Vietnam Tawarkan Pinjaman untuk Pemulangan Korban Tewas dalam Truk di Inggris

Vietnam Tawarkan Pinjaman untuk Pemulangan Korban Tewas dalam Truk di Inggris
Potret Bui Thi Nhung, yang dikhawatirkan berada di antara 39 orang yang ditemukan tewas dalam satu truk di Inggris, dipasang di altar doa rumahnya di provinsi Nghe An Vietnam, Minggu (27/10/2019). ( Foto: AFP / NHAC NGUYEN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 19 November 2019 | 11:54 WIB

Hanoi, Beritasatu.com- Pemerintah Vietnam menawarkan pinjaman dana kepada keluarga-keluarga yang berduka di negara itu sebagai biaya untuk memulangkan jenazah orang-orang terkasih mereka yang ditemukan tewas dalam satu truk pendingin di kota Essex, Inggris. Beberapa kerabat dari para korban, menyatakan telah ditawari oleh otoritas Vietnam dengan formulir persetujuan.

Ini memberikan mereka pilihan untuk mengambil pinjaman dari pemerintah atau membayar sendiri biaya repatriasi. Namun, situasi itu mempersulit keluarga korban karena mereka sudah terjerat utang besar dari oknum penyeludup manusia.

Polisi London berhasil menemukan 39 jenazah termasuk diantaranya warga negara Vietnam dalam satu truk kontainer pendingin di kota Grays, Essex, pada Oktober 2019. Polisi masih mengidentifikasi seluruh korban, yang awalnya disebutkan seluruhnya warga Tiongkok. Namun, kecurigaan muncul dari sejumlah warga di pedesaan Vietnam yang merasa kehilangan anak atau kerabat mereka.

Para keluarga korban yang berduka itu ditawarkan potongan harga 66 juta dong (Rp 40 juta) untuk memulangkan satu jenazah atau 44 juta dong (Rp 26,7 juta) untuk memulangkan kembali abu mereka. Keluarga-keluarga itu sudah terlanjur meminjam lebih dari 40.000 poundsterling (Rp 730 juta) untuk menyeludupkan kerabat mereka ke Inggris.

“Kami sudah meminjam terlalu banyak uang, kami sudah menggadaikan apa yang kami miliki. Kami bahkan tidak tahu apakah kami mampu meminjam lagi,” kata saudara laki-laki dari salah satu korban, Pham Ngoc Tuan.

“Kami telah diberitahu bahwa masalah utama sekarang adalah uang, bahkan sekalipun kami telah meminjam banyak uang untuk mengirimkan mereka pergi, kami bisa meminjam uang lagi untuk membawa mereka pulang,” kata saudara sepupu dari dua korban, Tien Pham.

Berdasarkan formulir persetujuan dari otoritas Vietnam, disebutkan bahwa “Saya, atas nama keluarga, berjanji untuk membayar kembali seluruh pengeluaran terkait yang telah dilakukan pihak berwajib untuk memulangkan mereka (jenazah) dari Inggris.”

Koroner di Inggris dan Wales harus memberikan izin sebelum jenazah bisa dipindahkan ke luar negeri atau bagian lain dari Inggris. Kedutaan Besar Vietnam di London berjanji untuk bekerja sama sama erat dengan otoritas terkait di Vietnam dan Inggris demi mendukung keluarga dari para korban asal Vietnam untuk membawa orang-orang terkasih mereka kembali ke rumah.



Sumber: Suara Pembaruan