Pemimpin Muda Indonesia-Korsel Perkuat Hubungan Kedua Negara

Pemimpin Muda Indonesia-Korsel Perkuat Hubungan Kedua Negara
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi didampingi Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia (batik biru paling kiri) Kim Chang-beom, dan Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi (kedua dari kanan), bersama para peserta "The First Republic of Indonesia (RI)-Republic of Korea (ROK) Young Leaders' Dialogue" di Jakarta, Kamis (10/10/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Natasia Christy Wahyuni )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 10 Oktober 2019 | 11:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Luar Negeri mempertemukan 26 pemuda dari Indonesia dan Korea Selatan dalam acara bertajuk “The First Republic of Indonesia (RI)-Republic of Korea (ROK) Young Leaders' Dialogue” di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis (10/10).

Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini dimaksudkan membentuk jejaring dan mengumpulkan masukan atau rekomendasi dari para pemimpin muda itu untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan gagasan acara itu muncul saat Presiden Joko Widodo dan Presiden Moon Jae-in bertemu di Seoul pada September 2018. Para peserta yang diundang dalam acara ini berasal dari berbagai latar belakang, antara lain pengusaha, jurnalis, juru masak, pencipta aplikasi, pekerja travel, aktivis Palang Merah Indonesia (PMI), bahkan ada petani.

“Kedua presiden sepakat penting sekali buat Indonesia dan Korsel membentuk jejaring anak-anak muda dengan berbagai latar belakang agar kelak mereka dapat menjadi penggerak kerja sama Indonesia-Korea,” kata Retno.

Retno mengatakan acara ini sangat inovatif karena melibatkan pemuda untuk menyumbang ide atau pemikirannya.dalam melihat perkembangan dunia saat ini dan hubungan RI-Korsel. Pertemuan ini sekaligus memperkuat hubungan orang ke orang (people to people contact) dari kedua negara.

“Mereka akan mengeluarkan rekomendasi yang akan kita bawakan saat dua presiden bertemu kembali. Kita ingin fokuskan kepada anak muda karena mereka 'the face of the future' (wajah dari masa depan)” ujar Retno.

Dalam pidatonya, Retno meminta para pemuda agar menjagi “agen” dengan tiga tugas utama, yaitu agen perdamaian dunia, agen pembangunan dan kemajuan ekonomi, dan agen inovasi. Sebagai agen perdamaian, menurutnya, salah satu tantangan utama adalah terorisme. Sedangkan, sebagai agen ekonomi, pemuda bisa berperan sebagai wirausahawan atau ilmuwan.

Selanjutnya, sebagai agen inovasi, Retno menyebut pemuda adalah pusat dari transformasi. Ekonomi dan digital menjadi dua hal yang paling menjanjikan di masa depan.

“Apa kalian hanya ingin duduk diam atau mengambil bagian dalam perubahan ini?” kata Retno.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi mengatakan pertemuan antara kedua pemimpin muda RI-Korsel akan digelar setiap tahun. Menurutnya, hubungan RI-Korsel saat ini dalam “gencar-gencarnya”, termasuk antar-menteri dan kalangan bisnis.

“Di KBRI Seoul itu hampir setiap hari ada tamu dari Indonesia, begitu gencarnya sehingga kita berharap ini bisa berkelanjutan. Jadi generasi berikutnya sudah siap, saling kenal, jejaringnya sudah berjalan,” ujar Umar.

Umar menambahkan peningkatan kerja sama RI-Korsel juga terjadi di bidang pendidikan. Hampir setiap bulan terjadi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar-universitas.



Sumber: Suara Pembaruan