Coca-Cola Hentikan Iklan di Semua Platform Medsos Secara Global

Coca-Cola Hentikan Iklan di Semua Platform Medsos Secara Global
Lini produksi Coca Cola (Foto: imgarcade.com)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 28 Juni 2020 | 05:45 WIB

Atlanta, Beritasatu.com - Coca-Cola pada Jumat (26/6/2020) atau Sabtu WIB (27/6/2020) mengumumkan akan menghentikan iklan berbayar di semua platform media sosial (medsos) secara global selama setidaknya 30 hari. Perusahaan mengklarifikasi bahwa langkah itu bukan merupakan pemboikotan, tetapi mengatakan iklan "kami sedang berhenti".

Menurut daftar Sleeping Giants, lebih dari 90 perusahaan seperti Verizon, Patagonia, REI, Lending Club dan North Face mengumumkan rencananya untuk tidak beriklan di Facebook selama bulan Juli, seminggu sejak sekelompok organisasi pejuang hak sipil menyerukan hal itu. Kelompok organisasi itu termasuk Anti-Defamation League, the NAACP, Sleeping Giants, Colour of Change, Free Pres dan Common Sense.

"Tidak ada tempat untuk rasisme di dunia dan tidak ada tempat untuk rasisme di media sosial," kata CEO dan Chairman Coca-Cola, James Quincey, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Facebook Diboikot Perusahaan-perusahaan Besar

Dia mengatakan, Coca-Cola akan menghentikan sementara iklan di semua platform media sosial secara global selama setidaknya 30 hari. "Kami akan mengambil waktu ini untuk menilai kembali kebijakan periklanan perusahaan guna menentukan apakah diperlukan revisi. Kami juga mengharapkan akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dari mitra media sosial kami," kata James.

Raksasa minuman soda ini di akun Twitternya memposting tentang keberagaman dan mengakhiri rasisme (SARA) secara sistemik termasuk dukungan untuk pembalap Nascar berkulit hitam, Bubba Wallace.

Baca juga: North Face Putuskan Setop Beriklan di Facebook

Pengumuman Coca-Cola itu setelah Unilever dengan merek Dove, Ben & Jerry's dan Hellmann, pada Jumat mengatakan akan menghentikan iklan di Facebook, Instagram dan Twitter di AS setidaknya hingga 31 Desember.

Unilever bergabung dengan merek-merek ternama seperti Eddie Bauer, The North Face dan Patagonia sebagai bagian dari kampanye yang memaksa jaringan media sosial agar lebih ketat melakukan tindakan terhadap iklan ujaran kebencian.

Setelah pengumuman Coca-Cola, Levi's dan Dockers juga akan menghentikan semua iklan di Facebook dan Instagram setidaknya selama Juli. “Facebook harus mengambil tindakan untuk menghentikan informasi yang salah dan ujaran kebencian di platformnya. Ini adalah penghinaan yang tidak dapat diterima terhadap nilai-nilai kita. Kami dan Dockers bergabung dengan kampanye #stophateforprofit dan mengentikan semua iklan di Facebook."

Sementara Hershey's Jumat malam juga mengumumkan bahwa perusahaan akan memangkas sepertiga pengeluaran iklan tahun ini di Facebook dan Instagram.  Hershey's juga bergabung dengan boikot #stophateforprofit.

“Kami tidak percaya bahwa Facebook mengelola ujaran kekerasan dan memecah belah secara efektif di platform mereka. Meskipun Facebook berulang kali menyatakan akan mengambil tindakan, kami belum melihat perubahan yang berarti,“ kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Sementara CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan perusahaan akan membahas kebijakan baru untuk melawan ujaran kebencian. Namun dia tidak secara langsung merespons para pemboikot iklan.

Dalam memo kepada pengiklan yang diperoleh CNBC baru-baru ini, VP Solusi Pemasaran Global Facebook, Carolyn Everson, mengatakan memboikot secara umum bukan cara bagi kita untuk membuat kemajuan bersama. "Kami menetapkan kebijakan berdasarkan prinsip daripada kepentingan bisnis."



Sumber: CNBC