Filipina Bersiap Evakuasi Pekerja di Irak dan Iran

Filipina Bersiap Evakuasi Pekerja di Irak dan Iran
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. ( Foto: AFP / Hoang Dinh Nam )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 6 Januari 2020 | 14:06 WIB

Manila, Beritasatu.com - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan militer untuk bersiap mengerahkan pesawat dan kapal laut 'kapan saja' untuk mengevakuasi ribuan pekerja Filipina di Irak dan Iran.

Dua Kapal Perang Inggris Bergerak ke Teluk Persia

Perintah tersebut dikeluarkan menyusul ketegangan yang terjadi pascaserangan udara Amerika Serikat (AS), yang menewaskan komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani, di dekat bandara Baghdad, Jumat (3/1/2020).

Duterte mengadakan pertemuan darurat dengan Menteri Pertahanan dan pejabat tinggi militer Filipina, pada Minggu (5/1/2020) untuk membahas rencana evakuasi pekerja di kedua negara tersebut.

"Presiden Duterte memerintahkan angkatan bersenjata untuk bersiap mengerahkan aset militer untuk memulangkan warga Filipina yang ada di kawasan Timur Tengah, terutama dari Iran dan Irak, kapan saja," kata senator Christopher Lawrence Go, yang hadir dalam pertemuan tersebut, dilansir laman Arabnews, Senin (6/1/2020).

Trump Abaikan Ancaman Pembalasan Iran

Kepala staf angkatan bersenjata Filipina, Letnan Jenderal Felimon Santos Jr, mengatakan, pasukan Filipina telah melakukan identifikasi kemungkinan rute evakuasi tidak hanya di Irak dan Iran, namun juga wilayah konflik lainnya, seperti Israel.

"Ada kemungkinan seperti itu dan kami meningkatkan rencana kami untuk mencakup semua hal, kalau-kalau terjadi sesuatu," kata Santos kepada wartawan di Manila.

Tercatat, lebih dari 7.000 pekerja Filipina dan keluarga mereka yang berada di Irak dan Iran. Sebagian besar dari mereka, bekerja di perusahaan komersial dan fasilitas militer milik Amerika Serikat (AS) serta negara asing lainnya.



Sumber: AP, Arabnews