Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Harry dan Meghan Markle Berhenti Gunakan Gelar "Yang Mulia"

Minggu, 19 Januari 2020 | 11:23 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle tidak lagi menggunakan gelar "Yang Mulia" pada kebangsawanan Kerajaan Inggris.

Berdasarkan kesepakatan dengan Istana Buckingham pada Sabtu (18/1/2020) waktu setempat, pasangan itu akan menyerahkan anggaran negara yang sudah mereka terima, serta membayar sekitar US$ 3 juta uang pajak yang digunakan untuk merenovasi Windsor Castle yang merupakan kediaman resmi mereka.

Kesepakatan tidak lazim ini, merupakan hasil negosiasi Pangeran Harry dengan Ratu Elizabeth II dan keluarga senior kerajaan lainnya.

Negosiasi ini bertujuan untuk mengakhiri krisis yang memuncak sejak pasangan tersebut mengumumkan mundur tugas kerajaan dan menghabiskan enam bulan setiap tahunnya untuk tinggal di Amerika Utara, seperti dikutip dari The New York Times pada Minggu (19/1/2020).

Meghan Markle akan Isi Suara untuk Proyek Disney

Perjanjian itu menjadi salah satu perpecahan paling dramatis dalam keluarga kerajaan Inggris sejak Raja Edward VIII turun tahta pada tahun 1936 untuk menikahi seorang wanita Amerika, Wallis Simpson.

Kedua perpecahan ini menjadi hal yang banyak menarik perhatian publik, karena memecah opini masyarakat Inggris bahkan memicu pembicaraan di seluruh dunia tentang ras, hak istimewa, dan tradisi.

Resmi Mundur dari Kerajaan Inggris, Meghan Markle Kembali Jadi Filantropi

Baik Harry dan Meghan berencana menghabiskan sebagian besar waktu mereka di luar Inggris. "Awalnya di Kanada tetapi kemudian kemungkinan di Amerika Serikat juga," menurut pejabat di istana.

Mereka akan terus melakukan tugas terbatas atas nama Ratu Elizabeth dan akan mempertahankan gelar kerajaan lainnya yaitu Duke dan Duchess of Sussex. Harry juga akan tetap menjadi pangeran dan urutan keenam dalam garis suksesi.

Tetapi di bawah kesepakatan itu, pasangan itu tidak akan lagi menggunakan gelar paling eksklusif mereka "Yang Mulia" karena mereka tidak akan lagi menjadi bangsawan yang bekerja.

Mereka akan diizinkan untuk mendapatkan uang di sektor swasta, meskipun para pejabat istana mengatakan mereka telah sepakat bahwa pekerjaan apa pun yang mereka kejar akan “menjunjung tinggi nilai-nilai Ratu Inggris.”.

Frasa tersebut dimaksudkan untuk menghilangkan kekhawatiran bahwa mereka akan terlalu memperdagangkan ikatan mereka dengan House of Windsor.

Sang ratu menginstruksikan keluarganya pada Senin lalu untuk mencapai kesepakatan dengan pasangan itu, setelah menggelar pertemuan keluarga luar biasa di kediamannya di Istana Sandringham.

Dikabarkan dalam pertemuan itu Ratu Elizabeth mengatakan enggan menerima keinginan Harry dan Meghan untuk melepaskan diri dan memetakan masa depan mereka sendiri.

Drama ini telah menjerumuskan keluarga kerajaan ke dalam kemungkinan krisis terbesar lain, sejak kematian Putri Diana pada 1997.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA LAINNYA

Krisis Kemanusiaan Mengancam, IMF Isyaratkan Bantuan ke Afghanistan

IMF pada Kamis (16/9/2021) menyerukan komunitas internasional harus mengambil tindakan segera untuk mencegah krisis kemanusiaan di Afghanistan.

DUNIA | 16 September 2021

AS Umumkan Aliansi Baru dengan Australia dan Inggris untuk Perkuat Militer

AS mengumumkan aliansi baru dengan Australia dan Inggris untuk memperkuat kemampuan militer dalam menghadapi Tiongkok yang sedang bangkit.

DUNIA | 16 September 2021

Survei Perubahan Iklim Asia Tenggara, Responden Indonesia Sebut Banjir Ancaman Paling Serius

Hasil survei memperlihatkan responden dari Indonesia meyakini, banjir merupakan ancaman paling serius dari perubahan iklim.

DUNIA | 16 September 2021

Prancis Merasa Dikhianati oleh Australia

Australia akan menjadi negara ketujuh di dunia yang mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir.

DUNIA | 16 September 2021

UNICEF Minta Sekolah di Negara Pandemi Covid-19 Dibuka Kembali

UNICEF mendesak otoritas pendidikan agar segera mungkin membuka kembali sekolah-sekolah di negara pandemi Covid-19.

DUNIA | 16 September 2021

Bantu Perangi Covid-19, Indonesia Sumbang Alat Kesehatan ke Myanmar

Indonesia menyumbangkan peralatan kesehatan untuk membantu rakyat Myanmar memerangi Covid-19.

DUNIA | 16 September 2021

INH Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Perumahan Guru di Yerusalem

INH menyalurkan bantuan dana untuk program pembangunan perumahan para asatidz atau guru di kawasan distrik Sur Baher, Yerussalem, Palestina.

DUNIA | 16 September 2021

Diminta Kurangi Emisi Karbon, Australia Malah Perpanjang Proyek Batubara

Langkah ini menggandakan komitmen negara tersebut untuk terus mengekstraksi bahan bakar fosil, meskipun ada tekanan untuk mengurangi emisi karbon.

DUNIA | 16 September 2021

Malaysia Buka Kembali Pulau Pariwisata Langkawi

Wisatawan kembali datang ke Pulau Langkawi, Malaysia, pada Kamis (16/9/2021).

DUNIA | 16 September 2021

1 Miliar Lebih Orang di Tiongkok Telah Divaksin Penuh

Tiongkok pada Kamis menyatakan, 1 miliar lebih warga di negara itu telah divaksinasi Covid-19 sepenuhnya, atau sekitar 71 persen dari populasinya.

DUNIA | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
IDI: Serangan terhadap Nakes di Kiwirok Kejahatan Kemanusiaan Serius

IDI: Serangan terhadap Nakes di Kiwirok Kejahatan Kemanusiaan Serius

NASIONAL | 53 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings