIA | 22 September 2021

Dampingi Presiden Bolsonaro di Sidang PBB, Menkes Brasil Positif Covid-19

Menteri Kesehatan Brasil Marcelo Queiroga terbukti positif Covid-19 beberapa jam seusai mendampingi Presiden Jair Bolsonaro di Sidang Majelis Umum PBB.

DUNIA | 22 September 2021

Indonesia Khawatir, Inisiatif AUKUS Bisa Tingkatkan Ketegangan di Indo-Pasifik

Kesepakatan AUKUS dianggap bertujuan untuk menyaingi kekuatan Tiongkok yang semakin meningkat di kawasan.

DUNIA | 22 September 2021

Gempa di Australia, KJRI: Tak Ada WNI Jadi Korban

KJRI di Melbourne menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa gempa.

DUNIA | 22 September 2021

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

ADB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara menjadi 3,1%. Padahal sebelumnya ADB memproyeksikan ekonomi Asia Tenggara tumbuh sebesar 4,4%.

DUNIA | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
IHSG di Zona Hijau, BIMA Paling Cuan Melesat 34,94%

IHSG di Zona Hijau, BIMA Paling Cuan Melesat 34,94%

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings