Enam Negara UE Siap Terima Migran Kapal Open Arms

Enam Negara UE Siap Terima Migran Kapal Open Arms
Beberapa pengungsi telah dijemput dari kapal penyelamat "Open Arms" karena alasan medis di pulau Lampedusa, Italia, Laut Mediterania. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 17 Agustus 2019 | 19:54 WIB

Roma, Beritasatu.com - Enam negara Uni Eropa telah sepakat untuk menerima beberapa dari 147 migran yang saat ini terdampar di satu kapal penyelamat Open Arms di dekat pulau Lampedusa, Italia.

"Prancis, Jerman, Rumania, Portugal, Spanyol, dan Luksemburg telah mengatakan kepada saya bahwa mereka siap menyambut para migran," kata Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada Kamis (15/8).

Pernyataan itu disampaikan dalam sepucuk surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri sayap kanan Matteo Salvini, yang telah berusaha untuk melarang kapal penyelamat Open Arms memasuki Perairan Italia.

“Sekali lagi, rekan-rekan Eropa saya menawarkan bantuan," tulis Conte, sambil mengecam Salvini yang telah menyerukan sejak Kamis lalu agar PM mundur.

Salvini telah mendukung garis keras terhadap para migran yang diselamatkan di laut dibawa ke Italia, yang katanya menanggung beban tidak adil dalam krisis.

"Jelas bahwa tanpa tekad (saya), Uni Eropa tidak akan pernah mengangkat jari, meninggalkan Italia dan Italia sendiri seperti yang dilakukan (pemerintah sebelumnya) selama bertahun-tahun,” tulis Salvini di Facebook yang menanggapi pengumuman Conte.

Salvini, ketua partai Liga anti-imigrasi, memutuskan hubungan dengan mitra koalisinya Gerakan Lima Bintang (M5S) pekan lalu, dengan harapan akan adanya mosi tidak percaya yang akan menggulingkan pemerintah yang telah berusia 14 bulan.

Nasib sejumlah migran di atas Open Arms, yang dioperasikan oleh badan amal Spanyol Proactiva, mendapati dirinya berada di pusat krisis politik di Roma.

Awal bulan ini, Salvini, yang juga wakil PM, menandatangani dekrit yang melarang Open Arms, dari perairan Italia. Salvini mengatakan dekrit itu diperlukan untuk melindungi ketertiban umum.

Tetapi Proactiva mengajukan banding ke pengadilan administratif, yang pada Rabu menunda keputusan tersebut.

Salvini kemudian menandatangani dekrit yang baru yang memblokir kapal, tetapi dalam satu demonstrasi tentang kekuatannya yang berkurang, menteri pertahanan Italia memblokirnya pada Kamis.



Sumber: Suara Pembaruan