Logo BeritaSatu

Miris, 864 Bayi Mendekam di Penjara Turki

Senin, 30 September 2019 | 21:17 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Ankara, Beritasatu.com - Pemerintah Turki yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, dinilai telah membungkam demokrasi dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Pasalnya, ratusan warga sipil dari kalangan akademisi, aktivis, dan jurnalis yang berani mengkritik pemerintahan Erdogan telah dipenjarakan.

Seperti dilansir dari laporan UA24/news, sebanyak 20.000 ibu rumah tangga bersama 864 bayi yang tak berdosa, turut dipenjarakan. Bahkan, beberapa di antara mereka ada yang baru melahirkan, lalu dimasukan ke penjara.

Hingga bayi itu tumbuh besar berusia sekitar 3 tahun sampai 4 tahun, mereka tetap berada di dalam penjara, dan tidak mengenal lingkungan sekitarnya.

"Pemerintahan di bawah Presiden Erdogan telah menghajar ratusan ribu orang pengkritik dari berbagai kelompok, terutama gerakan Gulen Movement yang damai,” ungkap jurnalis senior, Mahmud Mohamadi seperti dikutip dari UA24/news dan The Portal Center.

Lebih dari itu, lanjut Mahmud Mohamadi, para aktivis lingkungan, jurnalis, akademisi, kurdi, alavi, non muslim dan beberapa kelompok muslim Sunni yang telah mengkritik tindakan Erdogan, memiliki andil besar dalam konsekuensi dari agenda politiknya.

"Sendi kehidupan masyarakat telah dihancurkan melalui pemecatan, penyitaan, pemenjaraan, dan penyiksaan,” lanjut Mahmud Mohamadi.

Semua kejadian yang dinilai melanggar hak asasi manusia tersebut, menuai protes keras dari berbagai negara di antaranya Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Advocates of Slenced Turki, organisasi nirlaba hak asasi manusia yang bekerja untuk hak-hak orang yang dianiaya di Turki, saat ini meluncurkan inisiatif baru, yang menuntut agar ibu rumah tangga dan bayi-bayi yang dipenjarakan segera dibebaskan.

Inisiatif ini, memiliki tujuan untuk meningkatkan dan menyebarkan kesadaran tentang masifnya pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Turki.

Sepanjang 20-27 September, perhimpunan ini telah menggelar serangkaian kegiatan aksi protes di AS dan sejumlah negara Uni Eropa. Aksi protes diadakan di Manhattan dan Washington DC untuk menarik perhatian atas 864 bayi yang sedang di penjara di Turki.

Warga Turki atau masyarakat setempat yang tinggal di AS berbagai negara di Eropa, memprotes Erdogan dan pemerintah Turki dengan menempel foto bayi-bayi yang berada dalam tahanan dan menuliskan kalimat dukungan.

Bahkan, di New York dan Washington DC, juga digelar aksi protes untuk menuntut pembebasan ratusan bayi-bayi yang sedang dipenjarakan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: The Portal Center


BERITA LAINNYA

Gunung Berapi Pulau Canary Meletus, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung berapi Pulau Canary, Spanyol meletus, mengirimkan aliran lahar ke desa-desa

DUNIA | 20 September 2021

Kenya Dapat Sumbangan Vaksin Covid-19 dari Tiongkok

Pejabat senior pemerintah Kenya menerima sejumlah dosis vaksin Covid-19 Sinopharm dari Tiongkok

DUNIA | 20 September 2021

Petinju Manny Pacquiao Akan Maju Jadi Capres Filipina 2022

Petinju Filipina yang beralih menjadi politisi Manny Pacquiao mengumumkan pada Minggu (19/9/2021) bahwa ia akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2022.

DUNIA | 20 September 2021

Sekjen PBB: Dunia Menuju Bencana Pemanasan 2,7 Derajat Celsius

Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan, kegagalan untuk mengurangi emisi global membuat dunia berada pada jalur bencana menuju pemanasan 2,7 derajat Celsius

DUNIA | 20 September 2021

Kemtan dan FAO Teken MoU di Bidang Pertanian

MoU tersebut meliputi berbagai aspek yang diharapkan secara komprehensif mampu menyelesaikan permasalahan global di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

DUNIA | 19 September 2021

Israel Tangkap Semua Milisi Palestina yang Kabur dari Penjara

Polisi Israel pada Sabtu (18/9/2021) menangkap dua buronan terakhir dari enam milisi Palestina yang melarikan diri dari sebuah penjara.

DUNIA | 19 September 2021

Myanmar Memanas, Pasukan Militer Junta Diserang Bom

Pihak junta militer Myanmar menyatakan, pasukan keamanan mendapat serangan bom dari kelompok pembangkang.

DUNIA | 19 September 2021

Hubungan Memanas dengan Prancis, Australia Bela Keputusan Soal Kapal Selam

Australia bersikap "berani, terbuka, dan jujur" pada Prancis atas kekhawatirannya dengan kerja sama kapal selam di antara kedua negara.

DUNIA | 19 September 2021

Kasus Covid-19 Melonjak, Laos Tutup Akses ke Ibu Kota

Pemerintah kota Vientiane, Laos, memberlakukan larangan bepergian dari dan ke ibu kota negara itu mulai 19-30 September 2021.

DUNIA | 19 September 2021

Ledakan di Jalalabad, Afghanistan, 3 Orang Tewas

Serangkaian ledakan di Kota Jalalabad, Afghanistan menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sekitar 20 orang.

DUNIA | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Mujahidin Indonesia Timur


# Napoleon Bonaparte


# Pengobat Alternatif Ditembak


# Manchester United



TERKINI
Gunung Berapi Pulau Canary Meletus, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Berapi Pulau Canary Meletus, 5.000 Orang Dievakuasi

DUNIA | 18 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings