Schneider Electric Perkuat Industri Data Center RI

Schneider Electric Perkuat Industri Data Center RI
ilustrasi Cloud Computing (ist)
Lona Olavia / WBP Jumat, 26 Juni 2020 | 19:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Schneider Electric, perusahaan global transformasi digital bidang pengelolaan energi dan otomasi mendorong industri data center di Indonesia memasuki era edge computing dengan membangun ekosistem digital melalui solusi EcoStruxure for Data Centers. Pemanfaatan teknologi data center pintar dan energi baru terbarukan memperkuat kemampuan pelaku industri dalam menjawab kebutuhan komunitas bisnis akan akses data yang semakin cepat dan terintegrasi, koneksi internet yang stabil, keamanan data, dan dapat meningkatkan efisiensi konsumsi energi dan biaya operasional.

Business Vice President Secure Power Division Schneider Electric Indonesia Yana Achmad Haikal, mengatakan solusi EcoStruxure for Data Center dari Schneider Electric mengintegrasikan manajemen listrik, gedung, dan TI sehingga klien memperoleh pemahaman menyeluruh terhadap performa data center-nya dan membantu pengambilan keputusan yang tepat berbasis data real-time. "Solusi ini banyak membantu transformasi digital dari klien data center dan dapat meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga 38 persen, efisiensi biaya energi hingga 30 persen, peningkatan produktivitas hingga 60 persen, dan data center uptime hingga 100 persen," kata Yana Achmad Haikal, dalam keterengan tertulisnya Jumat (26/6/2020).

Beberapa analis seperti International Data Corporation (IDC) memperkirakan bahwa akan ada sekitar 40 miliar perangkat IoT yang terkoneksi, menghasilkan sekitar 80 zettabytes (ZB) data pada 2025 akibat dari digitalisasi industri.

Gartner memperkirakan 75 persen data yang dihasilkan perusahaan dibuat dan diproses di luar pusat data tradisional dan jumlah pemanfaatan micro data center atau local edge data center akan meningkat empat kali lipat pada 2025.

Tren ini akan berdampak terhadap peningkatan konsumsi energi di sektor data center yang diperkirakan mencapai 3.000 terawatt-jam, hampir sama dengan konsumsi energi dari 275 juta rumah tangga pada 2040. Strategi pengelolaan data center yang tidak efektif juga akan menyebabkan biaya operasional dan perawatan melambung tinggi.

"Untuk memitigasi hal ini, industri data center perlu fokus mendesain edge data center yang efisien, andal, dan ramah lingkungan dengan pemanfaatan teknologi data center pintar yang mengintegrasikan kecanggihan teknologi IoT, mobility, sensing, cloud, analitik, dan teknologi keamanan siber, seperti EcoStruxure for Data Centers," ujar Yana.

Sementara Ketua Indonesia Data Center Provider Organization (IDPro) Hendra Suryakusuma mengajak anggotanya untuk segera beradaptasi dan melakukan transformasi digital untuk menciptakan ekosistem data center yang tangguh dan berkelanjutan agar tetap kompetitif.



Sumber: BeritaSatu.com