Hadapi Iran, Saudi Bantah Minta Bantuan Mediasi Pakistan

Hadapi Iran, Saudi Bantah Minta Bantuan Mediasi Pakistan
Presiden Hassan Rouhani (kanan) dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memberikan konferensi pers bersama di ibu kota Iran, Teheran, Minggu (13/10/2019). ( Foto: AFP / Kepresidenan Iran )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 14 Oktober 2019 | 22:01 WIB

Riyadh, Beritasatu.com- Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, Minggu (13/10), menyatakan Riyadh tidak meminta bantuan mediasi dari Islamabad.

Menurut al-Jubeir, PM Pakistan Imran Khan bertindak atas inisiatif sendiri dan menyebut Iran harus mengubah sikap mereka, kebijakan mereka jika ingin diakui sebagai “negara normal”.

Sebelum kunjungan Khan, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut negara itu siap berunding dengan Riyadh, entah dengan atau tanpa perantara.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, setelah pertemuan dengan Khan mengatakan menyambut setiap upaya yang didasarkan niat baik.

“Selama pertemuan, kami sepakat bahwa persoalan kawasan bisa diselesaikan lewat diplomasi dan melalui dialog antar-negara,” kata Rouhani.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menawarkan diri sebagai mediator konflik antara Saudi dan Iran. Putin, sebelum kunjungannya ke Saudi, mengatakan Rusia bisa memainkan peran positif dalam meredakan ketegangan di Teluk menyusul serangkaian serangan di kawasan itu.

Putin juga menyebut hubungan baik Rusia dan negara-negara Teluk Arab, serta Iran. Namun, dia mengaku tidak mempunyai informasi terpercaya terkait pihak di balik serangan ke fasilitas-fasilitas minyak Saudi.

Kunjungan Putin ke Saudi ini pertama kalinya setelah lebih dari 10 tahun. Putin dijadwalkan tiba di Saudi pada Senin (14/10) dan akan menggelar pembicaraan dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Putin selanjutnya akan bertolak ke Uni Emirat Arab pada Selasa (15/10).



Sumber: Suara Pembaruan