Tiongkok: Awas, ISIS Bangkit di Suriah

Tiongkok: Awas, ISIS Bangkit di Suriah
Para istri dan anak pengikut ISIS ditampung di suatu kamp pengungsian di Suriah. ( Foto: AFP / Giuseppe Cacace )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 23 Agustus 2019 | 21:42 WIB

Jenewa, Beritasatu.com- Utusan Tiongkok di Suriah, Xie Xiaoyan mengatakan organisasi teroris termasuk kelompok ISIS sedang bangkit kembali di negara yang dilanda perang. Dia mendesak masyarakat internasional untuk tidak mengabaikan tanda-tanda "peringatan dini".

Xie Xiaoyan, wakil Beijing untuk konflik Suriah, membuat komentar setelah bertemu dengan Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir O. Pedersen di Jenewa.

“Sekarang ada bahaya organisasi teroris seperti ISIS bangkit kembali. Komunitas internasional harus memperhatikan,” kata Xie.

ISIS menyerbu sebagian besar Suriah dan Irak pada 2014, dan menyatakan "kekhalifahan" di sana. Tetapi serangan AS di kedua negara berhasil merebut kembali wilayah tersebut.

Kunjungan Xie ke Jenewa terjadi ketika kekhawatiran atas potensi serangan besar oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad di Idlib. Selama ini, Idlib menjadi daerah yang dikelola para jihadis di barat laut yang merupakan kubu oposisi utama terakhir di Suriah.

PBB telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Idlib dapat memicu bencana kemanusiaan. Selama beberapa tahun, Idlib telah menjadi zona penerimaan bagi orang-orang yang melarikan diri dari serangan militer pemerintah di tempat lain di negara ini, yang sekarang berjumlah ratusan ribu.

Mengenai posisi Beijing soal penyerangan dan kejatuhan korban jiwa, Xie menggambarkan masalah itu sebagai "sangat rumit".

“Kita semua tahu bahwa ini adalah benteng terakhir dari beberapa organisasi teroris. Jadi ini adalah masalah yang perlu ditangani. Peperangan melawan terorisme belum selesai,” katanya.

Sejak Januari, Idlib telah dikelola oleh aliansi Hayat Tahrir al-Sham, yang dipimpin oleh para jihadis dari bekas afiliasi Al-Qaeda Suriah. [



Sumber: Suara Pembaruan