Hampir 1.500 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Prancis
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Hampir 1.500 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Prancis

Senin, 9 September 2019 | 17:28 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Paris, Beritasatu.com- Gelombang panas pada bulan Juni dan Juli pada 2019 di Prancis telah mengakibatkan kematian hampir 1.500 orang. Berbicara di radio Prancis, pada Minggu (8/9), Menteri Kesehatan Prancis Agnès Buzyn mengatakan setengah dari warga yang meninggal berusia di atas 75 tahun.

Tetapi Buzyn mengatakan, berkat langkah-langkah pencegahan, angka itu 10 kali lebih rendah dari periode yang sama pada 2003 ketika gelombang panas mematikan menghantam Eropa. Prancis mencatat suhu tertinggi 46 derajat Celcius pada Juni.
Ibu kota Prancis yakni Paris, juga mencatat rekor suhu tinggi 42,6 derajat Celcius pada Juli.

“Kami telah memantau 1.500 kasus kematian tambahan dalam bulan-bulan itu. Gelombang panas memengaruhi kesehatan hampir 20 juta orang,” kata menteri.

Menurut Departemen Kesehatan Prancis, 567 orang meninggal selama gelombang panas pertama Prancis tahun 2019, dari 24 Juni hingga 7 Juli. Selanjutnya, 868 meninggal selama gelombang yang kedua yakni 21 hingga 27 Juli.

Buzyn mengatakan bahwa 10 orang telah meninggal saat bekerja. Selama musim panas, peringatan merah - kategori peringatan paling parah – telah dikeluarkan di beberapa daerah di Prancis.

Selama masa panas, banyak sekolah dan acara publik ditutup untuk meminimalkan paparan publik.

Taman-taman besar dan kolam renang juga dibuka di beberapa kota untuk membantu orang tetap tenang. Otoritas Paris mengatur saluran telepon darurat dan mengatur "kamar dingin" sementara di gedung-gedung kota.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Saat Perang Dagang Berbuah Peluang untuk Asia

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok mungkin membuahkan peluang bahkan keuntungan bagi negara-negara asia.

DUNIA | 9 September 2019

AS-Tiongkok Tak Lagi Menyasar Kenaikan Tarif

1 September 2019 menjadi babak baru perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

DUNIA | 9 September 2019

Dalam 3 Tahun, Saudi Dua Kali Pecat Menteri Perminyakan

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Minggu (8/9) menggantikan menteri energi perminyakan dengan salah satu putranya.

DUNIA | 9 September 2019

30.000 WN Malaysia Ajukan Suaka ke Australia

Ada kekhawatiran Canberra terkait tingginya jumlah warga Malaysia yang mengajukan suaka di Australia.

DUNIA | 8 September 2019

Kemlu: Wapres Instruksikan Penanganan Pengungsi Kalideres

Penanganan pemindahan pengungsi luar negeri dari gedung bekas Kodim di Kalideres, Jakarta Barat, mendapatkan perhatian dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

DUNIA | 8 September 2019

Robert Mugabe, Tokoh Zimbabwe yang Dikenang Penuh Kontroversi

Semasa hidup, mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe sering melontarkan pernyataan-pernyataan eksentrik, dan kerap menuai kontroversi.

DUNIA | 8 September 2019

Tanzania Sita Gading dari Pembantaian 117 Ekor Gajah

Tanzania telah menyita ratusan gading yang setara dengan pembantaian setidaknya 117 ekor gajah.

DUNIA | 8 September 2019

AS Coba Suap Kapten Kapal Tanker Iran

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya memang menawarkan uang jutaan dolar kepada kapten kapal tanker minyak Iran

DUNIA | 8 September 2019

Akibat Kebakaran, Bolivia Kehilangan 1,7 Juta Ha Hutan

Kebakaran hutan yang mengamuk di hutan-hutan dan padang rumput Bolivia sejak Mei telah menghancurkan 1,7 juta hektare hutan.

DUNIA | 8 September 2019

Rusia dan Ukraina Bertukar Tahanan

"Ukraina menyerahkan 35 orang ke Rusia, kami menyerahkan jumlah yang sama ke Ukraina.”

DUNIA | 7 September 2019


TAG POPULER

# Gempa Sulbar


# Vaksinasi Covid-19


# Sriwijaya Air


# Calon Kapolri


# Rizieq Syihab


B1 Livestream

TERKINI

Bantu Masyarakat Terdampak Bencana, Gaji Anggota DPR Fraksi Gerindra Dipotong

NASIONAL | 26 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS