Startup Harus Kuat dalam Perencanaan Bisnis

Startup Harus Kuat dalam Perencanaan Bisnis
Teknologi digital mendorong menjamurnya bisnis rintisan (startup) di Indonesia. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 10 Juni 2020 | 21:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Teknologi digital membawa gelombang perubahan besar secara global dan termasuk di Indonesia. Hal ini mendorong menjamurnya bisnis rintisan atau startup di Indonesia.

Baca Juga: Investor Masih Berminat Tanam Duit di Startup Indonesia

Indonesia sendiri telah melahirkan lima unicorn atau startup dengan nilai valuasi melebihi US$ 1 miliar, yakni Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan Ovo.

Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya, Prof Agus W Soehadi PhD, menyatakan, seorang entrepreneur perlu dilengkapi dengan konten teknologi dan teknik yang kuat sehingga muncul bisnis berbasis evidence atau temuan baru, dan bukan sekedar mereplikasi apa yang sudah ada, tapi memberikan sesuatu yang baru bagi industri.

"Karena itu, sangat penting agar suatu industri dapat tumbuh dan berkembang. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kritikal. Salah satunya adalah kolaborasi secara keilmuan,” kata Prof Agus, di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga: Cortex Raih Pendanaan Rp 310 Miliar dari Softbank

Dalam konteks menjamurnya startup di Indonesia, Universitas Prasetiya Mulya telah jauh sebelumnya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat berperan dalam perusahaan rintisan maupun keberlangsungan startup tersebut.

"Proses pembelajaran di S1 Business Prasetiya Mulya misalnya, dirancang untuk kompetisi global ke depan, khususnya peran sebagai entrepreneur. Melalui pendekatan experiential learning, program S1 Business dibuat seperti laboratorium, mahasiswa menjalani eksperimen dan mencerminkan pengalaman mereka ke dalam konseptualisasi,” kata Prof Agus.

Sejalan dengan konsep berbasis kreativitas dan inovasi, kolaborasi keilmuan dilakukan dalam setiap proses bisnis. Pada umumnya latar belakang dari tiap startup setidaknya dari beberapa bidang keilmuan berbeda, contohnya sisi bisnis dan engineering.

Baca Juga: Startup Delman Raih Pendanaan Rp 23,6 Miliar

Kepala Program Studi S1 Computer Systems Engineering, Erwin Anggadjaja, menambahkan, mahasiswa diberikan pengetahuan secara teknis terkait basic science and engineering, mathematics, dan computer systems.

"Di luar mata kuliah yang teknis, kami juga memasukan unsur-unsur entrepreneurship pada rancangan mata kuliah seperti community development dan creativity and technology innovation serta business innovation untuk menggali kreativitas dari sisi teknologi atau engineering mindset,” pungkas Erwin Anggadjaja.



Sumber: BeritaSatu.com