Australia dan Belanda Bongkar Sindikat Ekstasi

Australia dan Belanda Bongkar Sindikat Ekstasi
Aparat Australia dan Belanda menyita MDMA atau bahan utama ekstasi senilai US$ 200 juta (Rp 2,81 triliun). (Foto: AFP / Dokumentasi)
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 23 November 2019 | 21:17 WIB

Sydney, Beritasatu.com- Operasi gabungan kepolisian Belanda-Australia membongkar jaringan sindikat penyelundupan ekstasi. Aparat juga menyita MDMA atau bahan utama ekstasi senilai US$ 200 juta (Rp 2,81 triliun).

Pada Jumat (22/11), para pejabat mengatakan operasi itu telah mencegah jutaan pil ekstasi membanjiri Australia. Seorang menteri menyatakan obat-obatan terlarang itu menargetkan remaja yang sedang berlibur

Operasi gabungan tersebut menyita MDMA senilai US$ 200 juta - bahan utama ekstasi - di Belanda dan Belgia. Operasi ini juga menahan 11 orang, termasuk seorang wanita Australia.

“Penangkapan ini adalah salah satu operasi paling signifikan dalam sejarah kolaborasi antara semua agen kami,” kata Menteri Dalam Negeri Peter Dutton, yang memimpin polisi dan agen keamanan Australia.

Setelah penyelidikan selama berbulan-bulan, kata Polisi Federal Australia, sekitar 700 kg MDMA kristal dicegat pada Agustus di pelabuhan Belanda di Rotterdam.

Polisi Belanda kemudian menggerebek 15 lokasi di Belanda dan Belgia pada 5 November 2019. Penggerebekan itu mengungkap dua laboratorium tersembunyi, simpanan MDMA dan 50 ton bahan kimia prekursor.

“Kami percaya bahwa jaringan kriminal ini terlibat dan mampu menghasilkan ribuan kilo MDMA, setara dengan puluhan juta pil, sebagian besar kemungkinan ditujukan untuk Australia,” kata Andy Kraag, asisten komisaris Nasional Belanda Divisi Investigasi Kriminal.



Sumber: Suara Pembaruan